Home » , » Power Of Dzikir

Power Of Dzikir

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 16, 2018


Hasil gambar untuk dzikir
Rekap Kajian Link Online HA Ummi G3 & G6
Hari, Tgl: Rabu, 29 Agustus 2018 
Materi: Power Of Dzikir
Nara Sumber: Ustadz Trisatya Hadi
Waktu Kajian: 16.30 - 19.00 WIB
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖







“Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah (dzikirullah) hati menjadi tenang”. (Ar Rad: 28)

Siapa yang tidak menginginkan sebuah ketenangan? Ketenangan jiwa dan raga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Semua manusia mengharapkan ketenangan. Tapi, terkadang segelintir orang menggunakan cara yang salah dalam mencari ketenangan.

Segelintir orang tersebut ada yang lebih memilih berfoya-foya dan bersenang-senang dalam mencari ketenangan diri. Dia lupa bahkan tidak tahu bahwa cara itu hanya akan membuat dia tenang sesaat sebab itu adalah cara dunia. Dunia tak akan pernah berakhir jika dihadapi dengan dunia. Hadapilah dunia dengan akhirat agar urusan dunia bisa terpecahkan.
Salah satu cara dalam mencari ketenangan yang diajarkan langsung oleh tokoh teladan umat sepanjang masa dan Dia sendiri yang memerintahkan di dalam Al-Quran bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati ini akan menjadi tenang.

Mengapa kita harus mencari cara yang lain? Jika ayat tersebut menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah. Adakah cara yang lain jika mampu menandinginya?

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan kata hanya sama artinya dengan cuma yang maknanya tidak ada yang lain. Cara itulah -dzikirullah- yang mampu membuat setiap manusia menjadi tenang.
Banyak cara bagi umat Muslim untuk melakukan dzikirullah tidak hanya sebatas berdzikir saja tetapi dengan beribadah shalat, membayar zakat, berpuasa, naik haji, membaca Quran dan segala amal kebaikan lainnya dalam rangka menuju keridhaan-Nya adalah cara-cara kita untuk selalu mengingat-Nya.

Lewat setiap bacaan shalat kita berdzikir, berkomunikasi langsung kepada Allah. Selesai shalat pun kita tetap berdzikir dan berdoa dalam rangka menghamba kepada-Nya.
Jika kita tak mampu meluangkan waktu untuk berdzikir dengan membaca tahmid, tahlil, takbir dan bacaan lainnya. Semoga dengan shalat dan membaca Quran merupakan salah satu cara untuk tetap mengingat-Nya.
Alangkah lebih bagus lagi jika kita meluangkan waktu tersendiri untuk berdzikir misalnya tiap-tiap usai shalat fadhu. Beberapa menit diluangkan untuk berdzikir kepada-Nya tidaklah membuat kita kehilangan berjam-jam waktu yang dimiliki.

Dzikir itulah yang membuat manusia bisa tenang menjalani dan menghadapi berbagai macam problematika kehidupan sehari-hari. Lewat dzikir pula dia mengobati hatinya dari berbagai penyakit hati yang sering menyerang umat Muslim.

Masih ingatkan kita dengan sebuah lagu yang dilantunkan oleh Opick seorang penyanyi religius yang dimiliki oleh umat Islam?

Obat hati… ada lima perkaranya
Yang pertama
baca Quran dan maknanya
Yang kedua
shalat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpulah dengan orang shalih
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
(Obat Hati, Opick)

Coba kita garis bawahi lima obat hati tersebut antara lain: membaca Quran dan maknanya, mendirikan shalat yakni shalat malam, berkumpul dengan orang shalih dan memperpanjang dzikir malam. Bukankah itu semua adalah bentuk dzikrullah untuk membuat hati menjadi tenang?
Semua makhluk yang diciptakan di bumi ini senantiasa berdzikir dengan caranya masing-masing. Coba kita lihat dengan seksama pepohonan melambaikan daun-daunnya dibantu oleh sang angin adalah bentuk dzikir kepada Sang Pencipta. Matahari memancarkan cahayanya ke seluruh penjuru adalah bentuk dzikir kepada Allah. Ayam berkokok, burung terbang kesana-kemari, ikan berenang lewati liku-liku air di lautan adalah bentuk dzikir kepada-Nya dan semua makhluk lainnya memiliki cara masing-masing dalam berdzikir. Apakah manusia tak malu melihat semua ini?

Masihkah diri ini tak mau berdzikir kepada-Nya? Padahal, dengan berdzikir ketenangan hati sendiri yang akan diperoleh bukan orang lain yang akan merasakan ketenangan dari dzikir yang diucapkan oleh seseorang. Ketika dia berdzikir dia sendirilah yang akan merasakan nikmatnya ketenangan itu.
Mari luangkan waktu beberapa menit atau jam untuk menenangkan hati sekaligus beribadah kepada-Nya. Kita semua diberikan waktu dua puluh empat jam sama untuk setiap manusia. Tetapi, hanya sedikit manusia yang memberikan alokasi waktunya lebih banyak untuk mengingat-Nya dalam setiap gerak-gerik.
Ketenangan di dunia dan ketenangan di akhiratlah yang kita tuju selama ini. Siapkan dari sekarang diri ini agar selalu mengingat-Nya dalam setiap dzikir yang terucapkan. Baik ketika beribadah ataupun ketika beraktivitas sehari-hari.

Berdzikirlah, karena dengan dzikir itu yang akan menuntun kita menuju sebuah jalan yang terang-benerang serta tak ada rintangan yang menghadang. Jalan yang akan mengantarkan manusia menuju sebuah kebahagiaan yang hakiki dan kekal kelak di akhirat yakni jalan ke surga-Nya.

Berdzikirlah, saat mulut dan hati ini masih mampu untuk berdzikir. Jika mereka tak mampu lagi untuk berdzikir, apalah artinya semua ini tak ada bekal yang akan dibawa untuk kehidupan di masa akan datang. Tak ada jalan yang akan memberikan petunjuk menuju sebuah tempat yang diliputi rasa bahagia tak terhingga.

“Jika hambaKu mengingati–Ku dalam dirinya, Aku pasti mengingatinya dalam diri–Ku. Jika dia menyebut nama–Ku di hadapan khalayak ramai, Aku akan menyebut namanya di hadapan khalayak yang lebih mulia daripada khalayaknya. Jika dia menghampiri–Ku sejengkal, Aku akan menghampirinya sehasta, jika dia mendekati–Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika dia datang berjalan kepada–Ku, Aku akan berlari kepada–Nya. Yakni segera menyahut segala permintaannya” (Hadits Qudsi)

Wallau a'lam
Judul asli: Berdzikirlah
- www.dakwatuna.com –

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB

T: Assalamu'alaykum ustadz izin bertanya. Bagaimana jika mulut kita berdzikir, tapi terkadang tidak dengan hati kita. Bagaimana cara menghadirkan hati saat kita dzikir ini ustadz? Yang jika tidak dengan menghadirkan hati, Allah pun tidak akan mendengar kita ustadz? Afwan saya yang fakir ilmu ini.
J: Hati yang tidak tenang bisa karena hati kita "sedikit berdebu bahkan kotor". Ruang hati ibarat teko, jika tekonya bersih, maka ketika diisi susu yang keluar susu, begitu sebaliknya jika tekonya kotor maka hasilnya susu akan kotor, jadikan hati itu bersih dengan perbanyak istighfar dan sholat malam, tilawah, dan mengingat kematian.
Rasulullah SAW bersabda:
إن هذه القلوب تصدأ كما يصدأ الحديد إذا أصابه الماء . قيل : يا رسول الله وما جلاؤها ؟ قال :  كثرة ذكر الموت وتلاوة القرآن

Sesungguhnya hati ini berkarat seperti besi berkarat bila kena air”. Shahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang bisa membersihkannya kembali?” Beliau menjawab: “Banyak-banyak mengingat kematian dan tilawah al Qur’an”. (HR. Baihaqi)


T: Assalamu'alaikum. Izin bertanya. Banyak buku tentang dzikir yang kalau mau berhajat bisa dzikir 50x ada yang sampai 1000x apakah itu benar?
J: Jumlah dzikir tidak ada batasan sepanjang ditujukan kepada Allah swt. Bahkan untuk wasilah amal atas suatu hajat dengan syarat tidak melanggar syariat. Tentunya bacaan dzikir harus sesuai yang dicontohkan rasulullah (ma'tsur).
Dari Sa`ad ibnu Abu Waqqash ra yang menceritakan:
“Ketika kami berada dihadapan Rasulullah SAW, beliau bersabda:” Apakah seorang diantara kalian tidak mampu menghasilkan 1000 (seribu) kebaikan setiap harinya? Maka ada seorang dari kalangan orang-orang yang duduk bersamanya bertanya:” Bagaimana caranya untuk menghasilkan 1000 (seribu) kebaikan? Nabi SAW bersabda:” Hendaknya ia membaca 1000 (seribu) kali tasbih maka dicatatkan baginya 1000 (seribu) kebaikan atau dihapus dari 1000 (seribu) kesalahan (dosa)” (HR.Muslim)

Namun tentunya amalan konsisten dan kontinyu lebih disukai Allah yang dapat mendatangkan rahmat Allah. Wallahu a'lam


T: Sebenarnya dzikir yang baik itu yang mana ya? Karena kadang kalau lihat postingan ig. Dzikir ini disukai Allah. Dzikir ini meringankan dosa. Banyak lagi. Mohon pencerahannya ustadz.
J: Silahkan sepanjang ada dalilnya yang shohih/ ma'tsur. Sedangkan untuk faedah ini itu, hanyalah hasil sepanjang masih dalam koridor syar'i.


T: Assalamualaikum ustadz ingin bertanya. Mana yang lebih afdol zikir dalam hati saja atau lisan atau lisan & hati?
J: Hati boleh, dengan lisan boleh, dengan hati dan dikuatkan dengan lisan boleh.
Allah ta’ala berfirman, ”Aku adalah sebagaimana praduga/prasangka hamba-Ku kepada-Ku, Aku senantiasa menyertainya selama dia mengingat-Ku, maka apabila dia mengingat aku dalam hatinya, Akupun mengingatnya dalam hati, dan bila dia mengingat-Ku dalam keadaan ramai, Akupun mengingatnya dalam keadaan ramai, bahkan lebih baik dari pada pengingatannya. (HR. Bukhori dan Muslim)


T: Saya menemukan hadis yang bunyinya kurang lebih: Jangan engkau berkata doa ..."ya Allah jika Engkau berkenan maka berilah hamba ....
Pertanyaannya: Apakah hadist di atas berlaku juga dalam niat kita mengaji:
Niatnya: Ya Allah aku mengaji karena Engkau jika Engkau beri pahala maka hamba ikhlaskan untuk kedua orangtua. Sekian dan terimakasih.
J: Langsung saja minta bunda jangan ragu, "maka berikan pahala mereka atas wasilah amal tilawah quran ini ya rabb."
Kalimat jika engkau berkenan seolah meragukan Allah, padahal Allah itu sangat dekat. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin memberikan keterangan sebab larangan ini, Dengan lafadz ini seakan-akan orang yang berdoa dapat memaksa Allah Ta’ala, seakan-akan ia berkata, “ Ya Allah aku tidak memaksaMU, jika berkehendak ampuni aku, jika tidak, tidak usah.”
Lafadz ini seakan-seakan menerangkan bahwa permintaan hamba sangat besar dan sulit, dan meragukan keagungan dan qudrah Allah. (maka dalam kitab tauhid, hadits tersebut dimasukkan dalam satu pembahasannya oleh Syaikh Muhammad bi Abdul Wahhab, untuk menerangkan keagungan Allah dan kesempurnaan kekuasaannya). Orang yang berdoa dengan lafadz tersebut, seakan-akan tidak butuh Allah, maka dalam lanjutan hadits dikatakan, “tetapi hendaklah ia berkeinginan kuat dalam permohonan itu”. (Al-Qaul Mufid 2/331)
Wallahu a'lam


T: Asalammu'alaykum ustadz. Afwan di luar tema. Apakah boleh kita membaca ayat seribu dinar setiap lepas sholat fardhu, dan dijadikan amalan kita. Mohon penjelasannya. Afwan ana yang fakir ilmu.
J: Jangan lakukan karena:
1- Menamakan ayat tanpa petunjuk.
2- Menetapkan waktu pembacaan yang tidak berdalil.
Kalau mau kaya, takwa, ikhtiar, tawakkal.


T: Ustadz mohon izin bertanya, ada dzikir pagi dan sore di sebuah buku, ada al matsurat juga di buku yang lain, yang isinya agak berbeda. Jadi sebaiknya kita lebih pilih yang mana ustadz?
J: Terserah yang penting dzikirnya ada dalilnya, dan dzikir ma'tsurat ya isinya dari hadits-hadist yang ma'tsur. Itu hanya untuk mempermudah dalam mengurutkan. Kalau mau pakai buku lain, silahkan.


T: Menyambung pertanyaan. Kalau dzikirny agar hajatnya terkabul apakah dzikirnya masih termasuk lillahi ta'ala ustad?
J: Hajat, keinginan, cita-cita, boleh-boleh saja sepanjang tidak dalam kemaksiatan kepada Allah.
“Ya Allah berikan kemampuan dalam menjawab soal ujian agar anakku lulus, jadi dokter, atau berikan kemudahan dan kelancaran prosesi pernikahan anak kami"
Boleh bunda.





•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!