Home » » Kekuatan Hati - RISALAH HATI (Serial Ramadhan 3)

Kekuatan Hati - RISALAH HATI (Serial Ramadhan 3)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 4, 2018


No automatic alt text available.

By Ustadz Syahrawi Munthe


Saat terjadi perang Badar, Rasulullah sepertinya tak yakin dengan kekuatan pasukannya karena pasukan musuh jumlahnya tiga kali lipat. Walaupun sebenarnya malam sebelum pertempuran, Allah Azza wa Jalla menurunkan hujan untuk mensucikan kaum Muslimin, menguatkan hati dan meneguhkan telapak kaki mereka di atas bumi. Allah Azza wa Jalla jadikan hujan tersebut sebagai bencana yang besar bagi kaum Musyrikin. Allah Ta'ala berfirman:

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

"Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)" (QS. al-Anfâl/8:11)

Namun dibalik itu semua, Rasulullah SAW tetap saja berdoa kepada Allah agar hatinya benar-benar kuat. Rasulullah sebenarnya sangat yakin bahwa Allah akan menolong pasukan muslimin, namun agar kekuatan fisik semakin bergelora maka Rasulullah mengadu kepadaNya. Sabda Nabi dalam doanya:

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِيْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِيْ اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ

"Ya Allah Azza wa Jalla , penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla , jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini. (HR. Muslim)

Doa ini terus dilantunkan Rasulullah hingga selendangnya terjatuh. Abu Bakar datang dan mengambil selendang tersebut kemudian meletakkan kembali di pundak beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi Allah Azza wa Jalla , sudah cukup engkau bermunajat kepada Rabbmu dan Allah Azza wa Jalla pasti akan memenuhi janji-Nya.” Dan takdir Allah pun memenangkan perang akbar badar.

Kekuatan hati yang lain, tersemai dalam kisah Sa'ad bin Abi Waqqash. Sa'ad termasuk generasi pertama yang masuk Islam saat ia berusia 17 tahun. Sa'ad adalah paman Rasulullah. Wuhaib adalah kakek Sa’ad dan paman Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah. Ibunda Sa'ad adalah wanita bernama Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah, seorang wanita hartawan keturunan bangsawan Quraisy, yang memiliki wajah cantik dan anggun.
Ketika Sa'ad masuk Islam, ibunya tertekan dan sangat marah. Hamnah dikenal sangat setia kepada agama nenek moyangnya yaitu penyembah berhala. Ibunda Sa'ad mengatakan: "Wahai Sa’ad, apakah engkau rela meninggalkan agamamu dan agama bapakmu, untuk mengikuti agama baru itu? Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sebelum engkau meninggalkan agama barumu itu,” ancam sang ibu."

Ibunda Sa'ad mengira hatinya Sa'ad akan luluh jika melihatnya dalam keadaan lemah dan sakit. Namun kekuatan hati Sa'ad tak tergoyah. Jiwanya sdh tercelup dalam samudera Ilahiah. Syahadat yang ucapkan tak tergoyahkan oleh apapun. Ia lebih mencintai Allah dan RasulNya. Sa'ad pun mengatakan pada ibundanya, “Wahai Ibunda, demi Allah, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!”

Kisah ini Allah abadikan dalam Al Qur'an, dalam Surah Luqman ayat 15, Allah berfirman:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

Kekuatan hati tidak bisa dihalangi oleh apapun. Jika Allah telah 'mengokohkannya' maka saat itu keberanian akan berkibar, tak peduli lagi. dengan nyawa yg harus dikorbankan. Semuanya karena keimana pada Allah. Kekuatan hati inilah yang memompa keberania seorang ibu dalam Kisah Ashabul ukhdud. Saat raja menyuruh agar yg beriman pada Allah melompat ke parit api yg bergejolak, seorang ibu yg menggendong bayi ragu dan ketakutan. Tapi Allah menunjukkan kuasanya. Bayi itu berbicara dan mengatakan pada ibundanya:
“Wahai ibu, bersabarlah! Sesungguhnya ibu berada di atas kebenaran (lalu akhirnya mereka terjun).” (HR Muslim).
 
Melihat anaknya bicara, Ibu itu terhenyak dan hatinya semakin kuat dan berani hingga ia melompat ke dalam bara api bersama bayinya. Sangat mengharu biru karena terpanggang dlm api hanya karena keimanan pada Allah. Subhanallah.
Dan kuatnya hati keluarga Ammar bin Yasir, tiada tandingannya. Ayahnya Yasir dan Ibundanya Sumayyah disiksa hingga tingkat tak wajar dan tak masuk akal. Begitu perih dan sakit. Keluarga ammar bin yasir disiksa oleh kafir Quraisy karena keimanan pada Allah. Siksa yang mereka dapatkan berupa hukuman bakar dengan besi panas, sampai disalib di atas pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan sampai ditenggelamkan ke dalam air hingga sesak nafasnya dan mengelupas kulitnya yang penuh dengan luka.

Hingga suatu hari, ketika Rasulullah SAW mengunjungi mereka, Ammar berkata, "Wahai Rasulullah, azab yang kami derita telah sampai ke puncak." Rasulullah SAW berkata, "Sabarlah, wahai Abal Yaqdhan... Sabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan bagi kalian ialah surga!"
Benarlah firman Allah:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Begitulah kisah tauladan kekuatan hati karena iman. Kekuatan hati karena Allah, karena kerihaan dan kecintaan padaNya.

Dibulan yang suci ini, sekalipun kekuatan hati kita tidak sekuat Nabi, juga Sa'ad atau Ammar bin Yasir, namun pupuklah ia, rawat ia dengan baik agar iman yang bersemayan dalam hati bisa terpatri kokoh dan kuat, hingga ia lestari hingga generasi masa depan. Sejarah mereka mungkin saja akan berulang. Sebab di akhir zaman, Islam akan kembali asing, penguasa-penguasa dzalim akan bermunculan. Mungkin saja siksaan-siksaan serupa terjadi. Semoga Allah menguatkan iman kita dan keturunan kita kelak. Amin.


@Bogor, 18 Mei 2018, pukul 22.25 wib.




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!