Home » , , » Kitab Suci mu, Sudahkah Kau Mengenalnya..????

Kitab Suci mu, Sudahkah Kau Mengenalnya..????

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Sunday, September 2, 2018


Hasil gambar untuk al quran image
Rekap Kajian Online HA Ummi G3
Hari/Tgl: Kamis, 12 Juli 2018
Materi: Kitab Suci mu, Sudahkah Kau Mengenalnya..????
NaraSumber  : Ustadzah Malik
Waktu Kajian : 14.00 WIB
Editor: Sapta
======================




Akhwatifillah  Rahimakumullah

Al-Quran merupakan kitab yang telah memberikan pengaruh yang begitu luas dan mendalam terhadap jiwa manusia.

Bagi kaum muslimin al-Quran adalah wahyu dari Allah Swt.

Al-Quran merupakan dasar keyakinan keagamaan, keibadatan, sumber dari segala sumber hukum dan pembimbing tingkah laku bermasyarakat dan individu.

Imam al-Ghazaii menjelaskan bahwa makna-makna al-Quran yang bertalian dengan ketuhanan itulah yang laksana mutiara dan permata. Dan mutiara al-Qur'an yang paling tinggi kualitasnya ialah makna tentang Dzat Rabb semesta alam, kemudian diikuti dengan makna tentang sifat-sifat-Nya, dan tentang aneka perbuatan-Nya.

Menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin mengatakan bahwa seluruh cabang ilmu pengetahuan yang terdahulu dan yang akan datang yang telah diketahui maupun yang belum, bersumber dari al-Quran al-Karim.

Secara keseluruhan, isi al-Quran dapat diklasifikasikan ke dalam tiga pembahasan pokok, yaitu:

1. Pembahasan mengenai prinsip-prinsip akidah (keimanan),
2. Pembahasan yang menyangkut prinsip-prinsip ibadah, dan
3. Pembahasan yang berkenaan dengan prinsip-prinsip syariat.


Pengertian Al-Qur'an

Sebagai Kalamullah
Kalam (perkataan) Allah Swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. Al-Qur'an sebagai kitab Allah Swt menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam dan berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Al-Qur'an menurut bahasa berarti “Bacaan”. Di dalam al-Qur'an sendiri ada pemakaian kata “quran” dalam arti demikian sebagai tersebut dalam ayat 17-18 surat 75 Al-Qiyamah (ensiklopedi Islam): Artinya: (17) “Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (18)

Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.”
Al-Qu'an memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan aqidah, syari'ah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar-dasar prinsipil mengenai persoalan-persoalan tersebut; dan Allah Swt menugaskan rasul Saw, untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar itu: Kami telah turunkan kepadamu al-Dzikr (al-Qur'an) untuk kamu terangkan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir. (Q.S.16:44)

Al-Qur'an diturunkan untuk menjadi pegangan bagi mereka, yang ingin mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Tidak diturunkan hanya untuk suatu umat atau untuk suatu abad, tetapi untuk seluruh umat manusia dan untuk sepanjang masa, karena itu luas ajaraan-ajarannya adalah sama dengan luasnya umat manusia. Ajaran-ajaranya begitu luas serta ditujukan kepada umat manusia dalam peri kehidupan yang bagaimanapun juga, kepada kaum yang masih keadaan primitif maupun kepada kaum yang telah mencapai peradaban dan kebudayaan yang tinggi, bagi seorang pertapa, orang yang tidak begitu mengindahkan harta, maupun bagi seorang usahawan orang yang kaya maupum yang miskin, yang pandai maupun yang bodoh, untuk seluruh golongan masyarakat meliputi segala lapangan kegiatan manusia.

Pada periode pertama sejarah pembukuan Al-Qur'an dapat dikatakan bahwa setiap ayat yang diturunkan kepada Rasulullah Saw selain beliau hafal sendiri juga dihafal dan dicatat oleh para sahabat. Dengan cara tersebut Al-Qur'an terpelihara di dalam dada dan ingatan Rasulullah Saw beserta para sahabatnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Qiyamah 17 :
Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai,) membacanya.

Ayat di atas memeberikan petunjuk kepada kita bahwa al-qur'an itu dijamin kemurniannya dan terpelihara serta terkumpul dengan baik sejak saat turunnya sampai sekarang ini. Pengumpulan ayat Al-Qur'an ini dibantu oleh para sahabat, setiap ayat turun langsung dicatat pada pelepah kurma, kulit binatang, bahkan pada tulang-belulang hewan.

Sahabat

Kelompok pencatat Al-Qur'an ini cukup banyak, sebagaimana diriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi :
Artinya :
Ambillah (pelajarilah) Al-Qur'an itu dari tempat orang (sahabatku): Abdullah ibnu Mas'ud, Salim, Muadz ibnu Jabal dan Ubay bin Kaab. (H.R Bukhari).

Tugas mencatat wahyu itu telah selesai semuanya menjelang wafatnya Rasulullah Saw. Semua naskah yang berserakan itu telah terkumpul dan terpelihara dengan baik, akan tetapi belum disusun dalam satu mushaf.
Pada waktu Abu Bakar diangkat menjadi khalifah beliau segera memerintahkan agar naskah yang tersimpan di rumah Rasulullah Saw disalin dan disusun kembali. Pekerjaan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah yang mengakibatkan meninggalnya 70 orang penghafal Al-Qur'an, dan setelah musailamah Al-Kazzab sebagai Nabi palsu dihancurkan.

Gagasan mengumpulkan Al-Qur'an pada masa itu adalah dari sahabat Umar ibnu Khattab. Umar merasa khawatir akan hilangnya sebagian Al-Qur'an dari penghafalnya yang telah gugur dalam pertempuran.
Demikianlah khalifah Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit, penulis suhuf-suhuf di zaman Rasulullah Saw untuk mengumpulkan suhuf-suhuf Al-Qur'an baik yang terdapat pada pelepah kurma, tulang hewan maupun dari para penghafal Al-Qur'an yang masih hidup.

Dengan demikian kaum muslimin pada saat itu sepakat meyakini, bahwa mushaf Abu Bakar adalah mushaf Al-Qur'an yang sahih yang diakui oleh semua sahabat tanpa ada yang membantah.

Pada masa Umar bin Khattab tidak ada lagi kegiatan dalam rangka mengumpulkan A1-Qur'an oleh karena itu pada masa ini Khalifah Umar menitik beratkan kegiatannya pada penyiaran agama Islam.
Pada masa Khalifah Usman bin Affan wilayah kekuasaan Islam sudah semakin luas, oleh sebab itu semakin beraneka ragam pula bangsa-bangsa bukan Arab yang memeluk Agama Islam.

Maka timbul lagi persoalan yang berhubungan dengan kitab suci Al-Qur'an Salah seorang sahabat yang bernama Hudzaifah ibnu Yaman yang baru pulang dari pertempuran. melaporkan kepada Khalifah Usman bahwa timbul perbedaan pendapat tentang qiraat (bacaan) Al-Qur'an di kalangan kaum muslimin, bahwa setiap kabilah mengaku bacaannya adalah Yang paling baik dibanding bacaan kabilah yang lain.

Hudzaifah mengusulkan kepada khalifah agar segera diambil kebijaksanaan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan tersebut, sebelum terjadi pertengkaran tentang kitab suci Al Qur'an di antara mereka seperti yang terjadi pada orang Yahudi dan Nasrani tentang Taurat dan Injil.

Usul itu segera diterima Khalifah Usman segera mengirim utusan untuk meminta mushaf kepada Hafsah yang disimpan di rumahnya untuk disalin (diperbanyak). Untuk memperbanyak mushaf ini kembli khalifah Usman menunjuk Zaid sebagai ketuanya dengan anggota-anggotanya Abdullah bin Zubair. Said ibnu Ash dan Abdurahman bin Harits.

Setelah selesai memperbanyak mushaf, maka Usman menyerahkan kembali mushaf yang asli kepada Hafsah. Kemudian lima mushaf lainnya dikirim kepada penguasa di Mekah, Kuffah, Basrah dan Suriah, dan salah satunya dipegang oleh Khalifah Usman bin Affan sendiri.

Demikianlah sejak saat itu mushaf Al Qur'an tersebut dinamai mushaf al Imam atau lebih dikenal dengan mushhaf Utsmany, karena disalin pada masa khalifah Usman bin Affan. Dan mushaf Ustmany inilah yang sampai di tangan kita pada hari ini.

Allah Swt berfirman :
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr : 9)

Sahabat yang semoga dicintai Allah Swt

Jika kita memperhatikan sejarah proses penghafalan, pencatatan, pengumpulan serta pembukuan Al-Qur'an dari masa Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam sampai pada masa sahabat di atas dan dikorelasikan dengan ayat Allah dalam surat Al-Hijr:9 tersebut di atas, menunjukkan bahwa proses tersebut adalah manifestasi dari janji Allah Swt dalam memelihara Al-Qur'an dan tentunya orang-orang yang terlibat dalam proses ini di awal-awal Islam adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah Swt sebagai alat pemelihara kitab yang diturunkan-Nya melalui Rasul-Nya yang kemudian tugas yang mereka emban adalah menyampaikannya ke seluruh pelosok dunia dan generasi berikutnya.

Suatu hal yang teramat terang benderang bahwa Allah Swt telah memberikan sifat keadilan kepada orang-orang tersebut dalam menyampaikan/mentransfer Al-Qur'an ini ke generasi berikutnya. Yang perlu digarisbawahi juga bahwa Allah Swt bukan hanya memelihara lafaz-lafaz Al-Qur'an tetapi juga memelihara makna-makna yang terkandung di dalamnya yang telah dijabarkan melalui lisan Rasul-Nya dan telah disampaikan juga oleh para sahabat ke generasi berikutnya dengan adil.

Antithesis-nya adalah jika ada orang yang pada hari ini masih meragukan keadilan generasi awal Islam dalam menyampaikan risalah langit ini ke generasi berikutnya maka mereka telah menentang fakta, akal sehat dan ayat-ayat yang terang benderang sehingga perlu dipertanyakan keislaman mereka.

Jika ada orang yang pada hari ini berkeyakinan bahwa sebagian mereka para sahabat adalah perampas hak kekhalifahan karena menurut mereka kekhalilafahan adalah wasiat Allah Swt dan Rasul-Nya hanya untuk Ali radhiyallahu ‘anhu semata sepeninggal Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam maka berarti orang-orang ini telah menuduh mereka yang telah dilibatkan Allah Swt dalam proses pengumpulan dan pengkodifikasian Al-Qur'an (Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum) sebagai orang-orang yang fajir, tidak jujur, tidak adil dan berkhianat terhadap wasiat Allah Swt dan Rasul-Nya karena mereka-lah yang menjabat kekhalifahan sepeninggal Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam.

Dari sini saja kita bisa menilai bahwa tuduhan mereka ini adalah absurd, penuh kontradiksi dan bertentangan dengan fakta yang ada.

Justru atas kehendak Allah Swt ketiga sahabat tersebut sepeninggal Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam terpilih menjabat sebagai khalifah yang mempunyai wewenang pengambilan keputusan dan salah satu keputusan yang paling besar yang mereka telah ambil atas petunjuk Allah adalah keputusan untuk mengumpulkan dan mengkofikasi Al-Qur'an dalam satu mushaf di masa pemerintahan mereka sehingga Al-Qur'an pun terpelihara dan janji Allah Swt pun terpenuhi.


Proses turunnya Al Qur'an


Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Saw melalui beberapa cara, antara lain sebagai berikut:

1. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Saw tanpa memperlihatkan wujudnya

2. Malaikat Jibril menampakkan dirinya kepada Nabi Saw sebagai seorang laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapannya, sehingga Nabi cepat mengetahui dan menghafal ayat-ayat yang disampaikannya.

3. Wahyu turun kepada Nabi Saw seperti bunyi gemerincing lonceng. Menurut Nabi Saw suara inilah yang sangat berat dirasakan sehingga Nabi Saw mencucurkan keringat, meskipun wahyu itu turun di musim dingin

4. Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli, seperti dinyatakan dalam surat an-Najm ayat 13 dan 14.Dengan cara lain, dari segi turunnya, Al-Qur'an disampaikan melalui Malaikat Jibril yang terpercaya (al-Ruh al-Amin).

Dengan demikian jika ada wahyu Allah Swt yang langsung disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw, tanpa perantaraan Malaikat Jibril, seperti hadits Qudsi. (hadis yang lafalnya dari Rasulullah Saw dan maknanya dari Allah Swt) tidaklah termasuk Al-Qur'an. Atau mungkin wahyu-wahyu lainnya yang tidak tertulis yang disampaikan Tuhan kepada manusia.

Menurut Manna' al-Qattan dalam kitabnya yang berjudul Mabahits Fi Ulum al-Quran, al-Quran sendiri diberi berbagai nama oleh Allah Swt Sebagaaimana diabadikan dalam al-Qur'an.
(QS. Al-Isra :9)

Penjelasan yang Sempurna

Di dalam Alquran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan berbagai sisi dalam kehidupan kita. Mulai dari tauhid, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji, dan lain-lain.

" Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana, Mahateliti."
(Q. S. Hud:1)

" Alif Lam Ra. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur`an yang memberi penjelasan."
(Q. S.Al-Hijr: 1)

Jauh sebelum dunia kedokteran modern seperti sekarang ini, 14 abad yang lalu Allah telah dengan jelas memberikan kita pengetahuan tentang penciptaan manusia di dalam surat Al-Hajj: 5.

Dari setetes mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, lalu ditempatkan di rahim hingga akhirnya dilahirkan. Allah Swt juga mengatur dengan adil hukum-hukum harta warisan didalam surat An-Nisa. Ketika kita membuka surat Ar-Rahman, kita akan mendapati penjelasan yang sempurna bahwasannya sungguh benar Allah Swt Maha Pencipta dengan segala semua ciptaan-Nya ini. Maha Besar dengan segala kekuasaan-Nya. Maha Penyayang dan Pemelihara. Senantiasa menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezeki. Tentunya masih banyak lagi surat-surat di dalam Alquran yang memberikan penjelasan yang bermanfaat bagi kita.


Pemberi Peringatan

Akan tiba masanya saat janji-janji Allah Swt menjadi nyata. Sungguh benar, akan datang masa yang sekarang masih gaib bagi kita menjadi sebuah kenyataan. Hal bahwa kenyataan yang jelas itu pasti terjadi diyakini oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, yaitu hari ketika kita berada di alam barzah, hari ketika kita dibangkitkan berkumpul di padang masyar, hari ketika mendapat balasan surga-Nya yang penuh kenikmatan, atau bahkan neraka-Nya yang amat pedih.

" Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Alquran) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang baik. _Mereka akan kekal didalamnya untuk selama-lamanya". 
(Q. S.Al-Kahf : 1-3) 

Sungguh Maha Penyayang Allah Swt pada setiap hamba-Nya. Jauh sebelum masa-masa ghaib itu menjadi nyata bagi kita, dengan kitab suci Alqur'an ini kita diingatkan, dibimbing dan diarahkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang disukai Allah Swt.

Kebaikan yang berbuah pahala dan nanti akan kembali bagi diri kita sendiri, insyaAllah surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan. Allah Swt pasti menepati segala janji-janji-Nya.

Mengetahui Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa

Dengan Alqur'an ini Allah Swt mengabarkan kepada kita bahwa Dialah Tuhan Yang Satu. Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian bersemayam di `Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Yang Maha Pemberi Rezeki dan Maha Pemelihara. Ketika umat nasrani menduakan Allah, menjadikan nabi Isa sebagai Tuhan mereka, dengan tegas Allah Swt membantah dalam surat Al-Ikhlas. Tentunya bagi kita orang yang beriman, tidak akan ada keraguan sedikit pun di hati tentang hal ini. Dialah Tuhan yang satu, tempat kita bergantung dan meminta pertolongan.

"  ..........., Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy (singgasana) yang agung ".
(Q. S. At-Taubah: 129)

" Dan katakanlah," Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya ".
(Q.S Al- Isra`: 111)

Pembelajaran Bagi Orang Yang Berakal

" ...Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, " Kami beriman kepadanya (Al-Qur`an), semuanya dari sisi Tuhan kami". Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal".
(Q. S. Ali Imran: 7)

" Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman".
(QS. Al-Ankabut: 51)
Maha Adil Allah Swt dengan segala Rahmat-Nya

Alqur'an ini diturunkan bagi orang-orang yang berakal dan mau mengambil pelajaran dan kita semua manusia adalah makhluk yang berakal. Tidak terbatas pada muda atau tua, kaya atau miskin, lelaki atau perempuan. Alqur'an ini untuk semua hamba-Nya, maka kita gunakan rahmat dari Allah Swt ini berupa akal untuk memikirkan dan mengambil hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, Alqur'an akan semakin mempertebal keimanan dan kecintaan kita kepada Allah Swt.

Semoga bisa menjadi bahan perenungan bagi kita semua....


Wallahu a'lam bish showab


Dari berbagai sumber
==============

Tanya Jawab


T: Afwan bunda.. ijin bertanya. Di jaman sekarang banyak bermunculan hafist2 kecil maupun dewasa.. dijaman saya kecil tahun 80an hampir tidak Ada berita tentang penghafal Al Quran.. Menurut bunda apakah itu suatu kemajuan di bidang Islam atau hanya sebuah trend?
J: Alhamdulillah... Mudah-mudahan bukan hanya trend tapi memang kesadaran dari para orangtua dan masyarakat akan pentingnya dekat al qur an untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.


T: Jika seusia saya yang jelita ini sudah berusaha menghafal pun banyak gangguannya. Bagaimana jika saya berusaha tapi tidak hafal-hafal kemudian maut menjemput? Afwan bunda atas pertanyaan saya yang fakir ilmu ini
J: Tetaplah berusaha menghapal dan istiqomah insyaAllah ada kemudahan untuk selalu membersamai al qur an.


T: Benarkah jika seseorang menghafal Al-Qur'an, dengan niat memang menghafal, kemudian hafal, namun kemudian lupa (hilang) lagi hafalannya, akan berdosa, dan peroleh hukuman untuk dosanya yang lupa akan hafalannya?
J: Sayang ku...teruslah membersamai al qur’an hingga engkau mampu mendakwahkannya menegakkannya selain membaca dan menghapal juga mentadabburi dan memahaminya....menjaga hapalan dengan memurojaah dan pahamilah urgensinya insyaAllah akan menjadi motivasi dalam mbersamai al qur an. Wallahu alam


T:  Saya pernah datang di sebuah kajian, ustadzahnya menyebutkan bahwa Al-Qur'an sebenarnya itu ada di langit bersama Allah. Yang di tangan kita ini hanyalah sebuah tulisan. Hanya fisik yang tidak menimbulkan mudhorot apa apa. Ini hanya catatan agar kita bisa membacanya. Jadi tidak masalah kita menaruh barang di atas Al-Qur'an, membuangnya ketika sudah tidak terpakai. Intinya memperlakukan Al-Qur'an seperti halnya kertas lain.
Mohon pencerahannya Ustadzah. Terimakasih
J: Sayang ku, Al qur’an adalah kalamullah perkataan Allah sebagai pedoman hidup kita...dalam berinteraksi dengannya ada adab-adabnya untuk kita mengagungkan alqur an...wallahu alam.




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

2 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!