Home » , , , » Tabayyun: Mengurai Benang Kusut Komunikasi

Tabayyun: Mengurai Benang Kusut Komunikasi

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 16, 2018


Hasil gambar untuk tabayyun
Rekap Kajian Online HA Ummi G1
Hari/Tgl: Rabu, 29 Agustus 2018 
Materi: Tabayyun: Mengurai Benang Kusut Komunikasi
Nara Sumber: Ustadzah Riyanti
Waktu Kajian: 09.00 - 14.38
Editor: Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖





 بِسْـــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْــــــمِ ..

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته..

Sahabat Fillah apa kabar hari ini?
Semoga kita semua selalu dlm limpahan Rahmat serta Ridho Alloh Subhanahu wata'ala
Dan semoga kajian hari ini berjalan lancar

Semoga ada yang menyimak... Kol pagi ini.. Minimal saya sudah menunaikan kewajiban saya selaku muslim ke saudara muslim yang lain untuk saling nasihat menasihati..

Sebelum kol Kita awali..
Majelis ilmu ini kita buka dg bacaan basmallah bersama..
Bismillahirrohmanirrohim

Semoga Allah hadirkan kebarokahan untuk forum ini.. Aamiin

Udah siap untuk belajar bareng?
Yuk kita diskusikan bareng tema berikut...

Tabayyun : Mengurai Benang Kusut Komunikasi

“Mbak tau nggak, Ukhti Na itu gimana sih, pake niqob kok masih suka selfie? Terus kemarin Ara juga bilang lihat Na lagi jalan berdua sama cowo. Padahal keliatannya muslimah banget gitu ya. Ndak nyangka.”
“Emang kamu tau kabar itu darimana?”
“Dari temen aku sih, tapi kan …. ”
“Harusnya tabayyun dulu dong dek. Bahaya kalau nanti jadi fitnah, lebih kejam dari pembunuhan loh.”

*
(Apa ITU TABAYUN)?
Pengertian tabayyun dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian secara bahasa dan istilah.
Secara bahasa tabayyun adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya.

Sementara secara istilah tabayyun adalah meneliti dan menyeleksi suatu berita, tidak secara tergesa-gesa dalam memutuskan suatu permasalahan baik dalam perkara hukum, kebijakan dan sebaginya hingga sampai jelas benar permasalahnnya, sehingga tidak ada pihak yang merasa terdzolimi atau tersakit. 

(Apakah seorang muslim harus bertabayyun?)

Ya, setiap muslim wajib melaksanakan tabayyun tanpa terkecuali, terutama di zaman yang penuh dengan fitnah seperti sekarang.
Tabayyun merupakan salah satu akhlak mulia dan salah satu prinsip penting dalam menjaga kemurnian agama Islam dan keharmonisan dalam pergaulan sosial.

Seperti firman Allah swt sebagai berikut:
Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.[al-Hujurât/49:6].

Asbabun Nuzul dari ayat di atas sendiri adalah ketika Rasulullah saw mengajak seseorang yang bernama Al Harits untuk masuk Islam. Setelah di ajak oleh Baginda Rasul ia pun menyatakan diri masuk Islam dan pulang kepada kaumnya untuk mengajak masuk agama Islam. Pada saat itu juga Rasulullah saw mengajak untuk menunaikan zakat yang disepakati oleh Al Harits.

Ketika waktu telah tiba, Rasulullah saw mengutus seseorang bernama Al Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat yang telah di janjikan. Namun di dalam perjalanan hati Al Walid bin Uqban menjadi gentar dan kembali ke Rasulullah saw tanpa datang ke tempat yang seharusnya dituju yaitu Al Harits. Ketika kembali ia kemudian mengarang cerita bahwa Al Harits tidak mau menyerahkan zakat dan mengancam membunuhnya. 

Mendengar cerita tersebut Rasulullah saw mengutus utusannya untuk datang kepada Al Harits. Namun ternyata utusan itu bertemu Al Harits ditengah-tengah perjalanan yang sedang menuju ke tempat Rasul dengan membawa zakat yang telah di janjikan.

Setelah bertemu Rasulullah Al Harits menceritakan yang sebenarnya. Dan Kemudian turunlah QS Al Hujurat ayat 6, dimana sebagai sebuah peringatan bagi umat muslim agar selalu bertabayyun dalam menghadapi informasi yang terdengar oleh telinga kita. Dan tentunya meminta penjelasan dari kedua belah pihak. Sangat berbahaya jika tidak bertabayyun, karena bisa menimbulkan perpecahan sampai pertumpahan darah.

Bahaya Meninggalkan Tabayun

Ada 3 poin mendasar tentang bahaya meninggalkan tabayyun.

Yang pertama, tanpa bertabayyun orang akan menuduh orang baik dengan dusta yang begitu kejam. Kita dulu pasti pernah mendengar tentang kisah istri Rasulullah saw yang bernama Aisyah ra. Aisyah ra, di fitnah dengan begitu kejam dan memalukannya orang yang melakukan hal tersebut. Dimana di dalam fitnah tersebut istri rasulullah di fitnah berzina dengan seorang lelaki yang bernama Shofwan bin Muathal. Orang yang dengan tega menfitnah Aisyah ra adalah Abdullah bin Ubai bin Salal. Dengan cerita tersebut beberapa orang di madinah yang tidak bertabayun kepada istri Rasulullah menelan mentah-mentah cerita tersebut.

Dengan fitnah yang begitu kejam kepada istri Rasulullah, Aisyah ra mengalami kegoncangan jiwa yang begitu luar biasa sehingga Rasulullah dan mertuanya pun merasakan apa yang dirasakan oleh aisyah ra. Bayangkan saja, sesuatu yang tidak pernah dilakukan terus kita difitnah telah melakukannya. Pasti di dalam hati istri Rasulullah saw terpendam rasa sakit yang begitu dalam. Sehingga turunlah suatu surat yaitu surat Annur 11-12, dimana surat tersebut menjelaskan sebenarnya apa yang telah terjadi. Sehingga kita sebagai seorang muslim harus bisa mengamalkan apa itu tabayyun.

Kedua, munculnya kecemasan dan penyesalan dalam diri kita. Setelah firman allah saw turun dan menjelaskan duduk perkara yang terjadi. Banyak diantara sahabat Rasulullah yang termakan oleh berita bohong tersebut menyadari akan kesalahannya dan yang timbul adalah penyesalan yang terjadi.

Ketiga. Muncul kesalah pahaman yang berakibat sampai kematian. Dengan muncul fitnah yang begitu keji sehingga bisa mengakibatkan rasa sakit yang begitu mendalam sampai menjalar kepada dendam itu sangatlah berbahaya. Karena bagaimana pun lidah yang tidak memiliki struktur tulang belakang jika sudah berucap sangatlah berbahaya, apalagi sampai menyakiti hati seseorang yang menimbulkan dendam. 

 Sikap tabayyun sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi untuk dikerjakan. Karena zaman yang telah berubah dimana fitnah menjadi sebuah komoditas yang menggiurkan dan memberikan masseffect  yang begitu besar. Sehingga dapat membuat perubahan di dalam masyarakat. Apalagi yang sudah barangkali kita ketahui, bergunjing merupakan sesuatu yang nikmat untuk dilaksanakan.

Jika dilihat berdasarkan hukumnya, mengklasifikasikan sumber (media) berita menjadi 3 jenis. Pertama, berita dari seorang yang jujur yang secara hukum harus diterima. Kedua, berita dari seorang pendusta yang harus ditolak. Ketiga, berita dari seorang yang fasik yang membutuhkan klarifikasi, cek dan ricek akan kebenarannya.

Ketiga jenis sumber tersebut, masing-masing tentu memiliki tingkat kepercayaan tersendiri bergantung pada orang yang menerimanya. Namun yang mesti kita lakukan, sebaiknya bersikap tabayyunlah dalam setiap situasi. Apalagi jika kita tak mengerti benar berita apa yang disampaikan oleh si empunya lidah. Jangan hanya mengiyakan atau malah membantu mengompori sesuatu yang bahkan kita pun tidak mengerti benar duduk perkaranya. Bisa jadi apa yang kita teruskan tadi malah akan menambah masalah di kemudian hari.

Secara luas, sikap tabayyun ini mirip dengan berbaik sangka atau husnuzhan, meskipun ada konteks yang berbeda di masing-masing. Keduanya menghindarkan kita dari sifat berprasangka buruk atau suudzan di awal

Bagaimana memeriksa suatu informasi dengan teliti?

Informasi dalam bentuk teks (kata, frasa, kalimat) diteliti dengan cara menandai dan membedakan jenis kata berikut: kata kerja, kata benda, dan kata sifat.

Kata kerja dan kata benda (termasuk angka) menggambarkan fakta. Kata sifat menggambarkan opini atau pendapat. Yang ingin kita peroleh dari suatu informasi adalah fakta; yang ingin kita hindari dari suatu informasi adalah fiksi. Fakta dekat dengan kebenaran karena yang ia sajikan adalah sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi sementara opini dekat dengan kekeliruan atau kesalahan karena yang ia sajikan belum tentu ada atau terjadi.

Setelah menemukan dan menandai mana kata kerja dan kata benda serta mana kata sifat, langkah selanjutnya adalah memeriksa kata kerja dan kata benda yang termuat dalam informasi tersebut atau dalam ungkapan lain, periksalah fakta/data yang ada.

Cara melakukan pemeriksaan fakta/data adalah mengajukan serangkaian pertanyaan berikut:
Apa?
Siapa?
Kapan?
Di mana?
Kenapa/mengapa?
Bagaimana?
Berapa?

Dari tujuh daftar kata tanya di atas, empat kata tanya teratas merupakan hal pokok untuk diajukan untuk menguji suatu fakta/data.

Inilah tabayyun.
Semoga kita bisa menjadi seorang muslim yang terhindar dari fitnah sesama Muslim.


************
TANYA JAWAB


T: afwan bunda izin bertanya, bagaimana ya bunda caranya biar kita selalu bisa husnudzon sama orang yang berkali-kali tidak bisa dipercaya (selalu mengulang kesalahannya) dan bagaimana sikap kita kalau misalkan klarifikasi berita ke orang yang bersangkutan tapi orang tersebut tidak mau mengakui dan memberi penjelasan?
J: Selalu lapangkan hati kita. Perbanyak istighfar jika ada lintasan dzon dihati dan pikiran. Hati kita di tangan Allah. Dia yang kuasa membolak balikan hati. Tugas kita hanya ikhtiar. Hidayah milik Allah


T: Meneruskan pertanyaan bunda ayu, Ustadzah. Apakah boleh Kita sementara waktu tidak berhubung dengan beliaunya daripada akan timbul huudzon Kita? Padahal kan Kita tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari?
J: Boleh bunda. Jangan diniatkan untuk mendiamkan dia. Tapi niatkan untuk mempersiapkan hati kita agar lebih lapang. Kuat. Dan sabar. Hati yang lapang akan membantu kita bisa berpikir jernih.


T: Tanya ya ustadzah. Bagaimana ya cara mengatasi orang yang suka berprasangka buruk kepada kita. Kita sudah berusaha menyapa dan senyum kepada orang tersebut. Tapi kadang-kadang beliau cuek ke kita. Pernah teman saya izin tidak masuk kerja karena alasan syar'i tapi beliau berkata memang kurang lama liburnya? Sambil baca WA (chat) teman saya sambil senyum sinis. Syukron atas jawabannya.
J: Perempuan itu memang makhluk sensitif dan perasa ya. Jangan masukkan hati terlalu dalam sikap orang lain terhadap kita. Selama kita jujur dan tidak bohong. Jangan mau sikap perasaan kita dikendalikan orang lain yang sikapnya tidak respek ke kita.
Di coba ya bunda. Kuncinya, jangan serahkan pikiran dan hati karena sikap orang lain yang negative.


T: Betul, baperan. Manusiawi Bunda. Apalagi perempuan?!
J: Iya, tapi jangan sampai bikin perasaan dan pikiran kita tersandera terlalu lama. Gangguan pikiran ntar larinya ke fisik. Sakit.


T: Assalamualaikum ustadzah, Bagaimana sikap kita ketika kita mengetahui misal apa yg dikatakan si A ternyata hanya  kesimpulan dia semata bukan hasil tabayun, dan ini sering sekali. Apakah kita menegurnya atau tidak mempercayainya? Bolehkan kita tidak mempercayainya?
J: Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah mempertemukan semua pihak yang bermasalah untuk duduk satu forum. Crosscheck disitu semuanya. Dengarkan mereka bicara. Beri kesempatan yang sama. Untuk bicara.


T: Iya bunda, yang tidak mau ditemukan berarti ada apa ya, kan kita sudah berusaha menjelaskan dan dengan berbesar hati dan lapang dada?!
J: Nah betul. Kalau memang berniat baik. Tentu siap duduk bareng dan sejajar


T: Bagaimana ya bunda cara menghilangkan kecurigaan pada suami, karena trauma pernah di bohongi?!
J: Pondasi pernikahan yang utama itu saling percaya. Cobalah mbak Hanny di posisi suami. Kira-kira enak tidak dicurigain mulu. Lelaki senang diberi kebebasan. Dipercaya. Didukung. Kita juga kan. Bila ada trauma, ceritakanlah trauma itu. Semoga dengan begitu suami bisa faham kenapa istri kadang reaktif. Dan perbanyak doa untuk suami dan anak kita sendiri. Agar bisa jadi keluarga yang kuat.


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!