Home » , , » 8 JENIS REZEKI

8 JENIS REZEKI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 23, 2018


Hasil gambar untuk rezeki
Kajian Online HA Ummi Link G1-G6
Hari/Tgl: Rabu, 27 September 2018
Materi: Rezeki
NaraSumber: Ustadz Robin
Waktu Kajian : 09.00 -11.00 wib
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖




8 JENIS REZEKI


1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya." (Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha.

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.” (Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya." (Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Surah Al-Baqarah : 245).


2 Prinsip Utama tentang Rezeki

1. Rezeki itu bukan sekedar gaji, rumah, kendaraan dan berbagai bentuk materi lainnya. Betapa banyak mereka yang gajinya besar, rumahnya besar, kendaraannya banyak, tapi sakit2an, anak jadi berandalan, suami selingkuh, sholat susah, haji ga pernah. Hilang semua berkah.

2. Manusia tidak akan mati sebelum rezekinya habis diterima semua. Apakah diterima habis melalui cara yang haram, ataupun cara yang halal.

Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).


Wallahu a`lam
Wallahul musta`an

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA -JAWAB


TJ - G6

T: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُUstadz ijin bertanya. Poin 2 prinsip utama rezeki. Seorang hamba akan mati hingga benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, ini bila bayi pun berpulang itu sudah cukup rezeki yang diterimanya ya ustadz? Atau berlaku untuk kedua orang tuanya dirasa cukup rezekinya. Mohon pencerahan ustadz.
J: Rezeki bayi itu yang dicukupkan. Kalau dia meninggal dunia, maka rezekinya habis. Kalau ia hidup, rezekinya bisa disalurkan via orangtuanya. Allahu a`lam

=======
TJ - G1

T: Afwan ustadz. Rasa susah sedih bahagia juga rezeki yang Allah beri pada hati kita ya, saat sedih, futur banyak melanda ustadz, sedangkan disaat gembira kita lupa. Bagaimana mengendalikan qolbun Kita supaya selalu ingat pemberian Allah tersebut ustadz?
J: Berusaha khusyu saat sholat. Sholat itu dzikir. Dzikir itu ingat. Sehari minimal 5x ingat Allah. Kalau pun lagi haid, tetap usahakan saat adzan duduk berzikir sebentar. Itung dosa, itung nikmat, dll


=======
TJ - G3

T: Izin bertanya ustadz. Di atas disebut rezeki karena menikah. Ada yang bilang anak/istri membawa rezeki. Sebagai contoh, suami setelah menikah dengan wanita lain baru terbuka pintu rezekinya. Atau sejak anak ini lahir, lancar usaha ayahnya. Benarkah seperti itu ustadz? Mohon penjelasannya.
J: Ya. anak bawa rezekinya sendiri. Istri juga bawa rezekinya sendiri. Jalannya bisa saja lewat ayahnya, atau lewat suaminya. Sebenarnya sih jatah anak atau istrinya. Cuma terbuka ketika lahir atau nikah.

T: Afwan ustadz, sekarang kan sedang digalakkan bangkitnya perekonomian ummat. Seandainya kami ada keperluan membeli barang-barang, sudah berikhtiar ke islamic mart (yang notabene lokasi lebih jauh otomatis ada ongkos lebih yang harus dikeluarkan), ternyata yang kami butuhkan tidak ada, ujung-ujungnya kembali belanja pada toko naga. Bagaimana kami menyikapinya ustadz, sehingga tidak 'merasa' bersalah memperkaya naga-naga yang sudah besar?
J: Ikhtiar sesuai kemampuan, kalau tidak ada barangnya masa tidak beli di mana-mana. Kalau itu barang kebutuhan, ya kan tetap harus beli. Kecuali cuma masalah merk. Biasa pake merk sabun A, ternyata tidak ada di toko muslim, adanya merk B. Ya beli merk B saja selama kulit kita tidak punya kebutuhan khusus terhada merk A. Intinya, Islam mengajak kita untuk logis. Sebisa mungkin beli ke muslim, kalau tidak ada pilihan muslim, ya gapapa ke non muslim. Usahanya yang pentingnya.

T: Ustadz, barusan saya ditawari teman tabungan pendidikan dan tabungan umroh berbasis syariah. Tapi selain tabungan kita dapat keuntungan yaitu asuransi jiwa dll. Itu boleh tidak? khawatir riba?
J: Dicek saja hitam di atas putihnya seperti apa. Akad tabungannya apa. Kalau akadnya titipan, maka menjanjikan hadiah di depan hukumnya tidak boleh. Allahu a`lam. Bisa juga bunda tanyakan ke pegawai bank syariahnya; "setahu saya dlm syariah tdk boleh menjanjikan hadiah di depan, apakah produk ini sudah melewati persetujuan dewan pengawas syariah?"

T: Assalamualaikum, bertanya ustadz, apakah termasuk Rizki yang dijamin oleh Allah ketika orangtua sudah sakit dan tidak mampu bekerja, kemudian anak-anaknya bekerja sama memenuhi kebutuhan orang tersebut?
J: Waalaykumussalam. Bisa jadi. Atau karena kesholihan orangtua dalam mendidik anaknya ketika kecil sehingga anak-anak menjadi berbakti kepada orangtuanya.

T: Izin bertanya ustadz menyambung pertanyaan no 3, apakah ada dalam Islam menyatakan bahwa rejeki suami untuk menghidupi keluarga ada di rejeki istri, misalnya ketika setelah menikah istri bisa bekerja mapan sedangkan suami belum? Dan suami sudah bisa menganggap bahwa uang yang dikasih istri untuk keluarga sudah bisa dianggap nafkah dari nya juga? Kemudian bagaimana dengan kewajiban suami membantu ibunya, apakah sudah wajib? Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sebagian besar masih ditalangi istri? Apakah ada hak ibu di harta istri tersebut dan suami bisa memberikan ke ibunya? Afwan Ustadz
J: Rezeki bisa terbuka jalannya melalui adanya istri. Namun kewajiban ikhtiar tetap ada pada suami. Harta hasil kerja istri adalah milik istri, terserah istri, suami tidak berhak. Nafkah keluarga kewajiban suami. Bukan istri. Kewajiban wajib dikerjakan sekuat tenaga. Termasuk menafkahi ibu kandung. Tapiiiiii, hati-hatilah bunda yang berpenghasilan. Apalagi melebihi suami. Jaga perasaan suami. Pria itu pridenya tinggi. Menafkahi itu karakter dasar pria, bukan dinafkahi. Beberapa kasus perceraian dan rumah tangga terjadi karena ketimpangan ekonomi antara suami dan istri.
Di antara solusinya adalah bantu suami agar mandiri dan berdikari. Bukan sekedar disuruh-suruh kerja, emang bunda ibunya? hehe. Bangun cinta lebih baik, ajak dekat dengan Allah. Berikan nasihat dengan selembut-lembutnya, sambil perbanyak istighfar. Jangan-jangan dosa kita di masa lalu yang menyebabkan pasangan hidup kita juga gitu-gitu saja sifatnya.



=======
TJ - G4

T: Ijin bertanya ustadz. Jika usaha apapun yang seseorang jalankan selalu rugi, bangkrut, apakah berkenaan dengan dosa yang diperbuat? usaha apapun jatuh, hingga hutang menumpuk.
J: Allahu a`lam. Yang pasti banyak istighfar dan terus ikhtiar.

T: Ijin bertanya ustadz. Apa hubungan antara rezeki yang telah ditakdirkan dan usaha manusia?
J: Masakan sudah siap di meja makan, si anak goler-goler saja di kamar, ya ga dapet makan. Kadang ada sih yang bawain makanan ke kamar, kalau misalnya si anak lagi sibuk ngerjain PR, atau tugas sekolah, atau lagi ngapalin quran. Si Ibu bakal dengan senang hati nganterin ke kamar. Tapi kalau di kamar cuma main game, goler-goler, paling diteriakin saja; "Makanan dah siap, buruan makan, atau ibu matiin gamenya!"

T: Ustadz apakah rejeki karena istighfar hanya untuk meminta hujan?
J: Tidak. Bisa untuk berbagai hal, dan sangat luas, seluas makna rezeki itu sendiri.


=======
TJ - G2

T: Ustadz afwan jika seseoarang meninggal apakah itu boleh kita artikan kalau rejekinya sudah habis di terima semua?
J: Ya

T: Ustadz berarti kita boleh berharap dapat rezeki karena kita bersedekah?
J: Boleh. Sedekah ikhlas karena Allah. Ikhlas itu artinya berharap hanya kepada Allah. Ya rizki kita memang dari Allah, bukan yang lain.



=======
TJ - G5

T: Tanya ustadz. Bagaimana membersihkan rizki yang pernah didapat dengan cara haram dan tercampur dengan yang halal saat seseorang belum hijrah dahulu. Apakah cukup dengan bertaubat? afwan.
J: selain taubat, bisa ditambah dengan banyak sedekah.

T: Ijin bertanya ustadz. Jika suatu usaha diawali dengan modal hutang, dan ternyata terjerumus dengan hutang sampai sekarang, apakah benar hutang itu menutup pintu rezeki, mematikan rezeki anak keturunan Kita?
J: anak keturunan punya rezekinya sendiri. Utang hukumnya boleh, yang dosa besar itu riba. Kalau terjerumus utang riba, segera bertaubat dan jangan diulangi. Insya Allah terbuka jalan rezeki yang halal.

T: Mohon izin bertanya ustadz, jadi kalau KB itu tidak boleh ya, karena menentang poin 7? Tapi kalau ikut KB dengan alasan takut anak tidak keurus karena orangtua bekerja.
J: KB boleh asal alasannya bukan takut anak tidak bisa hidup kurang rezeki. Ulama berbeda pendapat tentang KB. Saya pribadi ikut yang membolehkan dengan maksud manajemen keluarga dll. Bukan karena takut si anak hidup susah tidak dapat rizki.



•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!