Home » » Tanya Jawab #RamadhanSeries07

Tanya Jawab #RamadhanSeries07

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 4, 2018

No automatic alt text available.



By Ustadz Dodi AbuEl


Tanya #12
Kenapa hanya ibadah Puasa saja yang balasannya langsung dari اللّهُ Ta'ala ....?
Jawab:
Ini adalah suatu hal yang tidak dapat diungkapkan, bahkan
اللّهُ Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata, tidak didengar oleh telinga, dan tidak terlintas dalam benak manusia.
Ulama berbeda pendapat tentang makna:
فَإنَّهُ لِيْ وَأنَا أجْزِيْ بِهِ
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”

Padahal semua amal perbuatan adalah untuk اللّهُ ‘Azza wa Jalla dan Dia-lah yang akan membalasnya, sebagai berikut:
1. Di dalam puasa tidak terdapat unsur riya sebagaimana yang terjadi pada ibadah lainnya.
2. Bahwa yang dimaksud dengan “dan Aku-lah yang akan membalasnya,” adalah “Hanya Aku-lah yang mengetahui besarnya balasan orang tersebut dan berapa banyak kebaikannya dilipatgandakan. Adapun ibadah lainnya, karena ia dapat dilihat orang.”
3. Yang dimaksud dengan “dan Aku-lah yang akan membalasnya,” yaitu bahwa puasa adalah ibadah yang paling Aku cintai dan yang akan didahulukan di sisi-Ku.
4. Idhafah [penyandaran] dalam redaksi ini merupakan idhafah tasyrif [kemuliaan] dan ta’zhim [keagungan], sebagaimana misalnya Baitullah [rumah اللّهُ], meskipun seluruh masjid sebenarnya adalah milik اللّهُ".
5. Tidak membutuhkan makan dan syahwat-syahwat lainnya merupakan salah satu sifat اللّهُ ‘Azza wa Jalla. Dan karena orang yang berpuasa mendekatkan dirinya dengan salah satu sifat-Nya, maka Dia pun menyandarkan ibadah tersebut kepada diri-Nya.
6. Maksudnya sama seperti di atas, hanya saja hal tersebut sesuai dengan sifat malaikat. Karena tidak membutuhkan makan dan tidak memiliki syahwat merupakan salah satu sifat mereka.
7. Maksudnya bahwa puasa tersebut murni hanya untuk اللّهُ ‘Azza wa Jalla, dan tidak satu bagian pun dari ibadah tersebut yang ditujukan kepada sesama hamba.

al-Baidhawi rahimahullah berkata, “Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa ibadah puasa diistimewakan dengan kelebihan seperti ini.

Pertama, karena ibadah-ibadah lainnya dapat dilihat oleh manusia, berbeda dengan puasa karena ia merupakan rahasia antara hamba dan اللّهُ ‘Azza wa Jalla. Ia melakukannya dengan ikhlas dan mengerjakannya karena mengharap ridha-Nya. Hal ini ditunjukkan oleh firman اللّهُ ‘Azza wa Jalla dalam sabda beliau [hadits qudsi, yang artinya], Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku.

Kedua, karena seluruh perbuatan baik dilakukan dengan cara mengeluarkan harta atau mempergunakan fisik. Sementara puasa mencakup pengekangan hawa nafsu dan membuat fisik menjadi lemah.
Dalam ibadah puasa terdapat unsur kesabaran menahan rasa lapar, haus, dan meninggalkan syahwat.
Hal ini ditunjukkan oleh firman اللّهُ ‘Azza wa Jalla dalam sabda beliau [hadits qudsi, yang artinya], ‘Dia meninggalkan syahwatnya karena-Ku.’

Demikianlah fiqih ringkas Ramadhan Series. kita kali ini, semoga اللّهُ Ta'ala melindungi kita semua.
Nantikan Series lanjutannya.
والله تعالى أعلم والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!