Home » , » Hati Yang Sukanya Marah - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-18)

Hati Yang Sukanya Marah - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-18)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 5, 2018

Image may contain: ocean, cloud, text and water



Hati Yang Sukanya Marah ~ Ustadz Syahrawi Munthe


Rasanya hampir semua orang pernah marah, dalam bentuk segala macam penyebabnya. Hal ini sangat lumrah karena bagian fitrah dari manusia. Marah boleh jadi bagian dari kesempurnaan kita sebagai manusia. Rasulullah sebagai manusia maksum, pun bisa juga marah. Sebagaimana sabdanya : “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah” (HR. Muslim)

Namun, Islam mengajarkan bahwa marah haruslah karena penyebab yang benar, bukan karena kepentingan pribadi atau watak yg melekat padanya. Marah dibolehkan jika marah tsb karena Allah. Ummul mukminin ‘Aisyah ra berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah marah karena (urusan) diri pribadi beliau, kecuali jika dilanggar batasan syariat Allah, maka beliau shallallahu ‘alaihi wassalam akan marah dengan pelanggaran tersebut karena Allah” (HR. Bukhari Muslim)

Allah Ta'ala menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang menahan amarahnya. Firman Allah:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran/3:134).

Hati yang diliputi amarah pada hakikatnya adalah bara api yang dikorbarkan syetan dalam hati manusia untuk merusak diri dan agamanya, sebab dengan marah ia bisa gelap mata yang berakibat sangat buruk. Ia berada dalam kondisi iman paling rendah yang tanpa kontrol.
Itulah mengapa Rasulullah mengatakan bahwa orang kuat adalah orang yang bisa menahan marah dan mengendalikan dirinya. Sabda Rasulullah :

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari Muslim)

Di hadist lainnya, bahkan Rasulullah mengatakan bahwa orang yang menahan amarah padahal bisa melampiaskannya, maka akan dibanggakan Allah dihari kiamat dan dibiarkan memilih bidadari bermata jeli yang disukainya (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Hati yang dipenuhi amarah biasanya gelap dengan kebenaran, sebab saat itu ia setengah tidak sadar. Apa yang terucap dari mulut, yang terlaksana oleh anggota badan sering terjadi tanpa sadar. Setelah semuanya jadi musibah, dan ia kembali jadi dirinya, barulah tersadar bahwa yang ia lakukan salah. Ketika seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah untuk meminta nasehat maka saat itu Nabi mengatakan, "Janganlah Engkau Marah". Orang itu mengulangi lagi, namun Rasulullah mengatakan hal yang sama. (HR. Bukhari)

Marah adalah sumber keburukan, jika ia melekat di hati dan terus menerus maka sesungguhnya kerusakan-kerusakan akan terjadi, baik atas dirinya maupun lingkungannya. Sebab itu, marah harus dikendalikan, ditahan dan dikuasai,agar syetan tak leluasa menguasai diri.
Ramadhan yang mulia, sarana yang tepat untuk melatih diri, menguasai nafsu untuk menahan marah. Semoga Allah menjaga dan memelihara kita dari hati yang diliputi amarah sebab amarah sumbernya dari syetan yang memuat keburukan. Amin

@Lapangan Futsal, Bogor, 2 Juni 2018, pukul 22.31 wib



•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!