Home » , , » Memaknai Musibah

Memaknai Musibah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, October 5, 2018


Hasil gambar untuk musibah
Rekap Kajian Online HA Ummi G-6
Hari/Tgl: Selasa, 28 Agustus 2018
Materi: Memaknai Musibah
Narasumber: Ustadz Rully
Waktu Kajian: 14.00 wib – Selesai
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖





Menyikapi Musibah

Musibah dalam bahasa Indonesia diartikan “bencana”, “kemalangan”, “cobaan”. Dalam Al-Quran sendiri tercantum 10 kali kata musibah dan 67 kali kata yang seakar dengan kata musibah. Musibah berarti “sesuatu yang menimpa atau mengenai”. Sesuatu yang menimpa atau mengenai itu tidak selalu buruk.  Al-Quran mengisyaratkan bahwa seseorang tidak akan disentuh oleh musibah kecuali karena ulahnya sendiri, dan bahwa musibah itu datang dari Allah SWT. Tidak ada musibah yang terjadi kecuali atas izin Allah SWT.  

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. 30:41)

Musibah juga bisa berarti menguji. Seseorang yang diuji suatu musibah akan menampakkan kemampuan yang sebenarnya.Hidup ini ujian. Ujian dapat juga berwujud sesuatu yang disenangi atau tidak disenangi. Siapa yang mengira bahwa kekayaan dan kesehatan adalah tanda cinta Allah maka dia adalah keliru. Siapa yang menduga bahwa suatu hal yang terasa negatif adalah tanda benci Allah, itupun dia keliru. Disini Allah SWT menggunakan kata “bala” yang artinya menguji, karena itu jangan cepat-cepat berkata bahwa bencana adalah murka Tuhan.

Musibah adalah salah satu bentuk ujian yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia sebagai bagian dari ketetapan-NYA, sehingga meninggalkan duka pada kita dan keluarga. Sering kali duka membuat kita tak berdaya, namun kita harus menyikapi musibah dengan lapang dada, ridha, bersabar, bertawakal kepada-Nya dan mengembalikan semuanya kepada Allah yang Mahakuasa. Dengan sikap itu, musibah yang datang akan menjadi kebaikan, sebagaimana disabdakan oleh Rasul SAW:

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah tinggikan dia satu derajat atau Allah hapuskan darinya satu kesalahan.” (HR Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad)”

Bencana alam ada yang datang dengan tiba-tiba tapi ada juga bencana yang sifatnya rutin setiap tahun, Bencana yang tiba-tiba datang, sering membuat kita terkejutdan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi untuk bencana yang sifatnya rutin seharusnya kita lebih siap menghadapinya.

Berhadapan dengan musibah seperti layaknya menyelesaikan ujian. Kita tahu persis, ketika kita sekolah atau kuliah bagaimana menghadapi ujian agar dapat mencapai hasil yang memuaskan. Hasil ujian yang lulus dengan memuaskan apabila kita dapat menyelesaikannya dengan baik dengan persiapan yang matang. Ketika lulus ujian kelas 1, maka kita kan naik tingkat ke kelas 2, diuji lagi dan lulus kemudian naik ke kelas 3, dst. Sebagai contoh, dalam menghadapi bencana alam banjir yang selalu datang setiap tahun, sepantasnya kita selalu belajar dari lesson learned tahun-tahun sebelumnya dan selalu berusaha lebih baik untuk mengantisipasinya.

Ada 10 cara dalam menghadapi musibah, yaitu:
1. Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un …”
2. Mengimani takdir ilahi
3. Yakinlah ada himah di balik cobaan
4. Introspeksi diri
5. Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa
6. Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji
7. Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan
8. Hadapilah cobaan dengan bersabar
9. Bersabarlah di awal musibah
10. Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

Musibah hanyalah salah satu dari 4 ketetapan (takdir) Allah yang PASTI mengenai diri kita selama kita hidup. Dan Rasul mengajarkan respon apa yang harus kita lakukan. Selain musibah, ada 3 ketetapan lainnya adalah mendapat NIKMAT, melakukan SALAH, dan mendapat COBAAN.  

Ada 3 hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi musibah, ujian dan cobaan yaitu SHOLAT (DOA), SYUKUR dan SABAR (3S). Seseorang takkan lepas dari salah satu dari tiga keadaan ini.

Dampak SHOLAT, menjadikan diri kita menjadi orang yang bertakwa, menjadi orang yang menyerahkan diri. Berserah diri kepada ALLAH SWT yang telah mengatur alam raya dengan cara yang benar. Semua kejadian berasal dari ALLAH SWT dan kepada ALLAH SWT juga semua urusan akan kembali, termasuk bencana itu. Maka kita kembalikan lagi bencana kepada ALLAH, agar kita bisa memulihkan semua kerusakan ini untuk kembali normal.

Ber-SYUKUR sering kita artikan bersikap berterimakasih kepada ALLAH SWT, tapi makna yang lebih dalam lagi dari ber-SYUKUR adalah kita melakukan sesuatu yang (ALLAH) memang menghendaki-NYA, itulah bersyukur. Misalnya mensyukuri tentang ILMU. Seorang DOKTER mengobati pasiennya, adalah tindakan bersyukur kepada ALLAH SWT karena dengan ilmu yang didapatnya ia pergunakan dengan semestinya, itulah bersyukur.

Dengan bersyukur kepada ALLAH SWT, kita melakukan sesuatu yang ALLAH SWT kehendaki, kita bekerja keras sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Dengan Ber-syukur, kita punya harapan agar kita dijauhkan dari segala bencana yang menimpa kita.

Namun apabila bencana itu memang datang kepada kita, dan pasti kita tidak akan bisa menolak, maka kita terima dengan SABAR. Ber-sabar itu menerima bencana dengan tanpa keluh kesah. Menerima kejadian bencana, tanpa mematikan semangat. Semangat tetap berkobar. Semangat menjadi pendorong untuk berupaya untuk memperbaiki-nya itulah ber-SABAR. Sabar menerima musibah membuat tubuh kita menjadi ringan dari penderitaan bahkan mampu menghapus dosa-dosa kita. Setiap musibah, ujian dan cobaan yang datang akan disesuaikan dengan kadar kemampuan dalam menerimanya karena Allah sangatlah memahami seberapa kekuatan kita dalam menerimanya sehingga Allah tidak akan memberikan musibah, ujian dan cobaan diluar kesanggupan umatnya. Maka janganlah bersedih, sebab dibalik musibah pasti ada hikmahnya.

Wa allahu'alam.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA - JAWAB

T:  Assalamualaikum ustadz. Saya ingin menanyakan. Kenapa ya kondisi ekonomi yang sudah mapan dan kehidupan yang lebih baik dari beberapa tahun kemarin hanya bertahan sebentar? Padahal susahnya kehidupan yang kita jalani lebih lama daripada saat mapan. Mohon pencerahannya ustadz.
J: Kehidupan Kita bagaikan Roda. Kadang di atas kadang di tengah kadang malah di bawah. Hidup adalah sebuah perjalanan. Ia tak pernah lepas dari 2 kondisi, apakah angin sedang berpihak kepada kita atau angin sedang berpihak kepada orang lain. Roda nasib selalu berputar, tidak ada yang selalu diatas dan tiada pula yang selalu dibawah.

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ -١٤٠-
“Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badr) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan di antara manusia.” (QS.Ali Imran: 140)

Hidup tak pernah lepas dari tawa dan tangis, sedih dan bahagia. Imam Ali bin Abi tholib pernah berpesan, Masa ini terbagi menjadi 2 hari. Hari keberuntungan dan hari naas bagimu. Disaat hari sedang berpihak kepadamu maka bersyukurlah. Dan disaat hari sedang tidak berpihak padamu maka bersabarlah.

Karena itu bekal terpenting dalam menjalani hidup adalah banyak bersyukur dan banyak bersabar. Tidak cukup hanya sesekali bersyukur dan bersabar. Dalam Al-Qur’an Allah menggandengan sifat sabar dan syukur sebanyak 4 kali, itupun dengan Sighoh Mubalaghoh yang bermakna sangat bersabar dan sangat bersyukur.
إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ -٥-
“Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.” (QS.Ibrahim: 5 – Luqman: 31 – Saba’: 19 – As-Syura: 33)

Pengulangan ayat yang menggandengkan sabar dan syukur ini ingin menjelaskan bahwa inilah hakikat dunia ditengah roda nasib yang selalu berputar. Dan kuncinya adalah,
-      Jangan bersedih ketika mendapat musibah karena banyak orang yang musibahnya lebih berat
-      Jangan bersedih jika ada orang lain yang sukses, kita pun juga bisa meraihnya
-      Dan jangan lupa untuk bersyukur atas nikmat Allah yang tak terhitung lagi jumlahnya
Karena roda atasmu akan segera datang pada waktunya. Walllahu'alam.


T: Afwan ustadz ijin bertanya. Apakah ujian yang bertubi-tubi dialami sebuah keluarga itu karena dosa-dosa masa lalu? Ujian berupa kurangnya ekonomi, berpalingnya suami dari keluarga ke someone, anak yang sulit dididik seakan-akan tidak berhenti. Afwan saya yang fakir ilmu ini ustadz.
J: Kembalikan semuanya pada Allah. Dan Kita akan dapatkan Ketenangan Dan Keberkahan Serta rezeki yg Tak terduga. Yakinlah.


T: Assalamualaikum ustadz, mohon izin bertanya. Jika suatu daerah yang kita tahu banyak terjadi penyimpangan moral terjadi disana, kemaksiatan banyak terjadi lalu misal nya kena bencana alam. Apakah itu bisa dikatakan azab atau musibah? Padahal di daerah itu masih banyak pula orang-orang yang bertakwa pada Allah dan mereka kena dampak bencana itu. Mohon penjelasannnya ustadz.
J: Inilah yang terjadi di Lombok. Ada beberapa daerah yang terkenal sebagai pantai eksotik dan hanya kalangan the have (kaya-kaum Nudis), struktur pemerintah yang bisa akses kesana. Melihat kondisi in apakah ulama dan orang beriman lainnya tahu? Mereka semua tahu dan mendiamkan. Sudah Layak sekali Allah mengambil tindakan..!!
“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah: 77-79)

Maksud ayat di atas adalah menceritakan tentang sikap ahli kitab yang berlebihan, beralih dari kebenaran kepada kebatilan. Mereka berlebihan dalam perkataan mereka tentang Al-Masih Isa bin Maryam. Mereka juga berlebihan dengan mengikuti orang sebelumnya yang sudah sesat. Sifat ahli kitab lagi adalah mendiamkan kemungkaran padahal mampu untuk memperingatkannya.
Ada lima hal yang disebutkan Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengenai dampak buruk mendiamkan kemungkaran padahal mampu mengingatkannya:
1. Mendiamkan kemungkaran akan dinilai sama seperti orang yang melakukan maksiat walau tidak melakukannya secara langsung karena sebagaimana wajib menjauhi maksiat, maka wajib juga mengingkari orang yang melakukan maksiat.
2. Mendiamkan kemungkaran menunjukkan menganggap remeh kemungkaran dan menganggap remeh perintah Allah.
3. Kalau maksiat didiamkan, maka perbuatan tersebut akan semakin merebak.
4. Jika orang berilmu dan paham agama mendiamkan maksiat, perbuatan maksiat akan dianggap bukan maksiat, bahkan nantinya bisa dianggap sebagai perbuatan baik.
5. Mendiamkan kemungkaran akan mengakibatkan kejelekan akan terus diikuti oleh yang lainnya dan akan terus seperti itu.

Semoga kita diberi taufik untuk terus berada di atas kebenaran, terus diberi kemudahan mendalami ilmu diin, juga dimudahkan untuk saling menasihati dalam kebaikan dan tidak mendiamkan kemungkaran. Apakah orang sholeh kena imbasnya? Mereka semua kena imbasnya dan hancur bersama orang yang munkar tadi. Na'udzubillahi min dzalik.


T: Assalaamu'alaikuum ustadz, ijin bertanya. Bagi kami yang awam dan fakir ilmu, sesuatu yang kehilangan akan disebut ujian/musibah, tapi saat sesuatu yang didapatkan itu bersyukur. Sebaiknya untuk mengajarkan kepada anak, tentang nikmat, salah, cobaan, juga syukur bagaimana ustadz?
J: Ajarkan pada anak Kita dengan: Terima Kasih = Di Terima Dan Di Kasihkan kembalikan. Maka pengajaran di usia awal itu sangat penting sekali. Agar anak bisa paham tentang segala Hal. Siap Menang, Siap Kalah
Siap Di Tolak, Siap Kecewa, Ini merupakan Hal yang prinsip.


T: Assalamu'alaikum. Ustadz ijin bertanya. Kalau dirasa hidup ini berat. Kadang saya malu untuk bercerita dengan Allah saat sholat. Tapi kalau diluar sholat seketika bisa cerita. Banyak. Berdoa. Dzikir. Apakah adab saya salah dalam mendekat kepada Allah? Apakah karena itu pula ada beberapa "musibah" yang datang agar saya bisa bercerita lewat sholat? Mohon perncerahannya, ustadz.
J: Allah sangat cemburu bila seorang hamba melupakan Nya. Maka Allah datangkan ujian Dan musibah agar bisa ingat Dan bertaubat kepada NYA. Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلاَةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِى ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِى وَأَنَا رَبُّكَ.أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ
“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim no. 2747).


T: Nanya ustadz, setiap manusia tentunya akan di beri ujian oleh Allah, baik itu dalam bentuk musibah atau dengan kesenangan. Bagaimana sikap kita agar selalu dapat bersyukur dalam setiap hal yang Allah beri dalam kehidupan ini, yang terkadang suka lupa jika diberi kenikmatan duniawi, hingga lupa kalau sebenarnya itu adalah ujian juga, baru sedih ingat kalau ingat itu ujian hanya saat di timpa musibah.
J: Karakter dasar manusia pada dasarnya Suka Berkeluh Kesah.
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir.” (QS.Al-ma’arij:19-21)

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sebaik–baik bentuk yang memiliki fisik sempurna, akal yang mampu berfikir sehingga mampu membedakan baik dan buruk, gharizah atau naluri dan diberi petunjuk hidup yakni Al-qur’an dan hadits. Manusia juga memiliki sifat mengeluh. Mengeluh dengan banyaknya masalah kehidupan, pendapatan kurang, sikap suami atau isteri, tingkah laku anak, sikap tetangga, sikap keluarga dan sebagainya. Sikap mengeluh sebenarnya menunjukan kekerdilan jiwa seseorang dan berupaya untuk  mencari pembenaran diri sendiri.
Seseorang yang mudah mengeluh senantiasa mencari penyebab masalah dari luar dirinya tanpa mau introspeksi terhadap diri sendiri. Pada hal seringkali masalah terjadi yang menjadi pokok masalah adalah dirinya sendiri dan bukan orang lain. Sikap mudah mengeluh juga refleksi dari ketidak ridhoan atas ketentuan taqdir dari Allah SWT.
Mari kita belajar menyikapi setiap masalah dengan introspeksi diri tanpa harus langsung menyalahkan orang lain. Jauhilah sikap mengeluh karena mengeluh itu sebuah penentangan, sikap penolakan dan menghindari realitas kehidupan. Berusaha mengatasi masalah tanpa harus membuat masalah yang baru. Kembalikan semua masalah hidup hanya kepada Allah SWT sang pemilik kehidupan, cukup hanya kpada-Nya kita mengadu, berharap dan meminta pertolongan.
Wallahu a’lam


T: Assalamu’alaikum Ustadz, suami saya wafat 3 bulan yang lalu, sepertinya sampai sekarang saya tak mampu beliau tidak ada lagi bersama saya dan anak-anak. Pertanyaan, apakah yang harus saya lakukan biar saya kembali semangat menjalani hidup ini bersama anak-anak?
J: Semangat hidup itu sangatlah penting dalam sebuah kehidupan. Tanpa adanya semangat hidup tidak menjadi berwarna, karna semangat mampu menggugah hidup kita menjadi lebih baik dari yang sekarang, alangkah malangnya bila semangat sudah tak lagi hinggap pada diri Anda, berjalan saja males apa lagi kerja. Semangat itu bagaikan mesin yang ada dalam tubuh kita.

Tips Mengembalikan Semangat Pada Diri Kita

1. Yakin Pada Diri Kita {OPTIMIS}
Yakin kalau kita bisa itu adalah senjata paling ampuh dari yang lain, karena keyakinan hati mampu menghilangkan penderitaan yang ada pada diri kita.

2. Berfikir Positif
Ya berikir positif cukup mampu membangkitkan semangat kita lagi, karena dengan berfikir positif segalanya sudah di atur Allah dan kita hanya cukup menjalani berusaha dan berdo'a.

3. Membaca Kata Kata Motivasi
Kata kata motivasi saat ini sangat banyak di cari di internet, bila kita membaca kata motivasi tentu akan merubah pola kita berfikir untuk menjadi terdepan. Dengan pola fikir yang maju semangat akan kembali tumbuh.

4. Berseah diri pada Allah
Kehidupan semua sudah di atur sebagaimana mestinya, mengapa kita putus asa toh hidup itu untuk di jalani bukan untuk malas malasin, maksudnya dengan berserah diri lepaskan apa yang sudah menjadi kehendaka Allah, dengan begitu kita akan rileks dalam menjalani sesuatu yang kita kerjakan.
Apapun alasanya atau apapun masalahnya jangan sampai kita patah semanga, karna itu akan merugikan kita sendiri. Tetaplah berpegang teguh pada keyakinan diri kita bisa, dan selalu katakan “Saya  Bisa!!!”




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Newest
You are reading the newest post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!