Home » , , » Hikmah Musibah

Hikmah Musibah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, October 19, 2018


Hasil gambar untuk image
Rekap Kajian Online HA Ummi G1 & G4
Hari/Tgl: Selasa, 4 September 2018 
Materi: Hikmah Musibah
Narasumber: Ustadz Kaspin
Waktu Kajian: 16.00 - 19.51
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖





Tidaklah Allah swt. menciptakan peristiwa, atau kejadian sesuatu yang sia-sia. Manusia dianjurkan untuk merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi yang Allah swt. berikan kepadanya; penglihatan, pendengaran, hati, panca indra yang lain agar difungsikan untuk merenung hikmah dibalik peristiwa.

ﻗُﻞْ ﺳِﻴﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺽِ ﺛُﻢَّ ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﻛَﻴْﻒَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺎﻗِﺒَﺔُ ﺍﻟْﻤُﻜَﺬِّﺑِﻴﻦَ ‏( 11 )

11. Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” QS. Al-An’am:11

Ayat yang senada seperti di atas sangatlah banyak dalam Al-Qur’an. Dengan redaksi yang beragam, tapi kesimpulannya adalah satu, menggunakan pemberian Allah untuk merenung dan mengambil pelajaran yang sangat berharga dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi silih berganti ini. Ada beberapa rahasia dibalik musibah dan bencana yang selama ini terjadi bahwa:

Pertama, Allah Penentu Kehidupan, Dzat yang Maha Perkasa.

Bahwa dibalik kehidupan ini ada yang punya, ada yang mengatur. Dialah Allah Rabbul Izzah, Tuhan yang memiliki kemuliaan dan keperkasaan. Di Genggaman-Nya lah semua kehidupan ini dikendalikan. Allah hanya butuh berkata “Kun Fayakun, terjadi! maka terjadilah” . Allah memiliki nama-nama, di antaranya; Al-Khaliq –Pencipta-, Al-Muhaimin –Yang Mengatur-, Al-Muhyi –Yang Menghidupkan-, Al-Mumit –Yang Mematikan-, Adh-Dhaar –Yang Memberi Madharat-, An-Nafi’ –Yang memberi Manfaat-, dst.

Manusia tidak bisa mengatur-atur. Manusia tidak mungkin bilang “hai merapi, berhenti meletus… dst”, sebagaimana yang kita dengar dari pusat ahli vulkanologi dan mitigasi bencana. Allah swt. punya kehendak-Nya sendiri, bahkan Kehendak itu sudah ditulis semenjak zaman azali . Allah swt. berfirman:

ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺏَ ﻣِﻦْ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻟَﺎ ﻓِﻲ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞِ ﺃَﻥْ ﻧَﺒْﺮَﺃَﻫَﺎ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺴِﻴﺮٌ ‏ 22)

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.

 Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” Al-Hadid/57:22

Perhatikan potongan akhir ayat akhir di atas

“Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah”

ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺎﺻﻢ ، ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﺤﺴﻦ ، ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﻣﺮﺿﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻣﺎﺕ ﻓﻴﻪ : ‏« ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻗﺪﺭ ﺃﺟﻼ ، ﻭﻗﺪﺭ ﻣﺼﻴﺒﺔ ، ﻭﻗﺪﺭ ﻣﻌﺎﻓﺎﺓ ، ﻭﻗﺪﺭ ﻃﺎﻋﺔ ، ﻭﻗﺪﺭ ﻣﻌﺼﻴﺔ ، ﻓﻤﻦ ﻛﺬﺏ ﺑﺎﻟﻘﺪﺭ ﻓﻘﺪ ﻛﺬﺏ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ ، ﻭﻣﻦ ﻛﺬﺏ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ ، ﻓﻘﺪ ﻛﺬﺏ ﺑﺎﻟﺤﻖ »

Al-Hasan ketika menjelang mautnya berkata: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mentaqdirkan ajal, dan mentaqdirkan musibah, mentaqdirkan kesehatan, mentaqdirkan ketaatan, mentaqdirkan kemaksiatan. Maka barangsiapa yang mengingkari taqdir, ia berarti mengingkari Al-Qur’an. Barangsiapa mengingkari Al-Qur’an, sungguh ia berarti mengingkari kebenaran.”

Kedua, Musibah Akibat Perbuatan Manusia

Musibah yang menimpa umat manusia adalah karena perbuatan mereka sendiri yang melanggar peraturan Allah, merusak ekosistem kehidupan, banyak melakukan kemaksiatan dan dosa, tidak menjalankan perintah dan syariat-Nya.

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٍ ﻓَﺒِﻤَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ ﺃَﻳْﺪِﻳﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻌْﻔُﻮ ﻋَﻦْ ﻛَﺜِﻴﺮٍ ‏( 30 ‏) ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺑِﻤُﻌْﺠِﺰِﻳﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦْ ﻭَﻟِﻲٍّ ﻭَﻻ ﻧَﺼِﻴﺮٍ ‏( 31 )
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. ” Syuro/42:30-31

Bukan karena ada unsur mistik, karena ini, karena itu, seperti karena bulan tertentu, karena hari tertentu dll. yang justeru merusak aqidah umat. Bencana karena ulah manusia, dan itu atas kuasa Allah swt.

Ketiga, Pahala Tergantung Besarnya Musibah

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ، ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﺍﻟْﺠَﺰَﺍﺀِ ﻣَﻊَ ﻋِﻈَﻢِ ﺍﻟْﺒَﻼﺀِ ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺣَﺐَّ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﺍﺑْﺘَﻼﻫُﻢْ ، ﻓَﻤَﻦْ ﺭَﺿِﻲَ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﺮِّﺿَﺎ ، ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﺨِﻂَ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﺴَّﺨَﻂُ
Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Allah mengujinya. Maka barangsiapa ridha dengan ujian Allah, baginya ridha –dari Allah-, sebaliknya, siapa yang murka, maka baginya murka –dari Allah-.” HR. At-Tirmidzi
Karena itu, tidak perlu putus asa, jangan sampai menggadaikan aqidah

Keempat, Musibah Dalam Rangka Tamhis (Seleksi)

Kehidupan ini bukan statis, tapi berputar. Ada yang baik ada yang buruk, ada yang berhasil ada yang juga gagal. Itu semua adalah dalam rangka untuk menseleksi secara alamiah kualitas manusia, dan sebagai batu ujian; apakah ia lulus dengan predikat baik, lulus dengan catatan, atau malah gagal dalam menjalani usjian tersebut.

ﻭَﻟَﻴَﻌْﻠَﻤَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻟَﻴَﻌْﻠَﻤَﻦَّ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ‏( 11 )
“Dan Sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.” Al-Ankabut/29:11
Ketika menjelaskan ayat ini, Mujahid berkomentar:

 “Manusia itu ada yang iman hanya di lisannya saja, maka ketika dia mendapatkan ujian, berupa kehilangan harta atau jiwa, sebagian manusia dilanda fitnah –goncang yang hebat-“ (Tafsir Al-Baghawi, Juz 6, Bab 11, Hal. 235)


===============
TANYA JAWAB


T: Afwan abah ustadz ijin bertanya. Jika pasangan suami istri selalu diberi ujian, apakah karena Allah 'cemburu'? Apakah ujian itu karena seharusnya istri mencintai suami apa adanya, namun harusnya lebih mencintai Allah?
J: Ya semuanya diujilah. Jangan suudzhon gitu


T: Ijin bertanya ustadz. bagaimana caranya ridha kepada ujian Allah?
J: Ya terima


T: Assalamualaikum ustadz, apakah orang yang tertipu karena rezeki yang kita dapatkan tidak berkah?
J: Belum tentu. Itu ujian.


T: Assalamualaikum ustadz, bagaimana cara kita agar bisa menemukan hikmah dalam perenungan saat menerima musibah??
J: terima, ridho, Tawakal


T: Assalamu 'alaikum ijin bertanya ya ustadz, apakah ujian yang menimpa seseorang itu karena ulah mereka sendiri? Dan kenapa orang itu tidak sadar, tolong ustadz dijelaskan.
J: Ujian dari Allah. Musibah karena ulah sendiri. Tidak menyadari karena kurang ilmu dan iman


T: Apakah ujian yang terus mendera seseorang sampai berlanjut dan berlanjut, itu ujian apakah musibah? Maaf ustadz tolong diperjelaskan nuwun.wassalamu'alaikum.
J: Hidup ini ujian. Susah senang ujian bagi yang beriman. Bagi yang tidak beriman itu adalah peringatan bahkan azab. Sementara kesenangan bagi yang tidak beriman adalah istidradz.


T: Ustadz, bagaimana doa bisa mudah dikabulkan?
J: taat kepada Allah. Husnudzhon, selalu berdoa



•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!