Home » , , » Hakikat Doa

Hakikat Doa

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 6, 2018


Hasil gambar untuk hakikat doa
Rekap Kajian Online HA Ummi G5
Hari/Tgl: Senin, 01 Oktober 2018
Materi: Doa-Doa Shohih Sehari hari
Nara Sumber: Ustadz Robin
Waktu Kajian: 09:00-11.00 WIB
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Hakikat Doa

"Ketika engkau merasa putus asa, ingatlah bahwa kebanyakan nikmat yang Allah berikan kepadamu adalah nikmat yang tidak engkau minta, maka bagaimana terhadap sesuatu yang  engkau mohon kepada Nya." (Al Hikam)

Yang dikhawatirkan bukanlah tidak terkabulnya doa-doa kita, tetapi yang di takutkan adalah ketika kita sudah malas untuk berdoa, padahal berdoa itu bukan hanya meminta tetapi beribadah kepada Nya.

اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ.
Doa itu adalah ibadah.” (HR. At Tirmidzi, shahih)

Sungguh terlalu banyak nikmat yang tidak kita minta, tetapi Allah berikan selalu tanpa jeda.

Pernahkah kita minta untuk bisa bernafas?

Adakah kita pernah memohon untuk bisa berjalan? Menggerakkan tangan, merasakan manis dengan lidah, melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, berbicara dengan lisan?

Karenanya berdoa bukan hanya meminta, tetapi bersyukur atas segala nikmatnya selama ini, yang jika kita ingin menghitungnya maka kita tidak akan mampu.

Karenanya, mereka yang malas berdoa (ibadah), seolah sombong terhadap nikmat Allah.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [QS. Ghafir: 60]

Bolehkah Berdoa dengan Lafaz Sendiri?
Tentu boleh.

Jika kita sepakat dengan kebolehan berdoa dengan lafaz buatan sendiri, maka kita bisa sepakat pula bahwa doa tidak harus selalu berdasarkan hadits shahih.

Yang terlarang adalah mengatakan hadits lemah atau palsu sebagai perkataan Rasulullah saw.

Adapun mengamalkan lafaz doa dari hadits yang tidak shahih atau bahkan palsu, hukumnya boleh, asal tidak diyakini sebagai ajaran Nabi saw.

Amalkan saja, tanpa keyakinan khusus atau khasiat khusus. Sama seperti lafaz doa bahasa Indonesia karangan kita sendiri. Boleh.

Memaknai Doa

Hafalan doa kita sudah banyak, sedari kecil. Daripada menambah hafalan lagi, ada baiknya kita lebih memaknai setiap doa yang kita ucapkan sehari-hari. Karena ternyata banyak doa yang luar biasa, tapi kurang kita maknai.

Hari ini, mari kita maknai Doa Keluar Rumah lebih dalam.

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Bismillaah, tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepadaNya, tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah. (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Penjelasan ringkas:

Doa ini cukup ringkas, mengandung makna yang dalam dan sangat luar biasa.

Menyebut nama Allah pertama kali dengan ucapan “basmalah” kemudian bertawakkal kepada Allah ketika akan keluar rumah menghadapi urusan dunia dan pekerjaannya. Hakikat tawakkal ini sangat penting bagi kaum muslimin dan sangat penting dipahami.

Rukun tawakkal ada dua:

1. Mengambil sebab dan melaksanakan usaha

Sehingga ia berusaha dan menempuh apa yang menjadi sebab semisal giat dan kreatif mencari rezeki

2. Menyerahkan hasil akhir kepada Allah dan ridha apapun takdir Allah karena itu yang terbaik

Inilah rukun tawakkal yang terpenting, yaitu setelah berusaha ia serahkan hasilnya kepada Allah, apapun hasilnya. Ia selalu optimis karena Allah telah memilihkan keputusan/takdir terbaik baginya.

Jika hasilnya baik, ia bersyukur dan bergembira. Jika hasilnya tidak sesuai keinginannya, maka ia tetap bersyukur karena pilihan Allah lebih baik dari pilihannya dan mungkin akan disimpan untuk kebaikan lainnya.

Doa keluar rumah ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dalam hadits berikut.

Dalam hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺧَﺮَﺝَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻟَﺎ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻳُﻘَﺎﻝُ ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ : ﻫُﺪِﻳﺖَ، ﻭَﻛُﻔِﻴﺖَ، ﻭَﻭُﻗِﻴﺖَ، ﻓَﺘَﺘَﻨَﺤَّﻰ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻟَﻪُ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ ﺁﺧَﺮُ : ﻛَﻴْﻒَ ﻟَﻚَ ﺑِﺮَﺟُﻞٍ ﻗَﺪْ ﻫُﺪِﻱَ ﻭَﻛُﻔِﻲَ ﻭَﻭُﻗِﻲَ؟
Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻟَﺎ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ
Maka disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi .’ Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Shahih)

Allahu Akbar!



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA - JAWAB


T: Assalamualaikum, izin bertanya ustadz. Sudah sewajarnya apabila seseorang meninggal, akan dapat menikmati amal Ibadahnya yang di terima Allah, di antaranya anak sholeh/ah  yang mendoakan orang tuanya yang sudah meninggal. Bagaimana bila anak tersebut jahat, tidak pernah melakukan ibadah yang di perintahkan Allah, yang mendoakan orang tuanya, apakah doanya akan sampai/akan di terima Allah? Mohon penjelasannya Ustadz.
J: Haditsnya jelas;

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Anak sholeh, kalau tidak sholeh, tidak sampai. Wajar. Karenanya kita wajib mendidik anak kita dengan sebaik-baiknya. Mendidik ya, bukan menghardik.


T: Assalamu"alaikum ustadz mau bertanya, bolehkah kita setiap hari dengan doa yang sama?
J: Waalaykumussalam, boleh bunda.


T: Ustadz, bagaimana bila yang mendoakan anak angkat yang sholehah, apakah akan sampai doanya ustadz?
J: Sampai insya Allah. Teks hadits menggunakan kata "waladun", maknanya "anak secara umum", bukan "ibn" yang bermakna "anak sedarah". Karena itu, yang jadi guru TK, guru TPA, lalu anak murid mereka mendoakan mereka, maka para guru ini juga mendapatkan kebaikan.


T: Ustadz, apakah orangtua yang sudah mendidik anaknya dengan mengajarkan anaknya dengan ilmu agama yang baik, anaknya malah masuk pada kesesatan, apakah orangtuanya juga di minta pertanggung jawabannya  akhirat nanti ustadz?
J: Kalau sudah berusaha mendidik, maka insya Allah dinilai kebaikan.


T: Ustadz, maaf kalau terkadang kita ketiduran pas dzikirnya dan belum berdo'a, itu bagaimana?
J: Boleh saja, tidak mengapa. Yang terbaik berusaha khusyuk dan terjaga. Tapi kalau misalnya sebelum tidur kita perbanyak dzikir, bagus malah ketika akhirnya tidur, berarti kita tidur sambil berdzikir.





•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official










Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!