Home » , » KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, September 28, 2018


Hasil gambar untuk dzulhijjah
Rekap Kajian Online HA Ummi G6
Hari, Tgl: Senin, 06 Agustus 2018 
Materi: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Dan Amalan Yang Disyariatkan
Nara Sumber: Ustadz Jumadi
Waktu Kajian: 09.00 - selesai
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖



Oleh Akhuukum Fillaah :
Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi

بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ


Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلىليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”


MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

_“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”_

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

_“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih]_

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut
Sebagaimana firman Allah Ta’ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28]

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad]

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185]

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي

Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya. [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi]

5. Banyak Beramal Shalih
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi]

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي

Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196]

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Fotenote:
Di ambil dari tulisan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin


Wallaahu A'lam Bish-Showwaab...
Wallaahu Waliyyut Taufiq.

Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita diatas sunnah Nabi Shollallaahu 'Alaihi Wa Sallaam dan Tidak berbicara agama dengan menggunakan Akal dan Hawa Nafsu melainkan dengan Dalil Yang Shohih.

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك


┈┈┈┈✿✿⊱┈┈┈┈

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB

T: Izin bertanya ustadz tentang berkurban. Jika seseorang berniat berkurban, uang sudah cukup dan akan di setorkan pada panitia, tapi ada saudara yang berniat meminjam uang tersebut untuk suatu keperluan, apakah yang berniat berkurban akan mendapat pahala kurban atau tidak?
J: Bismillah. Kurban adalah amalan yang paling utama khususnya pada bulan Dzulhijjah dibandingkan dengan amalan lainnnya. Sedangkan memberikan pinjaman adalah amalan yang memiliki keutamaan besar sepanjang waktu. Jika orang yang akan meminjam tersebut mempunyai kebutuhan yang sangat mendesak, maka ibadah kurban bisa ditunda untuk memberikan pinjaman kepada orang tersebut dan in sya Allah dia akan mendapatkan pahala besar di dunia dan akhirat kelak. Wallahu a'lam.


T: Assalamu'alaykum ustadz, berkenaan dengan point 5. Amalan membaca Al Quran, bagaimana hukumnya jika membaca Alquran tapi tidak sadar atau  khilaf tajwid dan makhrojnya salah ustadz?
J: Jika kesalahan terjadi bukan karena kesengajaan maka tidak menyebabkan dosa. Namun perlu diingat, bahwa ketika seseorang hendak membaca kitabullah, harusnya memperhatikan adab-adab yang telah diajarkan para ulama, di antaranya adalah membaca ta'awudz, doa perlindungan dari syaitan, dan adab lainnya. Wallahu alam.


T: Ijin bertanya, jika ada orang yang ingin berkurban di usia senja, padahal dulu setelah beliau dilahirkan belum pernah di aqiqah oleh orangtuanya sampai beliau tua. Apa yang hrs dilakukan, kurban atau aqiqah?
J: Dalam masalah ini terdapat khilaf di kalangan ulama, ada yang berpendapat aqiqah tidak sah dan ada yang berpendapat aqiqah dan kurban dapat diniatkan secara bersamaan. Masing-masing pendapat mempunyai dalilnya. Namun bila keadaan seperti di atas maka tidak mengapa menggabungkan antara niat berkurban dan niat melaksanakan aqiqah. Wallahu a'lam.


T: Assalaamu'alaikuum ustadz, saya ingin bertanya, ini kali pertama saya berkurban, ikut program salah satu lembaga yang ada qurban progressif, apakah itu sudah terhitung berkurban njih? kemudian untuk niat tersebut berarti harus melakukan point 8 ya?
J: Iya sah ibadah kurbannya selama berniat pada saat membeli hewan kurban atau menyetorkan uang kepada panitia khusus atau lembaga yang menangani penyelenggaraan ibadah kurban. Wallahu a'lam.


T: Sedikit di luar tema, ada beberapa mahasiswa sedang praktek lapangan, dengan beternak ayam, bolehkah perempuan yang memotong ayam lalu di perjual belikan, apakah hukumnya halal buat di makan?
J: Halal dan rasa daging lebih lembut.


T: Kalau yang motong perempuan, bisa lebih lembut? Benerankah ustadz? Baru dengar.
J: Mungkin karena kelembutan yang menjadi tabiat dasar wanita berimbas ke daging ayamnya. Meskipun seorang waria yang potong tetap halal selama membaca bismillah dan tidak mempersembahkan sembelihan tersebut untuk selain Allah SWT.


T: Afwan ustadz mau bertanya sedikit di luar tema. Boleh tidak kita membaca surah tertentu hanya beberapa ayat saja yang kita hafal dalam sholat wajib? Setelah alfatihah ustadz?
J: Bisa dan sah.


T: Afwan menyimpang dari tema, bagaimana jika seorang ikhwan yang sudah beristri, dan juga sudah punya anak, tapi tidak menjadi imam bagi keluarganya, maksudnya dalam hal ibadah, bagaimana cara menasihatinya? Jika dinasihati hanya numpang lewat ditelinganya.
J: Jika anda merasa kurang terampil atau takut menyinggung perasaan suami atau salah dalam berucap saat akan menasehati suami, maka doa adalah jalan keluar. Do'akan suami anda supaya Allah membuka hatinya untuk menerima nasehat dan merubah keadaannya menjadi hamba Allah yang taat.


T: Assalamualaikum izin bertanya Ustadz, bagaimana menyikapi orang yang tiba-tiba blokir nomor kita, padahal kita tidak berbuat apapun kepada dia. Bukankah sama saja memutus tali silaturahmi? Mohon penjelasannya ustadz. Terima kasih ustadz.
J: Jika memang benar apa yang anda katakan bahwa seseorang memutuskan tali persahabatan dengan anda tanpa sebab apapun, maka bersikap sabarlah dan do'akanlah kebaikan untuknya. Bersabar terhadap sesuatu yang tidak disukai lalu berdoa kebaikan adalah solusi terbaik bagi anda.


T: Nah kebetulan ada yang tanya lagi tapi mohon maaf di luar tema. Bulan ramadhan kemaren ada yang sakit sampai meninggal dunia di bulan Ramadhan. Kalau engga salah pertengahan Ramadhan meninggalnya. Puasanya harus diganti fidyahkah? Apa boleh puasanya diqodho oleh ibu tirinya jika tidak membayar fidyah. Terima kasih.
J: Orang yang meninggal dunia dalam keadaan berpuasa Ramadhan/wajib tanpa meninggalkan hutang puasa di tahun sebelumnya dan masih menyisakan separuh bulan Ramadhan sebelum akhirnya meninggal dunia tidak perlu diqhodha oleh walinya. Berbeda dengan keadaan orang yang meninggal dalam keadaan masih memiliki hutang puasa termasuk puasa nadzar, dia wajib di qodho oleh walinya karena pada berhutang puasa dia masih dalam kondisi hidup namun terhalang oleh udzur syar'i. Wallahu a'lam.



•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!