Home » , » Dengkinya Hati - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-10)

Dengkinya Hati - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-10)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 4, 2018

Image may contain: text



Dengkinya Hati ~ Ustadz Syahrawi Munthe


Rasa ini adalah penyakit yang ditularkan oleh iblis sejak awal penciptaan Adam. Yang awalnya ia makhluk yang taat pada Allah, namun setelah Adam diciptakan, iblis jadi terlaknat. Ia enggan utk menuruti perintah Allah untuk sujud pada Adam. Ia merasa lebih baik sebab diciptakan dari api, sementara Adam dari tanah. Rasa dengkinya muncul ditambah kesombongan karena tak pantas Adam lebih mulia darinya.
Orang-orang kafir pada hakikatnya mengetahui kebenaran dalam Al Qur'an, tapi karena kedengkian dalam hatinya menyebabkan mereka kufur kepada Allah. Allah berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ....

"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran..." (QS. 2 : 109)

Rasa dengki muncul dari ketidaksukaan, ingin agar kenikmatan itu pindah padanya dengan berbuat dzalim, sebagaimana iblis dan orang-orang Yahudi pada ayat tsb di atas.
Rasa dengki adalah penyakit hati yang sangat merusak, sebab tak mau orang lain bahagia, bahkan berusaha agar kebahagiaan itu berpindah padanya.
Allâh berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allâh kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allâh sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qs 4 : 32)

Rasa dengki merupakan penyebab terjadinya permusuhan dan perpecahan. Padahal hakikatnya sudah sunnatullah, setiap orang rizkinya tidak ada yang sama. Karena itu, kehidupan sosial setiap orang beda-beda tingkatannya.
Rasulullah bersabda:

..لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.....

.....“Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara." (HR. Muslim)

Rasa dengki tak boleh bersemayan di hati karena hanya akan menggerogoti amalan shalih. Rasa ini hanya boleh pada dua hal yaitu kepada orang yg diberi Al Qur'an dan membacanya dan orang dermawan yang selalu berinfaq.
Rasulullah mengatakan:

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٍ آتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ ، وَرَجُلٍ آتَاهُ الله مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ.

"Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang : Orang yang diberi al-Qur’ân oleh Allâh kemudian ia melaksanakannya di pertengahan malam dan pertengahan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allâh kemudian ia menginfakkannya di pertengahan malam dan pertengahan siang." (HR. Muslim)

Di bulan ramadhan suci ini, bersihkan hati dari rasa dengki sebab rezeki atau karunia tak pernah salah sasaran. Tidak mungkin engkau bisa menghilangkan nikmat yg telah Allah takdirkan padaNya. Tak ada gunanya engkau selalu berhitung rezeki orang lain, sebab sedikitpun tak akan pindah padamu. Karena itu sucikan hati dari rasa dengki, buang ia jauh-jauh, karena rasa dengki adalah penyakit yang sulit disembuhkan. Semoga kita semua terhindar dr penyakit hati ini. Amin

@Bogor, 25 Mei 2018, pukul 22.20 wib.


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!