Home » , » Hati Yang Mendua (Syirik) - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-16)

Hati Yang Mendua (Syirik) - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-16)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 5, 2018

Image may contain: text



Hati Yang Mendua (Syirik) ~ Ustadz Syahrawi Munthe


Seharusnya tidaklah pantas ada dalam hati ini keyakinan tentang penguasa langit dan bumi selain Allah. Hanya Allah lah yang ada di hati, tunduk padaNya, menyembahNya, dan mengakui sebagai Sang Khalik dan keesaanNya.

Allah tak ingin diduakan. Begitu marahnya Ia jika hambaNya mengakui adanya tuhan lain selainNya. Bahwa keyakinan adanya kekuatan, penguasa , pemberi rezeki selain Allah, maka sesungguhnya hatinya telah mendua. Hatinya telah tertanam syirik kepada Allah.

Islam melarang keras perbuatan syirik, selain ia merupakan kedzaliman yang besar, dosa syirik juga tak diampuni Allah.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. 4 : 48)

Seorang muslim harus kuat imannya utk meyakini bahwa tak ada tempat meminta selain Allah. Segala karunia dan rezeki yang diterima hamba adalah pemberiaanNya. Pengatur segala urusan, yang menghidupkan dan mematikan adalah Allah. Hakikatnya jika ditanyakan kepadanya siapakah pemberi rezeki, yg menguasai penglihatan dan pendengaran, yg mematikan dan menghidupkan, yang mengatur semua urusan? Maka ia akan menjawab, "Allah".
Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah wahai Muhammad, ‘Siapakah yang memberi kalian rezeki dari langit dan bumi? Siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan? Siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakan, ‘Lantas mengapa kalian tidak bertakwa?” (QS. 10 : 31)

Hati yang telah bercampur syirik adalah fenomena kekinian karena banyak hal penyebabnya. Dunia yang semakin gemerlap membuat orang lupa hakikat tempatnya mengadu, hingga ia lupa siapa Tuhannya. Kemudian saat ia mendapat masalah, ia mendatangi sembahan-sembahan lain selain Allah. Ia datangi kuburan, dukun, paranormal atau istilah lainnya untuk menyelesaikan masalahnya. Maka saat itu pula ia telah menduakan Allah, ia telah melakukan syirik.

Femonema syirik akan terus ada hingga hari kiamat kelak. Oleh sebab agama ini terpinggirkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang menjauhkannya dari agama. Imannya tergerus oleh zaman yg semakin rusak. Sabda Rasulullah:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allâh)”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Agama mulia ini datang untuk menghapus syirik, memurnikan tauhid agar siapapun menyembah Allah semata, bukan berhala atau sesama manusia. Agama ini membebaskan manusia dari dosa kedzoliman yang besar yang percaya kepada dukun, tukang sihir, atau jimat. Namun demikian, jika hati sudah dikotori syirik maka hatinya gelap, tak lagi melihat kebenaran, makanya ia tidak kenal penciptanya.

Di bulan suci ini, dengan kemuliaannya, semoga Allah menghindarkan kita dari syirik, sebagaimana doa Rasulullah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allâh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada"
(HR. Bukhari)

@Bogor, 31 Mei 2018, pukul 21.15 wib


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!