Home » , , » Ketika Bisnis Berkonsep Islam Menjadi Peluang Pangsa Pasar

Ketika Bisnis Berkonsep Islam Menjadi Peluang Pangsa Pasar

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 16, 2018


Hasil gambar untuk bisnis syariah
Kajian Online HA Ummi G2 & G4
Hari/Tgl: Senin, 3 September 2018 
Materi: Bisnis syariah
Nara Sumber: Ustadz Hizbullah Aly
Waktu Kajian: pagi
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖





Ketika Bisnis Berkonsep Islam Menjadi Peluang Pangsa Pasar

Zaman era globalisasi ini, banyaknya pebisnis yang berkompetitif dengan berbondong-bondong untuk memproduksi barang ataupun menyediakan jasa yang berkualitas kepada para konsumen. Salah satunya, inovasi produk baru yang berkonsep Islami atau lebih dikenal syariah, sangat marak diminati.  Yahya Wijaya (2013), mengatakan bahwa hubungan antara bisnis dan agama seringkali dianggap tabu baik oleh kalangan bisnis sendiri maupun kalangan pegiat agama. Bisnis dan agama dianggap bisa dipasangkan secara kompatibel dan saling menguntungkan di tengah persaingan perdagangan pangsa pasar saat ini.

Sekolah-sekolah, rumah sakit, hotel/wisma, salon, kosmetik, rumah makan bisnis online berlabel Islami dan hadirnya pariwisata dan perbankan berbasis syariah yang sudah berkembang pesat ini, menjadikan peluang emas meraup keuntungan yang lebih besar. Bahkan gerakan komunitas untuk Islam pun dapat dijadikan mata pencaharian atau hanya sekedar menambah penghasilan. Bisnis Islam sangat menguntungkan dibandingkan tanpa label Islam. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, hal ini yang menjadikan mereka sebagai alasan untuk lebih percaya dan memilih berkonsumtif pada label Islami

Definisi bisnis berbasis Islami sendiri adalah bisnis yang dijalankan sesuai pedoman al-Qur'an dan Hadits yang dilarang melakukan kecurangan, riba, penipuan dan tindakan dzalim lainnya. Di dalam bisnis Islam ini memiliki etika dalam aturan penerapannya dengan bisa membedakan antara usaha yang halal atau haram. Lalu, apakah produk yang bermerek Islami dan pengelolaan manajamen benar-benar tercemin nilai-nilai syariahnya.

Perkembangan bisnis Islam ini sangat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Namun, ironisnya 90% konsep usaha secara syariah ini terbilang semata karena pangsa pasar yang memiliki potensial besar. Ideologi perilaku Islami pun dialihkan menjadi keterbelakangan. Misalnya, hotel yang berbasis syariah pun belum tentu manajer dan karyawan mencerminkan perilaku Islami dalam kesehariannya, bahkan terpenting bisa memberikan pelayanan berbasis Islam.

Selain itu, ada hal menarik apabila seseorang ingin bergabung menjadi anggota dalam komunitas dakwah Islam yang dipromosikan ke salah satu media sosial, setiap individu harus mengeluarkan biaya tarif yang lumayan besar. Padahal peserta yang berminat lebih banyak dari kalangan pelajar di bandingkan kalangan orang-orang yang sudah bekerja. Hal ini sangat disayangkan, para bisnis online mematok biaya yang tinggi tapi tidak sesuai dengan lingkungan sekitarnya.

Karena pada dasarnya aktivitas bisnis syariah tidak hanya dilakukan sesama manusia dengan kepentingan profit yang diperolehnya, tetapi dilakukan antara manusia dengan Allah سبحانه وتعالى dengan tidak menguntungkan satu pihak saja. Untuk membedakan bisnis syariah dengan bisnis non syariah dapat diketahui dengan ciri dan karakter dari bisnis syariah adalah segala bentuk usaha yang dilakukan harus benar-benar syar'i dan nilai orientasi kepada sang pencipta-Nya.

Pangsa pasar yang menjadi urutan terpenting terlebih dahulu ketika prospek bisnis berkonsep Islam. Pangsa pasar merupakan indikator dalam menentukan tingkat kekuatan pasar suatu perusahaan. Semakin tinggi pangsa pasar suatu perusahaan maka semakin tinggi kekuatan pasar yang dimilikinya. Usaha syariah ini 95% berpeluang besar dalam pangsa pasar industri manufaktur maupun jasa. Hal ini memberikan kesempatan para pengusaha muslim untuk membuka peluang usaha Islami.

Peluang usaha Islami sangat memperhatikan produk-produk yang ditawarkan halal dan konsep pelayanan maupun manajemen usaha sesuai dengan aturan Islam yang diberikan kepada para konsumen. Tidak hanya usaha yang dimilikinya berproduk syariah namun owner atau pemilik usaha juga seharusnya dapat berperilaku Islami. Seseorang wirausahawan muslim harus dapat menerapkan etika ketika berbisnis Islam. Sehingga para konsumen merasa puas akan pengelolaan manajemen secara Islam.

Etika bisnis Islam merupakan sejumlah perilaku etis bisnis yang dibungkus dengan nilai-nilai syariah yang mengedepankan halal dan haram. Karena banyaknya para wirusahawan muslim belum memahami berbisnis syariah. Penelitian yang dilakukan oleh Shinta (2014), menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis Islam berpengaruh terhadap perilaku pedagang muslim. Menurut hasil penelitian Farida (2011), salah satu faktor yang lebih mempengaruhi pelanggan yakni sarana, prasana dan kehalalan produk di Rumah Makan bernuansa Islami.

Bisnis bernuansa Islam ini juga berpotensi terjadinya konflik yakni belum terwujudnya sistem pengawasan yang betul-betul berdasarkan syariah. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan terhadap bisnis syariah yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah melalui penegakan dengan hukum bisnis syariah.

Dewan Pengawas Syariah akan mengawasi prosedur dalam bisnis syariah yaitu memastikan semua produk bersetifikat halal, praktek yang halal dan tidak bersifat berlebihan sesuai dengan syariat Islam. Jika lemahnya pengawasan, maka bisa berakibat, para konsumen ragu-ragu apakah bisnis syariah sudah 100% kehalalannya.

Bisnis yang berbasis syariah ini memiliki ruang berpotensi besar yang bisa digarap dan banyak diminati konsumen, terutama dari kalangan umat Islam. Namun sebelum memulai untuk melakukannya, sebaiknya memahami dalam menerapkan sistem dan manajemen syariah. Tak lupa juga, menginfakkan harta kepada yang membutuhkannya. Hakikatnya bisnis syariah akan membawa wirausahawan muslim kepada kesejahteraan dunia dan akhirat, yang harus tetap mengingat Allah سبحانه وتعالى dalam kegiatan bisnisnya.

Keberlangsungan bisnis syariah harus dijaga untuk kemanfaatan semua pihak. Diharapkan kesadaran para pebisnis syariah untuk menjaga ketakwaan, keberkahan dalam usaha syariah ini dan memberi manfaat dunia dan akhirat. Dalam surat al-An'am ayat 162-163 menjelaskan

Katakanlah, Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.

Semakin berkualitas keikhlasan seseorang pebisnis syariah dalam menghadirkan niat untuk semua aktivitas bisnisnya, maka pertolongan dan bantuan Allah semakin mengalir. Bukan hanya sebuah produk saja yang berlabel Islam, namun perilaku usaha juga diharapkan dapat mencerminkan etika perilaku Islam ketika menjalankan bisnisnya.

Penulis: Rizky Yuniar Rahmadieni

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB


T: Izin bertanya, apakah setiap muslim itu wajib berbisnis? Bukankah Bisnis itu katanya bakat-bakatn atau sebenarnya semua muslim fitrahnya bisa berbisnis?
J: Pilihan saja. Tidak ada dalil yang mewajibkan seseorang untuk berbisinis (dalam artian memiliki usaha). Manusia diciptakan unik, ada yang jadi PNS/ASN, ada yang jadi petani, ada yang jadi nelayan, ada yang jadi pedagang, ada yang jadi pengusaha. Kalau semuanya jadi pembisisnis, kalau lapar mau makan apa, karena tidak ada yang mau jadi petani. Namun jika memadang kalimat bisnis dari sisi utuh, apa pun pekerjaan kita, maka ITULAH BISNIS KITA.
Seorang petani maka bisnisnya dengan lahan dan hasil padinya. Seorang guru maka bisnisnya adalah dengan ilmunya, bagaimana ia memberikan pemahaman kepada murid-muridnya. Jadi kembali, jika pandangan bisnis disini harus menjadi seorang pengusaha, lalu mewajibkan setiap muslim menjadi pebisnis yang memiliki usaha, maka ada dua hal yang ana tekankan untuk orang ini,
▫berilah modal usaha kepada setiap orang yang ia tekankan harus menjadi pembisnis (dalam sudut pandang kecil tadi)
▪tolong datangkan dalil shahih, yang menyatakan adanya keharusan setiap orang menjadi pembisnis
Demikian, mohon maaf jika ada kalimat yang tiada berkenan .


T: Dikutip dari tulisan yg dipaparkan ustadz, usaha syariah ini 95% berpeluang besar dalam pangsa pasar industri manufaktur maupun jasa, bisa tolong dijabarkan ustadz?
J: Maaf itu bukan tulisan ana. Peluang usaha pasti selalu ada, apalagi dengan jumlah kaum muslim Indonesia yang begitu besar. Jadi tidak salah jika dalam artikel di atas disebutkan usaha syari'ah memiliki peluang yang sangat besar (hingga 95%). Baik itu dalam industri (pengolahan bahan baku menjadi bahan siap pakai), maupun usaha jasa (semua bidang dari. pelayanan, keuangan, dan lainnya)


T: Mohon dijelaskan sedikit mengenai sistem dan manajemen syariah dalam menjalankan bisnis berbasis syariah.
J: Prinsipnya mudah saja, secara umum bisa dikatakan harus sejalan dengan al-Qur'an dan Sunnah. Tidak ada syubhat, apalagi riba. Tidak ada perbuatan yang bisa merugikan pihak lain juga.


T: Mohon penjelasan ustadz mengenai hukumnya menjadi dropshiper ?
J: Dropship akan menjadi aman jika berfungsi layaknya sistem keagenan. Jika bukan agen, artinya tidak sah jual belinya, karena ia menjual barang yang bukan miliknya


T: Ustadz, sistem keagenan seperti apa?
J: buka google.com. ketik pengertian sistem keagenan.
     إن شاءالله komplit jawabannya . Seperti kita harus memiliki barang yang akan kita jual itu bunda.


T: Jadi tidak hanya memajang foto barang jualan saja. Tapi kita sudah memegang dan memiliki barang tersebut. Begitu ya ustadz?
J: Barangnya punya siapa, sudah punya sendiri atau belum. Kalau belum tidak boleh, tidak sah. Agen meski barang bukan miliknya langsung, tapi ia sudah terikat dengan distributor dalam kontrak perjanjian usaha. Dan ia menyetorkan uang sebagai modal mengendap. Berbeda sama dropship, dropship benar-benar menawarkan dan menjual barang yang bukan miliknya, lalu ambil untung. Bberbeda lagi ama makelar. Tapi ana skip penjelasan makelar ini, karena nanti akan semakin rancu


T: Ilustrasinya mungkin seperti ini ya ustadz, kalau kita menjual barang dengan modal foto, lalu konsumen kita transfernya dikita lalu kita setor ke distributor baru barang dikirim oleh distributor ke konsumen kita, itu jual belinya tidak sah ya ustadz?
J: photo bukan modal, dalam syari'at, barang yang dijual harus dimiliki secara penuh, jadi tidak bisa menjual barang milik orang lain. Tidak bisa dinisbat ke sistem keagenan, itu namanya pembenaran, karena sistem keagenan beda dengan dropship, kita bicara dropship maka dropship yang umum berlaku bukan sistem keagenan. Dipelajari dulu dengan benar apa itu dropship, apa itu sistem keagenan, karena itu dua hal yang berbeda dan bertolak belakang.


T: Sebagai dropshipper ternyata belum ada sistem keagenan. Yang boleh sesuai syari'ah itu jadi seperti apa ustadz?
J: sudah dijelaskan di atas, opsinya menjadi agen atau barang dibeli dulu sampai ke kita, baru dijual kembali.


T: Ustadz, maaf pertanyaannya diluar tema, apakah hukumnya meminjam modal usaha ke bank konvensional?
J: haram


T: Kalau seperti ini dropship tetap tidak sesuai syari'ah k ustadz? Kita menjadi konsumen sebuah produk, karena terasa bermanfaat dan penjual juga menawarkan kalau mau jual lagi boleh, nanti dropship aja dari alamat dia. Jadi kita jual online barang tersebut, benar sih dengan modal foto saja. Tapi ketika ada yang order, kita transfer dulu ke sipenjual dengan uang kita, kemudian penjual kirim langsung ke yang order tersebut, tapi yang order bayar setelah paket dia terima. Dalam artian, kita sebagai dropshipper punya resiko, kalau ternyata yang order tidak mau transfer atau nipu, itu resiko, kalau transfer alhamdulillah. Jadi disini kan kita tidak hanya untung saja. Beda dengan kalau yang order transfer dulu ke kita, baru kita transfer ke penjual tempat kita pesan, barang baru dikirim dari situ ke yang order, disana kan tidak ada resiko sama sekali, barang baru dikemas saja, kita sudah dapat untung duluan. Afwan ustadz, fakir saya ilmu.
J: Simpel saja barang yang akan dijual masih punya orang atau punya sendiri. Ana tidak akan melanjutkan perihal ada resiko tersebut. Yang jadi pertanyaan ana, kenapa tidak mendaftar menjadi agen saja, dibuka sistem keagenan, kalau memang benar itu mau bisnis yang aman (dunia akhirat).
Masalah sistem yang dipakai setelah sistem keagenan, bisa saja menggunakan tekhnik pengiriman dari distributor, kembali cari buku ekonomi di pasar, pahami seperti apa sistem keagenan yang benar. Ana tidak suka berdebat, karena pertanyaan ini sudah menjurus ke pencarian pembenaran, tidak akan ada titik temu, kenapa karena ana memamg melihat dengan jelas sistem ini tidak benar. Coba ditanyakan ke ustadz/ustadzah yang mendukung sistem ini, sehingga akan ditemukan alasan yang sekiranya bisa menyakinkan diri. Maafkan jika ada kalimat yang ndak menyenangkan.


T: Asalamualaikum wr wb, ijin bertanya ustadz bagaimana pandangan islam apabila berbisnis mengambil hak orang miskin (mengambil keuntungan) menjual yang ada subsidi dari pemerintah, misal gas .
J: perbanyak istighfar saja, karena ana tidak tahu kejadiannya seperti apa. Jika yang menjual adalah pangkalan, dan dijual kepada orang mampu, dan pangkalan itu tahu, maka secara hukum negara dan agama pangkalan tersebut salah. Namun jika pangkalan benar-benar tidak mengetahuinya (apakah yang membeli orang yang mampu atau tidak) lalu mereka menjual ke orang yang mampu (karena yang mampu dzalim), maka yang berdosa adalah yang mampu, dan ia bersalah secara negara maupun syari'at.




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!