Home » , » Hati yang Riya - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-13)

Hati yang Riya - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-13)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 5, 2018

Image may contain: text



Hati Yang Riya ~ Ustadz Syahrawi Munthe


Seringkali kali rasa hati ini dibahas oleh para ulama saat menyampaikan dakwahnya. Penyakit hati yang tak kalah parahnya dengan penyakit hati lainnya, yaitu riya. Demikian itu karena riya merupakan penghapus amal bahkan disamakan dengan syirik. Seseorang yang beramal hanya karena ingin dilihat atau didengar orang lain, lalu memuji dirinya. Ia beribadah bukan karena Allah tapi karena pujian. Sabda Rasulullah : "Sesuatu yang aku khawatrikan menimpa kalian adalah perbuatan syirik asghar. Ketika beliau ditanya tentang maksudnya, beliau menjawab: ‘(contohnya) adalah riya’ ” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)

Rasa hati ini sungguh sangat merusak karena amal dikerjakan hanya sekadar dan malas-malasan. Allah berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. 4 : 142)

Riya di hati kelak akan ditanya oleh Allah dan Allah sebutkan bahwa amalan itu 'omong kosong', bahkan orang tsb dicap sebagai pendusta. Allah menyebutkan bahwa semua amalan tsb hanyalah untuk pujian semata.

Di salah satu hadist shahih, diriwayatkan oleh Muslim dan An-Nasa-i, Rasulullah mengisahkan bahwa yang pertama akan diadili pd hari kiamat adalah yang mati syahid, lalu orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an, kemudian orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda.

Lalu Allah bertanya kepada mereka, terkait amalnya. Orang yang mati syahid menjawab, " Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid." Tapi Allah katakan , "Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani."

Allah bertanya kepada orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an tentang amalnya. Ia menjawab, " Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau." Tapi Allah katakan, "Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik).
Kemudian, Allah bertanya kepada orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda tentang amalnya. Ia menjawab, " Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau." Tapi Allah katakan : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati).

Setelah Allah membantah semua yang diadili, lalu malaikat diperintahkan untuk menyeretnya dan melemparkannya ke dalam neraka. Begitulah nasib orang yang semasa di dunia beramal dengan hati yang riya.

Ngeri memang, seolah sudah banyak amal, ternyata sia-sia, terhapus oleh riyanya hati. Bahkan saat melakukan pembelaanpun, Allah bantah semuanya. Sebab Allah mengetahui segala rahasia hati. Allah mengetahui bahwa amalan dia di dunia bukanlah untukNya, tapi sekadar untuk pujian semata.

Bulan ramadhan adalah bulan tazkiyatun nafs, yaitu bulan penyucian jiwa. Beramallah kepada Allah dengan amal dan ibadah yang paling ikhlas. Abaikan semua penglihatan, pendengaran atau pujian orang. Kita tak butuh itu semuanya. Yang kita harapkan adalah pahala Allah semata. Wallahu'alam

@Bogor, 28 Mei 2018, pukul 21.53 wib


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!