Home » , , » Syaraf Terjepit, Penyebab Dan Penanganannya

Syaraf Terjepit, Penyebab Dan Penanganannya

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, October 20, 2018


Hasil gambar untuk HNP
Kajian Online HA Ummi G1, G5 & G6
Hari/Tgl: Selasa, 11 September 2018
Materi: Syaraf Terjepit, Penyebab Dan Penanganannya
Narasumber:  dr Fendi
Waktu Kajian:  bada Isya
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah kondisi ketika bantalan atau cakram di antara vertebrata (tulang belakang) keluar dari posisi semula dan menjepit saraf yang berada di belakangnya. Kondisi ini juga disebut dengan istilah “saraf terjepit”.

HNP umumnya menyerang bagian keempat atau kelima vertebra lumbal (di punggung bawah) atau vertebra serviks (di leher), khususnya pada penderita dewasa yang sudah memasuki umur senja.

Penyebab Hernia Nukleus Pulposus
Di antara ruas tulang belakang terdapat bantalan, dengan bagian tengah yang kenyal seperti jelly dan lapisan luar berupa selubung yang kuat. Seiring bertambahnya usia atau akibat cedera, dapat terjadi penurunan kekuatan dan elastisitas dari bantalan ini, sehingga bagian dalam dari bantalan dapat menonjol keluar dan menekan saraf. Kondisi tersebut mengakibatkan penderita mengalami rasa nyeri hingga penurunan kemampuan gerak fisik.

Selain faktor umur dan cedera, adapun beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hernia nukleus pulposus, seperti:

• Genetika.
• Kondisi yang diturunkan dari salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat HNP.
• Obesitas.
• Penekanan pada tulang punggung dikarenakan berat tubuh berlebih.
• Merokok. Asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen pada cakram dan meningkatkan risiko pengikisan pada tulang punggung.
• Mengangkat beban berat. Seseorang yang sering mengangkat atau mendorong beban berat secara berulang dengan postur tubuh yang salah, berpotensi mengalami HNP.

Gejala Hernia Nukleus Pulposus
Tidak semua penderita HNP merasakan gejala tertentu dan hanya mengetahuinya saat melakukan tes pemindaian. Akan tetapi, sebagian besar penderita biasanya mengalami gejala, yang berupa:

• Nyeri pada kaki atau bahu, dengan intensitas yang dapat meningkat saat batuk, bersin, atau bergerak dalam posisi tertentu.
• Melemahnya fungsi otot sehingga menurunkan kemampuan penderita dalam bergerak, membungkuk, atau memindahkan barang.
• Beberapa titik anggota tubuh mengalami sensasi kesemutan atau kaku. Biasanya di sekitar punggung, bahu, tangan, tungkai, dan kaki.
• Gejala-gejala tersebut terkadang dirasakan juga oleh penderita nyeri punggung ringan akibat keseleo atau terpelintir. Dianjurkan untuk menemui dokter apabila seseorang merasakan gejala di atas agar bisa diketahui penyebabnya.

Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus
Mengingat terdapat beberapa potensi penyakit lainnya yang memiliki gejala serupa dengan hernia nukleus pulposus, dokter akan mengevaluasi gejala, melakukan tes fisik (termasuk mengukur kemampuan berjalan, kekuatan otot, refleks, dan kemampuan sensorik), serta serangkaian tes lanjutan untuk memeriksa kondisi tulang dan saraf. Di antaranya adalah:

• Tes pemindaian, seperti CT scan (untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi kolom tulang belakang dan struktur di sekitarnya),
• MRI (untuk memastikan di mana lokasi terjadinya HNP dan saraf mana yang ikut terpengaruhi),
• mielogram (untuk melihat adanya tekanan pada saraf tulang belakang dan saraf lainnya), serta
• foto Rontgen (untuk memastikan bahwa gejala yang dialami pasien bukan disebabkan oleh patah tulang, tumor, atau infeksi).
• Tes darah, untuk memeriksa jika terdapat peradangan atau infeksi.
• Pemeriksaan saraf. Tes ini bertujuan untuk melihat lokasi terjadinya kerusakan saraf secara akurat. Metode yang biasanya dipakai adalah pemeriksaan konduksi saraf dan elektromiogram (EMG).            

Pengobatan Hernia Nukleus Pulposus
Pengobatan HNP akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa cara yang biasanya disarankan dokter adalah melalui obat-obatan, terapi, atau operasi.

Obat-obatan
Berikut ini adalah beberapa jenis obat-obatan yang mungkin disarankan dokter:

• Obat pereda nyeri. Jika kondisi yang dialami pasien termasuk ringan, obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, dan naproxen bisa digunakan. Walau obat-obatan ini dijual bebas, penderita disarankan untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter agar dosis dapat disesuaikan.
• Obat opioid. Jika pasien mengalami nyeri hebat atau nyeri tidak mereda setelah mengonsumsi obat pereda rasa sakit di atas, obat golongan opioid, seperti codein atau kombinasi oxycodone-paracetamol dapat diberikan. Namun obat jenis ini hanya dapat dikonsumsi dalam jangka waktu pendek.
• Obat penenang otot. Obat ini akan diresepkan bagi pasien yang mengalami kejang otot.
• Obat antikonvulsan. Walaupun obat ini umumnya digunakan untuk mengontrol kejang, antikonvulsan juga dapat digunakan sebagai pereda nyeri saraf yang terjepit.
• Suntikan kortikosteroid. Suntikan antiinflamasi streoid umumnya diberikan secara langsung di titik saraf yang bermasalah.
• Obat kortikosteriod oral. Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat kortikosteriod oral, seperti prednisone atau methylprednisolone, untuk meredakan peradangan dan pembengkakan.

Terapi
Secara umum, HNP dapat membaik dalam hitungan hari atau minggu. Namun, jika gejala yang dialami pasien tidak kunjung reda, saran untuk melakukan terapi fisik, seperti olahraga peregangan otot dan latihan posisi tubuh tertentu, akan diberikan. Terdapat juga beberapa jenis olahraga ringan yang dapat dilakukan di rumah, seperti jalan santai dan yoga. Atau terapi lainnya, seperti akupunktur, pijat, dan perawatan chiropratic.

Operasi 

Hanya sebagian kecil kasus hernia nukleus pulposus memerlukan tindakan operasi untuk pemulihan. Dokter biasanya akan menyarankan penderita melakukan tindakan operasi jika:

• Gejala tidak mereda setelah 6 minggu pengobatan.
• Otot melemah dan kaku.
• Kesulitan berdiri atau berjalan.
• Tidak dapat mengontrol kemih.
• Tindakan operasi yang dilakukan adalah disektomi, yaitu pemotongan dan pengangkatan sebagian atau seluruh bantalan yang menjepit saraf. Apabila dilakukan pengangkatan bantalan secara keseluruhan, maka tulang belakang dapat disangga dengan pemasangan logam atau pemasangan cakram buatan sebagai pengganti bantalan.

Walaupun operasi menjadi pilihan terbaik untuk pemulihan, perlu diingat bahwa pasien masih perlu menjaga kondisi dan mengubah pola aktivitas untuk menghindari efek samping atau komplikasi pasca operasi. Untuk mengoptimalkan pemulihan, dokter biasanya akan merekomendasikan program terapi dan rehabilitasi.

Penderita juga dapat meredakan gejala HNP di rumah jika kondisi tidak parah, seperti:

• Mengompres dengan air es untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan, dilanjutkan dengan kompres air hangat untuk memberi rasa nyaman.
• Menghindari beristirahat terlalu lama, karena justru dapat mengakibatkan otot dan sendi menjadi kaku dan lemah.
• Disarankan untuk melakukan jalan santai atau melakukan pekerjaan ringan, sambil dibarengi waktu istirahat yang cukup agar mempercepat proses pemulihan.
• Hindari aktivitas yang berat karena berpotensi memperburuk gejala.

Komplikasi Hernia Nukleus Pulposus
Walau jarang, HNP dapat menekan cauda equina yang terletak di punggung bawah dan mengakibatkan komplikasi yang serius, seperti:

• Disfungsi pengeluaran cairan dari kandung kemih, dimana penderita akan kesulitan mengeluarkan urine atau tinja, hingga kemandulan secara seksual.
• Menurunnya kemampuan beraktivitas, dikarenakan kondisi ini dapat memperburuk gejala, seperti nyeri hebat, otot melemah, atau kaku.
• Anestesi sadel, dimana penderita kehilangan kemampuan merasa atau sensasi di titik seperti paha bagian dalam, tungkai belakang, dan di sekitar dubur.

Disarankan bagi penderita HNP untuk segera menemui dokter atau mendatangi rumah sakit terdekat jika merasakan gejala yang mengarah pada komplikasi agar dapat segera ditangani.

Pencegahan Hernia Nukleus Pulposus
Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dapat dicegah melalui langkah-langkah berikut ini:

• Berolahraga secara teratur.
• Pilihlah jenis olahraga yang dapat menguatkan otot, sendi dan tulang, khususnya tulang belakang.
• Menjaga postur tubuh. Pastikan Anda duduk dengan postur yang tegak dan menompang beban berat menggunakan kaki, bukan punggung. Hal ini dilakukan untuk menjaga postur alami punggung dan mencegah penekanan pada tulang punggung.
• Hindari merokok.
• Zat nikotin yang terkandung dalam rokok dapat melemahkan jaringan bantalan atau cakram tulang punggung.
• Menjaga berat badan ideal.
• Obesitas dapat membebani tulang punggung untuk jangka waktu yang lama, dan mengakibatkan pengikisan tulang yang lebih cepat.
• Hindari cedera.
• Sesuaikan aktivitas dengan kekuatan tubuh Anda, dan hindari pergerakan mendadak yang dapat mengakibatkan cedera pada tulang punggung atau sekitarnya.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA - JAWAB


T: Assalamu'alaikum. Izin bertanya dr. Fendi. Apakah anak-anak bisa mengalami syaraf kejepit dok? Anak-anak zaman now, tas sekolahnya berat-berat. Semua buku dibawa. Apakah akibatnya kalau bawa beban berat di punggung pada saat anak dewasa nanti dok? Terima kasih atas jawabannya.
J: Efek sampingnya tidak pada saat anak-anak, lebih baik pakai tas koper buat anak-anak karena masih masa pertumbuhan juga.


T: Izin bertanya Dokter. Tangan saya terutama di 10 jari, itu sudah beberapa bulan seperti Kebas dan kesemuatan, apakah ini termasuk dengan Syaraf kejepit bagian tangan? Apakah ada obatnya? Mohon Jawabannya dokter, Jazakallah khayron sebelumnya.
J: Salah satu gejalanya bisa kebas, lebih baik diperiksakan ke dokter, karena penanganan yang cepat lebih baik


T: Assalamualaikum, izin bertanya dokter, jika sering kali mengalami kram otot pada kaki, terkadang perut, apakah bisa di sebabkan saraf terjepit? Adakah jenis makanan tertentu yang dapat menyebabkan timbulnya HNP?
J: Gejala kram kaki biasanya disertai dengan nyeri yang menjalar dari pinggang sampai kaki, tidak ada makanan tertentu yang bisa menyebabkan HNP


T: Assalamualaikum dok mohon izin bertanya, beberapa hari lalu saya periksa ke dokter syaraf hasilnya ternyata saya dibilang syaraf kejepit di bagian pergelangan tangan lalu disarankan untuk fisioterapi. Yang mau saya tanya, apakah fisioterapi harus/wajib dijalani? Sebelumnya disarankan untuk bertahap fisioterapinya. Kemarin saya sudah 1x fisio, antara lain: IRR, ultrasonic therapy, dan exercise therapy. Lalu saya juga diberi obat untuk 1 minggu: megabal, omeprazole, pregabalin, dan ketesse. Obatnya untuk apa saja? Lalu apakah harus dihabiskan semua? Soalnya waktu nebus obat, suami yang nebus jadi tidak sempet nanya obatnya untuk apa saja. Mohon penjelasannya dokter, syukron
J: Pada hnp bisa dilakukan fisioterapi tetapi pada kasus yang ringan sampai sedang, jika kasusnya berat fisioterapi tidak banyak membantu, obat-obat yang ibu minum untuk vitamin saraf, anti nyeri, obat pelindung lambung.


T: Assakamualaikum dok, ijin bertanya. Apakah sakit bellfafsy bisa kembali sembuh normal secara keseluruhan atau tidak ya?
J: Bisa sembuh total jika kurang dari 6 bulan.


T: Ijin bertanya. Sejak Desember kemarin saya positif HNP. Saya terapinya bekam, herbal, akupuntur, pemijatan tulang belakang dan berenang, tanpa fisioterapi di RS. Obat dari dokter juga saya minum hanya jika kambuh, saat sakitnya tidak bisa nahan lagi. Alhamdulillah sejak terapi-terapi itu sudah jauh berkurang sakitnya. Saya tidak minum obat dari dokter karena khawatir malah membuat ginjal dan hati kena efeknya karena itu kan kimia. Jadi saya lebih memilih herbal. Apakah sudah benar apa yang saya lakukan? Lalu apakah efek HNP di lumbar ke 4 bisa membuat timbulnya flek-flek? Qodatullah sejak HNP itu saya selalu flek kehitaman. Mohon penjelasannya dokter.
J: Jika sakitnya sering kambuh kurang dari 6 bulan, lebih baik konsultasi lebih lanjut bisa dilakukan tindakan lebih lanjut yaitu operasi. Hnp lumbal tidak berhubungan dengan flek-flek.


T: Ijin bertanya dokter. Untuk terapi berkelanjutan, apakah olahraga renang  harus dilakukan? Saya bergeser dikit ruas tulang belakang diatas tulang ekor Dokter. Apakah kalau posisi duduk lama bisa mengakibatkan letaknya jadi nambah bergeser lagi keluar.
J: Olahraga bisa pada hnp yang ringan, jika berat maka perlu operasi, semua factor-faktor pemberat penyakit harus dihindari terutama mengatur pola hidup dan pola makan.


T: Assalamualaikum dokter. Saya mengalami keluhan nyeri pada otot lengan kanan. Gejala ini sudah saya alami hampir satu tahun lamanya. Selain nyeri, gejala lain yang saya rasakan itu rasa kebas, kesemutan dan sensasi terbakar pada lengan saya. Gejala ini tidak terus-menerus saya rasakan, hanya saja jika saya kecapekan, gejala ini timbul dan sangat mengganggu aktivitas, terutama kondisi dimana pekerjaan saya yang mengharuskan berhadapan dengan komputer setiap harinya. Saya sudah ke dokter, dugaan sementara yaitu myalgia. Sudah diberikan obat, hanya saja penyakit ini tidak kunjung sembuh. Saya juga sudah berobat alternatif, dugaan beliau ini adalah urat terjepit. Yang mau saya tanyakan, apakah myalgia dengan urat terjepit itu penyakit yang serupa? Kemudian, tindakan pengobatan apakah yang paling tepat untuk mengobati penyakit ini? Dan jika sudah ada tindakan, berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai lengan saya membaik? Apakah saya perlu alat penyangga lengan juga? Mohon jawabannya. Terima kasih Dokter.
J: Apakah nyeri sampai pada jari 1-3? Apakah nyeri jika buat mengetik? Lebih baik fisioterapi daripada alternatif, myalgia adalah nyeri otot


T: Nanya dokter, apakah usia 40 tahun ke atas lebih cendrung terkena HNP? apakah hormon juga  mempengaruhi?
J: Bisa, cenderung sering pada perempuan karena faktor hormon yang bisa menyebabkan osteoporosis.


T: Assalamu'alaikum dokter maaf mau tanya paha sebelah kiri kalau saat saya batuk terasa ketarik apakah itu efek dari batuk saya yang belum kunjung sembuh juga? Harus kah periksa ke dokter syaraf? Saya sudah beberapa minggu batuk kering sedangkan paha terasa ketarik saat batuk saya rasakan baru beberapa hari ini, terimakasih.
J: Batuk menyebabkan tekanan diperut meningkat, kalau teraba benjolan di lipat paha terutama saat batuk, diperiksakan ke dari bedah


T: Dok, apakah menggendong balita dalam waktu yang lama berulang-ulang bisa menjadi penyebab HNP? Waktu anak ke 2, saya pernah mengalami kebas tangan kiri, awalnya hanya jari kelingking, lama-lama merambat sampai lengan, kata dokter syaraf itu efek dari sering menggendong.
J: Bisa karena efek menggendong juga jika posisinya tidak benar, jika hnp nyeri yang menjalar dari bahu sampai ke tangan.


T: Mau bertanya dokter, ibu saya mengalami sakit di tumit sudah 1 bulan dan sudah di kompres air es tapi tetap nyeri, itu kenapa ya, usia ibu saya 59.
J: Di cekan dulu asam urat dan kolesterol, jika sakit yang dirasakan disertai nyeri menjalar dari paha bisa gejala hnp


T: Assalamualaikum dokter, sudah lama otot di sekitar belikat kiri saya kurang nyaman, apakah ini ada hubungannya dengan jantung dan kalau mau dicek harus ke dokter spesialis apa yah dok? Terimakasih.
J: Ke dokter jantung sekalian cek ekg dan lab.





•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!