Home » , » Kesedihan Hati - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-5)

Kesedihan Hati - RISALAH HATI (Serial Ramadhan-5)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 4, 2018


Kesedihan Hati ~ Ustadz Syahrawi Munthe


Hatinya merana, begitu pilu dan sedih yang berkepanjangan. Rasanya tak ada lagi artinya hidup di dunia. Kepergiaannya meninggalkan luka yang amat dalam, hingga tak bisa dilupakan. Kebersamaan, kebaikan, perjuangannya serta senyumnya selalu menyertai dan selalu terbayang di pelupuk mata, hingga air mata menetes deras, meratapi betapa perih atas kepergiaannya.

Demikianlah secuil cuplikan 'kesedihan hati' yang bisa dirasakan setiap orang. Bahwa ada masa seseorang akan merasakan fase kehilangan orang yang disayang dan dicintai, atau apa saja yg membuatnya bersedih. Rasululullah pun menangis pilu, larut dalam sedih saat putranya Ibrahim meninggal dunia. Demikian juga yang terjadi pada Nabi Ya'kub saat kehilangan Yusuf, saat ia mengadu kepada Allah:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku” (QS. Yusuf: 86).

Kesedihan dalam hati adalah fitrah manusia, sebab Allah memang menciptakan tertawa (krn bahagia) dan menangis (karena sedih). Allah berfirman:

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

“Dialah Allah yang menjadikan seorang tertawa dan menangis”
(QS. An-Najm/53: 43).

Islam mengajarkan kita agar tidak larut dalam kesedihan. Malu rasanya kepada Khansa binti Amru, sosok shahabiyah yang mempersembahkan anaknya sebagai syuhada. Luar biasa. Saat diberitahu bahwa anaknya gugur di medan juang, Khansa bukannya sedih tetapi mengatakan, " Alhamdulillah, yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Allah, segera menjemputku dan mempertemukan aku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya di Firdaus-Nya yang luas."

Kesedihan hati memang tak perlu dirawat lama-lama. Sebab Allah telah menyediakan 'resep' jitu untuk mengobatinya. Berada dalam agama ini saja sudah cukup menghibur setiap orang yang beriman sebab Allah telah mengangkat derajatnya. Allah berfirman:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imran/3: 139).

Di ayat lainnya, yang juga sering disampaikan oleh para ulama adalah:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”
(QS. At-Taubah/9: 40)

Kesedihan dalam hati biarlah hanya sebab karena perbuatan dosa. Penyesalan karena telah melanggar perintah Allah dan meninggalkan amal shalih, hingga mendorongnya untuk bertaubat padaNya. Sebagaimana Sabda Nabi:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَاتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَاتُهُ فَهُوَ الْمُؤْمِنُ

“Barangsiapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah seorang yang beriman” (HR. Tirmidzi).

Kesedihan dalam hati semoga terhindar dari kita semua. Islam mengajarkan kita untuk bahagia. Allah menurunkan Al Qur'an untuk manusia agar hidupnya bahagia, pun Rasululllah sdh mengajarkan doa agar terhindar dari kesedihan. Sabda Nabi:

اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن ..

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Di bulan mulia ini, berbahagialah karena engkau masih memiliki Allah, berada dalam ajaran sunnah RasulNya dan berjalan dengan Islam sebagai pedoman hidup. Berbahagilah, sebab akhir dari semua ini bukanlah di dunia, tapi di akhirat kelak. Allah takdirkan engkau berada di ramadhan ini agar bisa meraup samudera pahala untuk bekal di akhirat kelak.
Maka janganlah bersedih, bahagiakan hati dengan membaca Al Qur'an, bersedekah semampunya, dan larut dalam dzikir dan doa kepadaNya. Semoga hatimu terus bahagia hingga engkau berjumpa denganNya kelak. Amin


@Bogor, 20 Mei 2018, pukul 22 :35 wib


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!