Home » , » Menguatkan 'Senjata

Menguatkan 'Senjata

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, April 10, 2018


Image result for doa
Rekap Kajian Online HA UMMI G1 dan G3
Hari/tgl: Kamis/29 Maret 2018
Waktu: 16.00 - 19.45
Narasumber: Ustadz Syahrowi
Materi: Menguatkan 'Senjata'
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖



Assalamu'alaykum wr wb, segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya.  Sholawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan alam Rasulullah SAW.  InsyaAllah tema materi kita sore ini adalah

"Menguatkan 'Senjata'  "

Doa adalah kekuatan bagi orang mukmin, sekaligus senjata baginya. Kekuatan untuk bertahan dari cobaan, kekuatan untuk sabar dan istiqomah dan kekuatan untuk berjuang di jalan Allah. Ia juga adalah senjata untuk melawan godaan syetan dan nafsu duniawi, serta mengalahkan kesombongan diri. 

Rasulullah Saw bersabda:

الدُّعَاءُ سِلاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

“Do’a adalah senjata orang mu’min, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi.” (HR. Abu Ya'laa).  

Terlepas dari shahih atau dhaif nya hadist ini,  yang jelas doa sangat berperan dalam kehidupan mukmin.  Bahkan prosesi keseharianpun,  untuk setiap aktivitas sejak bangun dan tidur lagi,  dianjurkan untuk membaca doa. 

Justru kemudian bagi orang-orang yang malas berdoa kepada Allah,  maka Allah akan marah padanya.  Rasulullah bersabda :

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah (dengan berdo’a), maka Allah marah kepadanya.” (HR. Attirmidzi)

Ketulusan saat berdoa, kekhusyu'an saat mengucapkan lantunannya, bergetarnya suara hingga menangis mengadu padaNya menggambarkan 'kedekatan' diri seorang mukmin pada Robbnya. Ucapan kejujuran dalam doa hanya bisa terlahir dari kejernihan dan kebersihan jiwanya. Doa tidak akan pernah menyatu dalam jiwa saat berbisik pada Allah, jika terus menerus bergelimang dengan dosa. 

Ada salah satu doa 'spektakuler'yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ. وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah kenyang (puas), dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari doa yang tidak dikabulkan"

Doa ini sungguh sangat dahsyat. Memuat empat hal penting yang mencakup kebutuhan seorang mukmin. Berlindung kepada Allah dari hati yang tidak khusyuk baik dalam ibadah maupun dalam bekerja. Biasanya apapun yang dilakukan tidak dengan khusyuk, maka hasilnya bisa berantakan. Apalagi dalam hal ibadah, jika dilakukan secara serampangan, maka nilai ibadah akan berkurang dan rasanya hambar.

Kemudian, berlingdung kepada Allah dari jiwa yang tidak pernah puas, yaitu jiwa yg selalu haus pada dunia, yaitu harta, tahta/kekuasaan dan wanita.  Dunia ini memang ibarat air laut yg jika diminum justru akan bertambah haus. Sangat mustahil untuk bisa puas. Juga digambarkan di hadist lainnya bahwa jika manusia diberi satu lembah emas, maka ia akan mencari lembah emas lainnya, yang takkan pernah berhenti, hingga perutnya diisi dengan tanah. Pun sama halnya dengan jabatan, jika sudah diraih satu jabatan, maka ia akan mencari jabatan yang lebih tinggi lagi. Dari inilah kita berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari jiwa yang tidak pernah puas. 

Selanjutnya dari ilmu yang tidak bermanfaat. Ini sangat penting sebab seyogiyanya ilmu adalah sarana mengenal Allah, untuk semakin dekat kepadaNya, dan merasa sangat kerdil dihadapanNya karena ilmu yang tidak seberapa. Itulah sebabnya Imam Al Ghazali menempatkan Al Qur'an mulia sebagai sumber segala ilmu. Al Qur'anlah pusat dari rujukan ilmu baru kemudian lahir cabang-cabang ilmu yang lain yang jumlahnya sangat banyak. Ada cabang ilmu yang bermanfaat, dan banyak yang menyimpang hingga menyebabkan manusia tersesat. Dari inilah kita berdoa kepada Allah untuk berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat dan menjauhkan kita dariNya.

Dan yang terakhir adalah berlindung padaNya dari doa yang tidak diijabah. Apa rasanya hidup ini jika ternyata do'a tidak diijabah? Bukankah setiap orang butuh kepada Allah, lalu berdoa kepadanya untuk hajat hidupnya, agar selamat dunia dan akhirat? Bila doa tidak diijabah, pasti ada faktor pemicunya, mungkin karena dosa besar, syirik yang tidak disadari atau kekafiran yg terselubung. Na'udzubillah. Sebab berdoa kepada Allah adalah perintahNya dan akan dikabulkan. Kita berlindung kepadaNya atas doa-doa yang tidak diijabah. 

Semoga kita bisa mewarnai kehidupan dengan hiasan doa pada setiap detik aktivitas,  memohon kepadaNya petunjuk agar tidak terjatuh pada 'lembah' dosa, agar istiqomah dengan iman,  dan teguh dengan prinsip-prinsip utama dalam Islam.  Amin. 
Ustadz Syahrowi
@KRL,  29 Maret 2018, pukul : 07. 20  Wib.


==============

TANYA JAWAB


Tanya: Ustadz. Bagaimana jika ada mendapat ujian sakit, sebaiknya kita sabar seperti nabi ayub atau kita berdoa memohon kesembuhan?
Jawab: Dua-duanya harus dilakukan, harus sabar menerima takdir sakit, dan berdoa dan ikhtiar untuk sembuh


Tanya: Jika kita banyak meminta kpada Allah, apakah sama dengan tidak ridho dengan takdir ketentuan Allah?
Jawab: Gapapa, minta banyak-banyak. Allah suka kalau hambaNya berdoa dan minta kepadaNya. Itu artinya ia butuh kepada Allah


Tanya: Jadi sabar itu tetap boleh banyak minta kepada Allah ya ustadz?
Jawab: iya boleh


Tanya: afwan ustadz, beberapa tahun yang lalu saya di dzolimi beberapa orang. Saya pernah berdoa agar Allah membalas mereka, sekarang satu-satu orang yang mendzolimi saya mulai kena balasan sama Allah. Saya takut ustadz merasa ujub karena Allah seperti mengabulkan doa saya. Apakah yang harus saya lakukan jika saya merasa di dzolimi lagi sulit menahan keinginan mendoakan yang buruk? afwan ustadz
Jawab: doa orang terdzholimi memang diijabah segera. Tetapi bukan berarti untuk dibanggakan. Kita juga tidak ingin bahagia diatas penderitaan orang lain.  Cukup Allah saja yang membalasnya.


Tanya: Apakah itu berasal dari bisikan syetan ya ustadz? #suudzon sama syetan
Jawab: bisa saja


Tanya: Ijin bertanya, saya pernah baca artikel tentang mendoakan anak kita dalam setiap kesempatan, tapi kadang itu spontan kita ucapkan sehingga saya rasa kurang kekusyu'kannya, lebih baik mana ustadz, berdoa di waktu-waktu yang di ijabah atau dalam situasi apapun ketika melihat anak kita sedang belajar, tidur ataupun main?
Jawab: ada memang waktu-waktu yang doa doa dikabulkan, salah satunya di sepertiga malam terakhir. Namun sebaiknya kapan saja ada waktu, didoakan.


Tanya: Teknisnya berdoa itu bagaimana ya ustadz, kalau saat kita sholat, kita berdoa dalam sholat kita atau sesudah sholatnya baru kita berdoa? atau dalam setiap keadaan apapun kita bisa berdoa apa saja?
Jawab: ada waktu-waktu doa terkabulnya doa, yaitu saat sahur, hari jumat, antara adzan dan iqomah, saat berbuka puasa.


Tanya: Bagaimana jika ketika dihadapi pada suatu peristiwa di zholimi seseorang, terus langsung terbersit dalam hati seperti "menyumpahi" orang tersebut, apakah itu termasuk doa buruk? Apakah doa yang buruk itu akan berbalik pada yang mengucapkan? Dan apakah benar ucapan ibu pada anaknya layaknya seperti doa, padahal seringkali kalau seorang ibu marah pada anaknya yang keluar bukan kata-kata yang baik (dan pastinya tidak diniatkan untuk mendoakan anaknya menjadi demikian). Terimakasih penjelasannya.
Jawab: Sebaiknya tidak usah disumpahi.  Kadang kita tahu mana doa orang terdzolimi, mana doa yang sumbernya dari nafsu. Untuk anak, semarah-marahnya orangtua, sebaiknya jangan di caci maki, atau keluar nama-nama binatang. Tidak baik ke depan nya.  Sekalipun bukan doa, tetapi ucapan itu tidak pantas diuacapkan anak pada orangtuanya. Doakan saja anak-anak jadi anak shalih/ah sekalipun terkadang anak-anak terlihat nakal.


Tanya: Ustadz Ibnul Qayyim -rahimahullah - mengatakan,
"Bila engkau ingin berdo'a, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi do'amu istighfar, agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya."
Apakah mungkin waktu kita begitu sempit untuk berdoa ustadz? Atau kah terlalu sibuk sehingga tak sempat berdoa?
Jawab: Bisa jadi demikian, karena saking sibuknya, setelahnya lelah dan lupa berdoa. Karena ada orang-orang yang punya amanah sangat banyak, hingga waktu-waktu dia berdoa, sangat sempit. Apalagi misal, saat-saat perang. Wallahu'alam.


Tanya: Ijin tanya lagi ustadz. Jika anak kita minta  sesuatu tapi kita belum bisa memenuhi dan kita bilang padanya utk minta sama Allah, dan dia sudah lakukan hal tersebut tapi kita juga belum mampu memenuhi keinginannya, kadang suka protes aku sudah minta sama Allah tapi ga di kabulkan bagaimana menyikapi hal tersebut?
Jawab: Hmm... bilang saja bu,  "sabar ya nak,  Allah sudah memberi rezeki pada kita, cuma masih perlu kita menabung supaya kita bisa beli yang kamu minta sayang". 


Tanya: Bagaimana cara memanajemen pikiran kita jika wanita dalam kondisi tersebut sehingga tidak timbul doa-doa sumpah yang buruk? Apakah intinya tentang ilmu kesabaran ya ustadz?
Jawab: Rasanya memang sumber marah itu kadang karena 'uang' belanja kurang. Konon kabarnya kalau istri marah-marah, suruh ke mall belanja, langsung ceria lagi. Jadi suruh suaminya kerja keras, lebih giat lagi, dukung ia sepenuh hati, dan jangan lupa doakan agar rezeki yang dibawa ke rumah adalah rezeki yg halal.


Tanya: Saya di merasa di dzolimi oleh teman sendiri dan hal yang seharusnya tidak diceritakan ke orang banyak dia ceritakan dan sampai hari ini hati saya tidak mampu untuk menegur sapa dia dan hati saya merasa nyaman dengan hal itu, bagaimana tu ustadz?
Jawab: Dalam pergaulan, salah satu yang harus dipegang komitmen yang kuat adalah 'merawat' persahabatan. Jangan buat ia sakit hati, dan jangan menceritakan aib-aibnya. Jika sampai tercederai, maka cepat-cepat minta maaf agar persahabatan utuh kembali. Bagaimana jika ternyata sahabat kita yang melakukan demikian? Sebaiknya diminta tabayyun saja, atau ada baiknya berterus terang, bahwa apa yang dia lakukan menyakiti hati kita.  Jika dia teman yang baik, pasti akan paham dan minta maaf. Tegur sapa harus tetap dilakukan, karena sesama muslim tidak boleh mendiamkan saudaranya. Wallahu'alam



=================

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official





Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!