Home » , , , » Respon Kita Terhadap Bencana

Respon Kita Terhadap Bencana

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 16, 2018


Hasil gambar untuk respon terhadap bencana tsunami
Rekapitulasi Kajian Online Hamba Allah G5
Hari/Tgl: Rabu, 29 Agustus 2018
Materi: Respon Kita Terhadap Bencana
Asatidz: Ustadzah Tribuwhana
Admin G-5: Saydah, Nining
Editor: Sapta
------------------------------------





Dulu semasa Rasulullah masih ada, pernah terjadi gempa di Madinah. Agak mengherankan memang, mengingat secara geografis Madinah bukanlah negeri yang dikelilingi gunung volcano aktif. Tanahnya juga relatif datar. Tapi terjadi gempa bumi.

Saat itu, Rasulullah meletakkan dua telapak tangannya ke tanah dan mengusap-usapnya. Beliau berkata, “Bersabarlah. Belum datang saatnya bagi kami.” Kemudian Rasulullah memandang para sahabat dan berkata juga, “Sesungguhnya Rabb kalian, menegur kalian. Maka jawablah!”

Demikian Rasulullah bersabda kepada para sahabat kala itu. Maksud kalimat beliau yang mengatakan, sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian dan Rasulullah meminta para sahabat untuk menjawab adalah, Allah meminta kita agar memperbaiki diri. Dari banyak hal.

Saat itu penduduk negeri adalah para sahabat, orang-orang beriman, Allah dan Rasul-Nya meminta untuk memperbaiki diri. Mungkin dari kelalaian. Mungkin dari kemungkinan-kemungkinan salah. Dari banyak hal. Dan hal tersebut disambut oleh para sahabat dengan langsung beristighfar dan memperbaiki diri.

Pernah juga terjadi satu gempa lagi, saat Umat ibnul Khattab menjadi amirul mukminin. Maka Sayyidina Umar meniru apa yang dilakukan Rasulullah. Dan sebagai khalifah, beliau memobilisasi ishlahul ummah. Perbaikan ummat dari segala macam potensi maksiat yang mengundang ketidak-ridha-an Allah.

Satu lagi kisah gempa, terjadi di masa Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Banyak korban yang jatuh. Dan dengan segera Amirul Mukminin mengirim surat kepada seluruh gubernur, wali nagari, bupati dan walikota di seluruh negeri. Memobilisasi mereka untuk mengajak rakyat dan penduduknya memperbaiki diri, bertaubat dan bersedekah.

Mereka diminta untuk mengeluarkan zakat, dan jangan menahannya. Seluruh penduduk negeri ditetapkan, pada hari tertentu untuk keluar rumah dan melayani sesama dan saudara.

Tiga kisah di atas adalah respon dan reaksi para pemimpin tentang bencana alam yang di alami negerinya. Bukan suudzon dan berburuk sangka, bahwa gempa bumi yang kita alami kemarin adalah hasil dari kemaksiatan kita. Bukan begitu. Tapi reaksi dan respon yang dicontohkan oleh Rasulullah, Sayyidina Umar dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz perlu kita hidupkan dalam kehidupan kita.

Memang kemaksiatan seolah menjadi hal yang lumrah di negeri ini, namun bencana alam bukanlah azab Allah. Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman:
“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluq yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai pada waktu yang ditentukan”. (QS. An Nahl : 61)

Ayat diatas telah menjelaskan bahwa jika Allah berniat menghukum/mengazab manusia karena kedzalimannya, niscaya tidak akan ada binatang melata pun yang akan hidup pasca bencana itu, sebagaimana azab yang ditimpakan kepada ummat nabi–nabi sebelum ummat Nabi Muhammad SAW. Ummat Nabi Luth yang homoseks/lesbian diazab Allah dengan dihujani batu dari neraka sijjil. Ummat Nabi Nuh ditimpa banjir bandang yang sangat besar. Ummat Nabi Musa (Fir’aun dkk) yang ditenggelamkan di dalam laut. Semua peristiwa-peristiwa tersebut menampakkan kedahsyatan bencana yang terjadi sehingga tidak satu pun makhluq yang hidup kecuali orang–orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Bencana dan musibah adalah ujian bagi orang–orang yang beriman lagi taat pada Allah. Diantara korban bencana terdapat orang–orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, namun tetap terkena musibah sebagai bagian ujian atas keimanan mereka kepada Allah SWT.
Jikalau mereka bersabar atas ujian itu niscaya Allah akan mengangkat derajat mereka.

Namun adakalanya juga bencana tersebut merupakan teguran kepada orang – orang yang menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya namun lalai dari menjalankan kewajiban Allah, bahkan melakukan keharaman yang dilarang-Nya. Akibat kelalaian itulah mereka disiksa di dunia padahal mereka telah mendapatkan banyak kenikmatan.
Allah SWT berfirman, ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri Beriman dan Bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf, 7: 96)

Mari membersihkan diri. Bertaubat kepada Allah. Meminta ampun. Mengeluarkan sedekah. Ringan berinfaq. Membersihkan diri dengan zakat. Dan melayani saudara dan sesama. Semoga dengan usaha yang ringan dan sedikit ini, Allah menjadi ridha pada negeri ini dan memberikan kita kebaikan dan rahmat-Nya. Aamiin….

Wallahu a'lam

------------------------

TANYA JAWAB


T: Assalamu"alaikum ustadzah mau tanya akhir-akhir ini aku sering sakit apa ini ujian atau teguran Allah padaku ya karena aku punya niat pengen puasa batal juga sekarang sholatku pun duduk, bagaimana menurut ustadzah?
J: وعليكم السلام ور حمة الله وبر كا ته
Sudah diperiksakan ke dokter bunda? Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). 
Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia. Jika kita bersabar insyaAllah akan banyak pahalanya. Dan bisa menggugurkan dosa-dosa kita


T: Assalamu'alaikum Ustadzah ijin bertanya. Kalau seseorang terkena musibah, sakit, bencana, apakah dia wajib bersabar? Adakah batasan sabarnya  manusia?
J: Wajib bersabar dan batasan kesabaran itu tidak bertepi.


T: Seperti apa contoh perbuatan orang yang sabar dalam menghadapi musibah atau sakit?
J: tidak meratap dan menambah kuantitas serta kualitas ibadah


T: Assalamualaikum ustadzah, adakah hukumnya untuk yang melakukan ruqyah?
J: Ruqyah yang dibolehkan dalam islam adalah ruqyah yang bacaannya menggunakan ayat-ayat Al Quran. Di ambil dari Fathul Majid , Imam As Suyuthi berkata:Ruqyah boleh dilakukan apabila memenuhi 3 syarat: Bacaan ruqyah memakai ayat-ayat Al Quran atau nama dan sifat Alloh Ta’ala. Bacaan ruqyah memakai bahasa Arab atau yang memiliki makna. Meyakini bahwasanya ruqyah bisa berpengaruh karena izin dari Alloh, buka karena bacaan-bacaannya.

Berikut ini, kriteria-kriteria ruqyah syariah sesuai ajaran islam:

Bacaan ruqyah memakai Ayat Al Quran, doa yang syari atau yang tidak bertentangan dengan doa yang diajarkan. Memakai bahasa Arab, kecuali jika tidak bisa. Tidak menjadikan ruqyah sebagai ketergantungan, karena ruqyah hanyalah sebab. Isi ruqyah jelas maknanya. Tidak boleh mengandung doa dan harapan kepada selain Alloh (misalnya kepada syetan dan jin). Tidak boleh mengandung kata-kata yang diharamkan, contohnya celaan. Tidak memberi syarat kepada orang yang diruqyah. (fatawal ‘Ulama fii’Ilaajus Sihr wal Mass wal’ain wal Jaan, hal.310)


T: Assalamualaikum bunda, mohon maaf ijin bertanya, bagaimana dengan yang menjadi korban bencana bunda? Apakah termasuk syahid? Dan Kita tidak boleh menjudge mereka yang menjadi korban itu akibat perbuatan mereka sendiri ya bunda?
J: Insyaa Allah mati syahid untuk orang orang mukmin. Bencana itu bisa ujian dan musibah. Tergantung cara menyikapinya. Ada yang tidak pernah ditimpa bencana alam. Tapi bukan berarti orang tersebut tidak diuji dan dicoba.
Kekayaan juga ujian
Kecantikan juga ujian
Kepintaran juga ujian
Semua bentuk pemberian dari Allah bisa dimaknai ujian, musibah, hadiah dan sebagainya. Hebatnya, seorang mukmin itu jika diberi nikmat bersyukur
Jika diberi musibah bersabar, tidak ada lagi kecuali itu.


T: Assalamualaikum. Bagaimana dengan bencana gempa Lombok saat ini? Secara ilmiah kan karena memang Indonesia sangat rentan terhadap musibah gempa dan gunung meletus karena posisi peta Indonesia yang berada pada lingkaran cincin api Pasifik dan dikelilingi pegunungan berapi yang sebagian besarnya adalah masih aktif. Apakah setiap bencana itu adalah sebuah kesalahan/kemaksiatan manusia?
J: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan, “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Gerakan taubat nasional perlu dilakukan. Karena musibah tidak hanya menimpa orang-orang yang fasik saja tapi juga orang-orang yang beriman.


T: Darimana kita bisa memaknai bahwa apa yang kita alami tergolong ujian, musibah, teguran atau hadiah ustadzah?
J: Bahagia secukupnya sedih seperlunya. Tidak usah terlalu lebay menyikapi kehidupan. Karena sekelas nabi dan rasul pun mendapat ujian. Apalah kita yang hanya manusia biasa. Dan jangan terlalu silau dengan dunia. Karena ada kampung akhirat yang abadi. Tujuan kita hidup didunia adalah untuk meraih sebanyak-banyak bekal untuk akhirat kita.
Wallahu a'lam



•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!