Home » , » THOGHUT

THOGHUT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 16, 2018


Hasil gambar untuk thaghut
Rekapitulasi Kajian Online Hamba Allah G5
Hari/Tgl: Rabu, 30 Agustus 2018
Materi: THOGHUT
Narasumber:  Ustadzah Lilis Nur'aini
Admin G-5   : Saydah Nining
Notulens  : Saydah
Editor: Sapta
--------------------------------------------





THOGHUT
Bunda Lilis.

*****

      THOGHUT menurut syar'i adalah sesuatu yang disembah, diibadahi, diikuti, ditaati, diyakini selain Allah.

THOGHUT terdiri dari beberapa jenis.

1. Iblish
         "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam,supaya kamu tidak menyembah syaitan ( Iblish)? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" QS Yasin; 60

    Banyak di antara manusia yang menyembah Iblish,seperti datang ke tempat - tempat Iblish berada dan mengikuti apa yang diperintahkan Iblish.
Contohnya,datang dan membawa sesaji ke Nyi Loro Kidul, Nyi Blorong,Gunung Kawi,kuburan - kuburan keramat, ke Gua - gua dan di sana melakukan ritual syetan, bahkan ada yang dibungkus dengan ayat - ayat Qur'an seolah-olah ia dari Allah,padahal ia dari syetan.
Iblish kadang juga menjelma jadi manusia yang berjubah putih seperti ulama dan membisik - bisikkan yang pada ujungnya menyesatkan manusia dan membawanya pada kehancuran.

2. Sesuatu selain Allah
 
  THOGHUT juga adalah sesuatu yang selain Allah yang kita taati dan tunduk pada kemauannya.
Sering kita dapati orang - orang yg  mentaati dan loyal pada pemimpin yang kita kagumi sekalipun ia memerintahkan sesuatu yang menyelisihi syariat dan keluar dari aturan Allah.Contohnya loyal pada pemimpin yang tidak tunduk pada hukum Allah,atau orang - orang Syufi yang menyuruh pengikutnya menyembah dan taklid buta.

Contoh lain adalah kita mengikuti kemauan orang yang kita cintai, seperti orang tua,isteri,anak dll sekalipun harus menyalahi aturan Allah.
Maka dia terjerumus ke dalam penyembahan THOGHUT.
QS.An-Nazi'at ;24.
" Fir'aun berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi

3. Ilmu Ghaib

       Dalam Qur'an Surat Al - Lukman ayat 34 dan Al - Jin ayat 26 dan 27 dijelaskan bahwa kita tidak boleh meyakini ilmu ghaib,sebab yang mengetahui hal yang ghaib hanya Allah.

      Banyak di antara kita yang sering datang ke tukang ramal baik itu yang mengaku kyai,ustadz, paranormal,eyang,dukun dll yang  mengaku tahu hal-hal yang ghaib,kejadian di masa lalu atau masa yang akan datang.

4. Hukum selain hukum Allah

QS.Al - Maidah ; 45.
"Barang siapa tidak berhukum dengan hukum Allah,maka mereka itu adalah orang - orang yang dzolim"

     Bumi ini milik Allah, kerajaan langit dan bumi memiliki satu aturan yang mutlak, yakni Hukum Allah yang bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah.
Apabila kita mengakui dan membenarkan hukum buatan manusia,yang tidak bersumber pada Qur'an dan Sunnah,maka kita telah berhukum pada THOGHUT.
Setiap aturan harus bersumber pada aturan Allah,bukan dibuat dan direka - reka berdasarkan fikiran manusia.



    Sikap kita terhadap THOGHUT harus mengingkarinya. Tidak boleh mengikutinya.
Orang yang mengikutinya termasuk orang musyrik,kafir,dan fasik (Al - Maidah ayat 47).

Dalam QS Al - Baqoroh ayat 256.
"....Barang siapa yang ingkar kepada THOGHUT dan beriman kepada Allah,maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh pada buhul tali Allah yang  amat kuat yang tidak akan putus..."



------------------

TANYA JAWAB

T: Izin bertanya Ustdzah. Ada sebagian orang percaya adanya rengkarnasi (manusia yang sudah meninggal terlahir kembali), apakah ini termasuk dalam Thought Ustadzah? Sedangkan yang saya tahu bila manusia meninggal Rohnya ada di tangan Allah, dan akan di kembalikan nanti di yaumul Akhir.
J: Ini sesat, keyakinan ini jika diikuti jelas bagian dari THOGHUT. Semua yang di luar kerangka Allah.


T: Assalamualaikum ustdzah. Apakah di terima taubatnya orang yang telah menyekutukan Allah, mendapatkan harta dengan jalan yang salah, dan Harta haramnya di bagikan untuk amal dan sedekah serta memakmurkan anak?
J: Siapapun yang bertaubat, insyaallah diterima Taubatnya. Taubat yang sebenar - benarnya Taubat. Orang Nasrani itu golongan  musyrikin. Jika masuk Islam, dosanya terhapus.


T: Ustadzah bagaimana dengan orang yang menyakini kalau gurunya itu yang bisa mengantar ke surge-Nya, juga punya keyakinan bahwa gurunya memberi shafaat padanya, itu bagaimana?
J: Dalilnya mana? Ada dalilnya? Itu tidak jelas. Mengada-ada. Tidak ada dalilnya itu.


T: Izin bertanya ustadzah, terkait point no 3, soal ilmu ghaib, saya pernah mendengar ketika dulunya kita pernah mendatangi orang pintar, dukun atau sejenisnya itu, maka syaithon yang ada pada dukun tadi otomatis ikut nempel di badan kita, jadi kalau kita pernah mendatangi dukun dan sejenisnya, kita di haruskan rukyah, benarkah ustadzah? Lalu, masih point no 3 jg, soal ilmu ghaib, sekiranya ada yang ingin berbuat jahat kepada kita melalui ilmu ghaibnya, sedangkan kita in syaa allah sholat, baca quran, puasa dan lain-lain mengikuti perintah allah, tetapi ternyata masih bisa ada orang yang mengirimkan ilmu ghaib tersebut. Apakah itu berarti walaupun kita sholat, baca quran, taat ibadah, ketika ada yang mengirimkan kepada kita itu berartikan atas seizin Allah juga ya ustadzah? Kalau Allah tidak mengizinkan, mungkin ilmu ghaibnya tidak akan sampAi ke kita ya ustadzah?
J: Ya. Betuuul sekali. Dukun itu biasanya pake Jin kafir (syetan), biasanya menetap di Badan. Maka harus Ruqyah mandiri. Sulit masuk kepada orang yang shalatnya khusyu. Banyak dzikir. Kalau masuk, mungkin saat itu dia lalai sejenak/ada pintu. Bisa masuk kalau atas izin Allah, mungkin Allah punya maksud. Tanpa izin Allah, tidak akan masuk.


T: Terkait point no 2, sesuatu selain Allah. Nah sebut saja si A, pernah suatu waktu melaksanakan sholat dhuha 6 rakaat, di lihatlah oleh mertuanya dan mertuanya ngomong, kalau dhuha itu cuma 2 rakaat, -karena dia pernah baca..bla, bla- dan pernah juga si A memakai gamis yang menyeret sampai ke tanah, mertua melihat menantunya memakai pakaian seperti itu dan langsung di suruh potong. Karena kata si mertua, tidak ada di indonesia pakaian sepertu itu, ada nya d arab. Sudah berusaha di jelaskan si A baik-baik ke mertua, dan bahkan suaminya juga sudah berusaha menjelaskan ke ibunya, tapi ibunya tetap pada pendapatnya dan si menantu akhirnya menuruti keinginan mertua, itu bagaimana hukumnya ustadzah?
J: Sebaiknya diam tidak membantah, tetapi juga tidak mengikuti kemauan orang tua yang tidak syar'i.

T: Jadi gamisnya tidak usah di potong ya Ustdzah?
J: Yah tidak usah. Pelan-pelan dijelaskan saja. Dan tunjukkan banyak kebaikan.





•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!