Home » , , , , » Keutamaan Puasa Di Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Di Bulan Dzulhijjah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, October 4, 2018


Hasil gambar untuk puasa dzulhijjah
Rekap Kajian Online HA Ummi G6
Hari/Tgl: Selasa, 14 Agustus 2018 
Materi: Keutamaan Puasa Di Bulan Dzulhijjah
Nara Sumber: Ustadz Syaikul Muqorobin
Waktu Kajian: 09.00-11.25 WIB
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖




Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu `ala rasulillah.

Alhamdulillah kita sedang di bulan Dzulhijjah, akhir tahun Islam dan sebaik-baik amal dilihat saat akhirnya. Semoga kita semangat meningkatkan ibadah di akhir tahun Hijriah ini. Wabil khusus, di 10 hari pertama Dzulhijjah. Saking utamanya di sisi Allah, sebagian ulama menafsirkan bahwa 10 hari (siang) pertama di bulan Dzulhijjah, lebih baik daripada 10 hari (siang) terakhir di bulan Ramadhan.

Mudah-mudahan bunda yang tidak berhalangan pada semangat puasa ya... sampai 9 Dzulhijjah nanti. Bunda fillah, di antara puasa yang disunnahkan dilakukan dari tgl 1-9 Dzulhijjah, ada yang paling tinggi kedudukannya yaitu Puasa 9 Dzulhijjah. Nah, tahun ini, rukyah hilal Pemerintah Saudi berbeda dengan rukyah hilal Pemerintah Indonesia.. sehingga tanggal 9 Dzulhijjah Indonesia akan berbeda dengan waktu wukuf arofah, padahal puasa 9 dzulhijjah disebut juga Puasa Arofah. Jadi kapan kita harus puasa arofah tahun ini?

Telah dipahami bahwa para ulama telah berbeda pendapat dalam hal ini menjadi dua pendapat:

Pertama: Waktu puasa Arofah disesuaikan dengan wukufnya para jama’ah haji di padang Arofah.

Kedua: Waktu puasa Arofah di sesuaikan dengan ru’yah hilal bulan Dzulhijjah pada masing-masing wilayah.

Karena ini adalah masalah khilafiyah, maka tentunya harus ada kelapangan dada untuk legowo dalam menghadapi permasalahan ini, tidak perlu ngotot.

Ternyata khilaf ini sudah ada sejak zaman ulama terdahulu.

Ulama yang memilih pendapat pertama, diantaranya :

Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah, beliau berkata

ويوم عرفة هو يوم العتق من النار فيعتق الله من النار من وقف بعرفة ومن لم يقف بها من أهل الأمصار من المسلمين فلذلك صار اليوم الذي يليه عيدا لجميع المسلمين في جميع أمصارهم من شهد الموسم منهم ومن لم يشهده لاشتراكهم في العتق والمغفرة يوم عرفة

“Dan hari ‘Arofah adalah hari pembebasan dari neraka, maka Allah membebaskan dari neraka orang yang wukuf di Arofah dan juga orang yang tidak wukuf dari para penduduk kota-kota dari kaum muslimin. Karenanya jadilah hari setelah hari Arofah adalah hari raya bagi seluruh kaum muslimin di seluruh kota-kota mereka, baik yang menghadiri musim haji maupun yang tidak menghadiri, karena kesamaan mereka dalam pembebasan dari neraka dan ampunan Allah pada hari Arofah” (Lathoiful Ma’aarif hal 276)

Di antara dalil mereka adalah:

Rasulullah telah menamakan puasa ini dengan Puasa Arofah.
“Puasa hari Arofah aku berharap kepada Allah agar penebus (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya” (HR Muslim no 197)

Ulama yang memilih pendapat kedua, diantaranya adalah :

Ibnu Abidin rahimahullah, beliau berkata :

لأن اختلاف المطالع إنما لم يعتبر في الصوم لتعلقه بمطلق الرؤية. وهذا بخلاف الاضحية فالظاهر أنها كأوقات الصلوات يلزم كل قوم العمل بما عندهم، فتجزئ الاضحية في اليوم الثالث عشر وإن كان على رؤيا غيرهم هو الرابع عشر والله أعلم.

“Karena perbedaan mathla’ hanyalah tidak mu’tabar  (tidak dianggap) pada permasalahan puasa karena puasa berkaitan dengan terlihatnya hilal secara mutlak. Hal ini berbeda dengan udhiyah (penyembelihan kurban), maka dzohirnya ia seperti waktu-waktu sholat, maka wajib bagi setiap kaum beramal dengan apa yang ada pada mereka. Maka sah udlhiyah pada hari ke 13 (dzulhijjah) meskipun berdasarkan ru’yah selain mereka adalah hari ke 14 dzulhijjah, wallahu a’lam”. (Hasyiah Rodd Al-Muhtaar 2/432)

Di antara dalil pendapat kedua adalah:

Rasulullah saw telah terbiasa Puasa tanggal 9 Dzulhijjah, sebelum Wuquf Arofah disyariatkan.

Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah, hari ‘Aasyuroo’ (10 Muharraom) dan tiga hari setiap bulan” (HR Abu Dawud no 2439 dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Di atas itu semua, adapula dalil untuk melakukan ibadah puasa, hari raya, dan berqurban bersama, tidak berselisih.

“Berpuasalah kalian karena melihatnya, berbukalah kalian karena melihatnya, dan sembelihlah oleh kalian hewan kurban karena melihatnya pula..” (HR. An Nasai, dishahihkan Al Albani)

Kata "kalian" dalam hadits ini dimaknai oleh ulama bahwa ibadah-ibadah tersebut hendaknya dilakukan dilandasi kebersamaan.

Allahu a`lam.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB


T: Assalamualaikum ustadz mau nanya. Jika seseorang masih punya hutang puasa ramadhan dan ingin berpuasa arofah, apa mesti bayar hutang puasa ramadhan dulu?
J: Utang puasa dulu. Buruan masih ada 6 harian


T: Jika ingin berqurban, sedangkan dia mempunyai hutang dengan orang lain, mana yang didahulukan? Jazakallah khoiron ustadz.
J: Bayar utang wajib, qurban sunnah. Kalau tidak punya uang sama sekali, ya utang duluan. Tapi kalau kita merasa termasuk yang diberikan rizki lebih oleh Allah, ya dua-duanya. Beda lagi kalau utangnya, cicilan mobil, kredit hape dll. Ini mah cicilannya saja yang dibayar sisanya buat qurban.


T: Assalamualaikum, ustadz. Ijin bertanya. Jadi untuk saat ini kita di Indonesia puasa arafah tanggal 21 Agustus, begitukah ustadz?
J: Yang terbaik, puasa 9 dzulhijjah ikut pemerintah atau masyarakat setempat.


T: Apakah boleh niat aqiqah dan kurban digabungkan, ustadz? Adakah dalil shohihnya?
J: Ulama berbeda pendapat, ada yang bilang boleh, ada yang bilang tidak. Saya lebih setuju yang tidak boleh. Jika hari ketujuh anak lahir terjadi sebelum 10 dzulhijjah, maka aqiqah saja. Jika hari ketujuh anak lahir setelah 10 dzulhijjah maka qurban saja. Jika kita merasa termasuk yang dikayakan oleh Allah, maka 2 kali nyembelih lebih baik.


T: Jika sudah usia remaja atau dewasa tapi belum aqiqah sebaiknya tetap diaqiqahkan atau bagaimana? Jazakallah khoiron katsiro, ustadz.
J: Untuk orang dewasa yang belum aqiqah waktu lahir, boleh aqiqah setelah dewasa.


T: Assalaamu'alaikuum ustadz, ijin bertanya. Bila terlambat puasa dzulhijjah dari awal, apa boleh dilaksanakan di hari tersisa sebelum 10 dzulhijjah, atau apa cukup puasa arafah saja?
J: Boleh dari yang tersisa. Kaidah fiqih: Yang tidak bisa dikerjakan semua, jangan tinggalkan semuanya. Lakukan semampunya.


T: Berarti tetap mengutamakan bayar hutang puasa ya ustadz? Kalau belum terselesaikan berarti tidak boleh puasa arafah ya?
J: Khilafiyah ulama sebenarnya. Menurut saya lebih baik bayar utang dulu.


T: Berarti selesaikan utang puasa meskipun sampai terlewat 10 dzulhijjahnya?
J: Khilafiyah ulama bunda. Mangga bunda mau utang dulu atau arofah dulu. Kalau saya lebih cenderung utang dulu.


T: Assalamualaikum ustadz, seorang wanita yang sedang berhalangan berpuasa, ibadah apa yang bisa dilakukan untuk meraih keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah?
J: Sedekah, dzikir, murajaah, tilawah, berbagi makanan berbuka puasa, mendidik anak agar puasa, mengajak anak ke masjid, mendoakan anak dan suami di sepertiga malam akhir, dll. Banyak sekali.


T: Assalamualaikum ustadz, ijin bertanya. Kalau berkurban pakai uang hasil arisan boleh tidak ustadz? Terimakasih.
J: Boleh. Yang penting arisannya syar`I, tidak pake bunga atau bentuk ketidakadilan lainnya. (Secara umum hukum arisan adalah mubah).


T: Assalaamualaikum Ustadz. Amalan apa yang harus dilakukan keluarga (anak) ketika proses badal haji Alm. orang tuanya sedang berlangsung? Mohon arahan dan bimbingannya Yaa Ustadz.
J: Allahu a`lam. Saya tidak mengetahui amalan secara khusus. Jikapun orang tuanya masih hidup, dan haji sendiri, sependek pengetahuan saya tidak ada amal khusus bagi keluarga yang ditinggalkan. Maka tidak perlu juga amal khusus jika hanya badal haji almarhum.
Yang pasti perbanyak doa dan perkuat doa untuk orang tua dan keluarga kita, serta umat islam di hari-hari 10 Dzulhijjah ini.


T: Assalamu'alaikum Ustadz. Terkait dengan Ba'dal Haji. Ketika Almarhum/mah di ba'dalkan haji apakah ruhnya mengikuti prosesi ba'dal haji tersebut atau hanya pahala hajinya yang sampai ke Almarhum/mah? Mohon penjelasannya ustadz, syukron.
J: Ruh tidak bisa gentayangan. Ini aqidah islam kita. Semua ruh, tertahan di alam kubur. Jika ada arwah penasaran misalnya, itu bohong. Paling jin yang menyamar. Karena arwah manusia setelah mati akan tinggal di alam kubur.
Jika ia manusia sholih, alam kubur akan jadi taman surga baginya. Siapa yang mau meninggalkan taman surga untuk gentayangan di dunia?
Jika ia manusia durhaka, maka alam kubur akan jadi lembah neraka baginya, dan Allah Maha Adil tidak membiarkan hambaNya seenaknya gentanyangan padahal sedang mempertanggungjawabkan amal buruknya di dalam kubur.


T: Jadi yang sampai itu Pahala Hajinya saja Ustadz?
J: Ya. Pahalanya insya Allah sampai.


T:Tanya ustadz, adakah doa-doa yang khusus dibaca saat awal bulan dzulhijjah, doa apa saja yang paling baik kita baca?
J: Allahu a`lam. Semua doa baik. Dari Quran, Sunnah, atau kita rangkai sendiri. Semuanya baik. Atau doa sapu jagad sekalian. Diulang-ulang saja, seperti bacaan orang thawaf.


T: Yaa Ustadz, sekarang ada banyak organisasi yang menawarkan jasa penyaluran hewan qurban. Beberapa dari mereka memberikan banyak fasilitas, misalnya souvenir sebagai tanda bukti telah berqurban melalui organisasi tersebut dan souvenir itu diambil dari sebagian uang qurban yang di transfer shohibul qurban. Kadang juga ada organisasi yang "sengaja" mengambil sebagian uang yang di transfer itu sebagai pembayaran jasa penyaluran hewan qurban. Apakah itu diperbolehkan? Bila boleh, bagaimana aturannya dalam Islam? Terima kasih sebelumnya Ustadz..
J: Boleh bunda. Kan akadnya include penyelenggaraan qurban, jadi segala biaya yang terkait, bisa dibebankan ke situ. Ketika penyaluran lewat lembaga, akadnya bukan cuma jual beli hewan qurban seperti bunda beli domba di peternakan misalnya. Tapi akadnya termasuk segala bentuk operasional yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan qurban tersebut (biaya operasional dll).


T: Tanya lagi ustadz afwan, dalam pembagian daging qurban, apakah yang dibagi itu hanya bagian daging saja atau semua bagian dari hewan qurban yang bisa di makan? Karena ada beberapa tempat yang dibagi bagian daging saja, selebihnya misal bagian isi perut..kulit, kaki, kepala itu menjadi milik panitia, dan jika tersisa akan diberikan pada siapa yang mau. Bagaimana yang sebenarnya pembagian yang benar?
J: Semua bagian hewan qurban bisa dibagi. Dibagi ke panitia, warga sekitar, fakir miskin, dll. Yang tidak boleh adalah bagian hewan qurban dijadikan alat bayar. Buat bayar tukang jagal, bayar panitia, dll. Ini tidak boleh.
Tukang jagal harus dibayar terpisah. Cash misalnya. Adapun kalau nanti tukang jagal dikasih bagian hewan, ya di luar bayarannya. Bisa dikasih bisa tidak. Mungkin tukang jagalnya dhuafa, ya bagus dia dikasih bagian daging dan seterusnya.


T: Ustadz, benarkah seorang istri harus ijin terlebih dulu pada suami jika mau puasa sunnah/menyedekahkan harta? Lalu bagaimana jika tidak mendapat ijin? Apakah mendapat pahala karena niatnya?
J: Puasa sunnah benar wajib izin suami. Karena bisa jadi suami meminta hak batinnya di siang hari. Kalaupun sudah terlanjur puasa sunnah lalu sore suami minta hak batinnya, istri wajib membatalkan. Atau komunikasilah. Salah satu inti kehidupan rumah tangga adalah komunikasi. Adapun sedekah, kalau pakai uang istri sendiri ya enggak perlu izin suami. Kalau pakai uang bulanan dari suami ya harus izin. Tapi, semuanya akan jadi mudah kalau sama-sama legowo.
Satu lagi, Misal suami lagi dinas 1 pekan ke luar kota, ya puasanya enggak perlu izin suami gapapa. Tapi sedekah pakai uang bulanan tetap perlu izin suami dulu.


T: Ustadz, menyambung pertanyaan bunda mala,  apakah yang berqurban punya hak untuk tidak mengambil daging Qurban sembelihannya yang dititipkan di lembaga?
J: Ikut makan daging qurban kan anjuran saja, bukan wajib. Kalau enggak mau, atau enggak bisa karena disalurkan di pedalaman NTB misalnya, ya tidak apa-apa.


T:. Afwan kalau ini sudah dibahas sebelumnya. Ana baru gabung. Ustadz kalau kita qurban, sebetulnya 1 domba atau 1/7 sapi itu bisa untuk 1 keluarga atau khusus personal. Karena dalam pemahaman Ana 1 orang kalau mampu qurban, malah 1 domba untuk pribadi/bisa digilir di anggota keluarga. Tapi sempet baca kalau sebenernya qurban wajib bagi yang mampu itu bisa langsung untuk 1 keluarga. Ini bagaimana hukum sebenarnya? Maksud tadi digilir di keluarga, misalnya tahun ini qurban an. Ayahnya, tahun depan atas nama anaknya atau kadang dalam waktu yang sama, semua anggota keluarga qurban.
J: 1 domba atau 1/7 sapi bisa untuk 1 keluarga. Cukup atas nama Kepala Keluarganya tidak perlu digilir. Diniatkan untuk seluruh anggota keluarga.
Misal: Sapi atas nama Pak Fulan dan keluarganya.




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!