Home » » Hati Tertipu Angan-Angan - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-12)

Hati Tertipu Angan-Angan - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-12)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 5, 2018

Image may contain: text and food



Hati Tertipu Angan-Angan ~ Ustadz Syahrawi Munthe


Rasa ini termasuk kategori penyakit hati yang berat, yaitu tertipu oleh angan-angan kosong atau ghurur. Berangan-angan telah mendapat sesuatu, padahal sesuatu itu sangat jauh dr jangkauannya. Ghurur juga termasuk orang yang sibuk mengurusi orang lain sementara ia tidak perhatikan dirinya.

Hati yang tertipu angan-angan hinggap pada orang-orang lupa hakikat dirinya. Hal ini terjadi pada orang-orang kafir yg tertipu oleh angan-angan kosongnya. Menganggap apa yang mereka lakukan akan membawanya ke surga, padahal jelas bahwa orang kafir akan masuk neraka. Allah berfirman:

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar"."
(QS. 2 : 111)

Jika dilihat pembahasan tentang ghurur dalam kitab ihya 'ulumuddin, Al Ghazali menyebutkan bahwa ghurur juga bisa menimpa umat Islam, antara lain:
 
1. Penyakit ghurur pada ulama atau alim. Beliau sebutkan tak sedikit orang alim yang merasa memiliki ilmu merasa dirinya lebih mulia sehingga harus dihormati, ingin selalu didahulukan, ingin perkataannya selalu didengar, seluruh perkataannya benar, ingin disanjung, setiap orang harus mencium tangannya, itulah beberapa penyakit ghurur.
Selain itu ada juga ulama atau alim yang sibuk berdebat bukan untuk mencari kebenaran tetapi untuk mencari ketenaran dan kehebatan, jika mampu mengalahkan lawan debatnya maka ia ingin tergolong orang yang hebat dan alim.

2. Penyakit yang ada pada abid (ahli ibadah). Seseoarang yang sibuk dengan ibadah sunnah dan fadilah tetapi melupakan dan meninggalkan ibadah wajib, seperti sibuk menjalankan sholat sunnah tahajud tetapi meninggalkan sholat subuh, karena ketiduran dan kelelahan pada malamnya, itu juga termasuk dalam penyakit ghurur.
Atau mereka yang sibuk membaca Al-quran tetapi tidak mau memikirkan dan memahami segala makna-makna yang terkandung didalamnya. Sehingga tidak mengerti maksud dari ayat-ayat yang ia baca setiap hari termasuk dalam kategori tipu daya.

3. Penyakit yang ada pada hartawan. Seseorang yang menganggap bahwa harta dan uangnya yang mampu menyelamatkannya dan memuliakannya di permukaan dunia ini, harta baginya adalah sumber pujaan dan ketinggian, memiliki harta berarti memiliki kebesaran dan kesenangan yang hakiki, sehingga lupa membayar zakat, menyantuni orang miskin, dan bisa berbuat sesuka hatinya.
Atau seseorang yang membangun masjid, menyantun anak yatim, membantu korban bencana alam, tetapi ingin di puji dan di besar- besarkan kebaikannya, agar orang menyanjungnya dan menggelarnya seorang yang dermawan.

Demikianlah penyakit ghurur, tertipu oleh angan-angannya. Amalan-amalan yang ia lakukan seolah sudah sangat baik, sudah sempurna, padahal hakikatnya bukan untuk Allah tetapi agar mereka disebut ulama, agar dihormati, agar disebut orang taat (abid), agar disebut dermawan dan agar disanjung.

Rasa hati karena penyakit ini membuat kehidupan seseorang menjadi tak bahagia, karena ia akan selamanya tertipu amalannya sebab semua yang ia lakukan akan sia-sia. Mereka hanya panjang angan-angan saja.

Menarik untuk mengambil nasehat dari Salam al-Farisi. Ia menuturkan, “Ada tiga orang yang aku merasa heran sehingga membuatku tertawa, yakni yang mengangan-angankan dunia padahal ia sedang diburu oleh kematian, orang yang lalai tetapi ia tidak mau menerima nasihat, dan orang yang selalu tertawa padahal ia tidak tahu apakah Tuhan semesta alam murka atau ridlo’ kepadanya. Dan ada tiga hal yang aku merasa sedih sehingga membuatku menangis, yakni perpisahan dengan orang-orang tercinta (Muhammad Saw. dan golongannya), huru-hara kiamat, dan ketika aku berdiri di hadapan Allah tanpa tahu apakah aku akan diperintahkan masuk surga atau ke neraka.”

Semoga amalan di bulan ramadhan ini mampu menghilangkan rasa ghurur dalam hati kita, agar tak tertipu oleh angan-angan kosong atau panjang angan-angan. Kita beramal semata-mata untuk Allah dan bekal dalam perjalanan di akhirat kelak. Wallahu'alam

@Bogor, 27 Mei 2018, pukul 22.22 wib


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!