Home » , » Ikhlas

Ikhlas

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 6, 2018


Hasil gambar untuk ikhlas
Rekap Kajian Online HA Ummi G2
Hari/Tgl: Senin, 01 Oktober 2018 
Materi: Ikhlas
Nara Sumber: Ustadz Pristia
Waktu: 14.00 s/d selesai
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Ikhlas

Ikhlas berkaitan dengan niat. Ikhlas identik dengan kegiatan membersihkan dan memisahkan dari sesuatu yang kotor menjadi bersih. Seorang muslim dalam beramal dimulai dari niatnya. Niat itu pulalah yang akan menghantarkan ia pada pahala yang melimpah atau tidak sama sekali.

Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya dan sesungguhnya bagi seseorang itu apa yang diniatkannya. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa berhijrah karena harta yang ingin diraihnya atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu untuk sesuatu yang menjadi tujuan hijrahnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hakikat Ikhlas

Ikhlas berada dalam hati demikian pula dengan lawannya yaitu syirik, keduanya senantiasa berebut tempat di hati manusia. Oleh sebab itu tempat ikhlas ada di dalam hati dan hal itu berkaitan dengan tujuan dan niat seseorang.
Disebutkan bahwa hakikat niat itu mengacu kepada respon berbagai hal yang membangkitkannya. Bila faktor pembangkitnya hanya satu maka perbuatan itu disebut ikhlas dalam kaitannya dengan apa yang diniatkan. Istilah ikhlas itu khusus berkenaan dengan tujuan semata-mata mencari taqarrub kepada Allah dan pelakunya disebut mukhlis.

Cara Untuk Mengenali Ikhlas

Motivasi seseorang untuk beramal banyak sekali. Oleh karena itu kita perlu mengenali tujuan dari amal kita agar motivasinya tidak tercampur dengan yang lain, seperti riya’ atau kepentingan-kepentingan nafsu lainnya.

Salah satu contoh motivasi yang telah tercampur dengan motivasi yang lain misalnya orang yang berpuasa untuk memanfaatkan perlindungan yang dapat dicapai melalui puasa tersebut disamping niat taqarrub. Contohnya antara lain: orang yang pergi haji untuk memperoleh kesegaran suasana untuk bepergian.

Oleh karena itu, para penempuh jalan akhirat harus mencermati amal perbuatan mereka dan memperbaharui niat mereka. Tidak setiap tujuan dalam suatu amal dapat membatalkan amal. Karena itu, siapa yang berpuasa dengan tujuan bertaqarrub kepada Allah dan mencapai kesehatan maka tidak merusak keikhlasannya. Bahkan jika kesehatannya itu diniatkan untuk memperkuat diri dalam mengamalkan kebaikan maka pahalanya semakin bertambah. Jika ia memaksudkan untuk hak dirinya maka pahala keikhlasan kepada Allah lebih banyak.

Singkatnya, setiap kepentingan duniawi yang disenangi nafsu dan dicenderungi hati sedikit ataupun banyak, apabila merambah ke dalam amal maka dapat mengeruhkan kejernihannya. Manusia senantiasa terikat dalam kepentingan-kepentingan dirinya dan tenggelam dalam berbagai syahwatnya sehingga jarang sekali amal perbuatan atau ibadahnya dapat terlepas dari kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan sejenis itu.

Akan tetapi hal yang menjadi perhatian adalah apabila tujuan asalnya berupa taqarrub lalu terkontaminasi oleh hal-hal di atas, kemudian kotoran-kotoran ini berada pada tingkat mu’awanah (mendukung).

Jadi, pengetahuan tentang hakikat ikhlas dan pengamalannya merupakan lautan yang dalam, semua orang tenggelam di dalamnya kecuali sedikit, yaitu orang-orang yang dikecualikan dalam firman-Nya: “Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Al Hijr:40). Maka hendaklah seorang hamba sangat memperhatikan dan mengawasi hal-hal yang sangat mendetil ini. Jika tidak, maka akan tergolong kepada pengikut syaithan tanpa menyadarinya.

Manfaat Ikhlas

1. Hidup akan tenang karena hati selalu berjaga-jaga untuk mengevaluasi dan meluruskan niat dalam beramal

2. Selalu dimudahkan dalam segala urusannya

3. Memiliki orientasi hidup yang mampu menjangkau jangka panjang yaitu akhirat

4. Pemberat/penambah pahala dalam beramal

5. Mendapat posisi sebaik-baiknya Hamba di sisi Allah dan juga manusia.

Apabila keikhlasan telah bersemayam di dalam diri, maka setiap amal akan diberkahi oleh Allah SWT. Setiap orang akan berlomba-lomba untuk memberikan amalan terbaiknya karena ia menyadari buah dari ilmu dan keikhlasan adalah amal shaleh.


Referensi:
1. Tadzkiyatun Nafs, Said Hawwa
2. Membina Angkatan Mujahid, Said Hawwa




➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA JAWAB


T: Bisakah niat awal yang tidak ikhlas diperbaharui di tengah amal karena teringat niat kita tidak ikhlas? Atau amal itu sudah tidak bernilai karena niatnya tidak ikhlas sehingga sebaiknya dihentikan saja?
J: Bisa. Insyaa Allah diperhitungkan. Asalkan tidak mengingat ingat amalan tersebut.


T: Ustadzah, seperti apa memaafkan dengan ikhlas terhadap orang yang sering menyakiti dengan lisan dan sikapnya. Kita sudah memaafkan tapi masih bersisa luka dihati, apakah itu namanya belum memaafkan dengan ikhlas? Bagaimana seharusnya bersikap menghadapi orang seperti itu, menjaga jarak? padahal dia rekan kerja, apakah itu baik?
J: Allah Maha Pengampun. Jika kita umatnya maka kita harus bisa belajar memaafkan walau menyakitkan. Pelan-pelan kita akan mengikhlaskan. Sibukkan diri kita dengan memperbaiki diri kita, bukan semakin mencari salah orang lain.


T: Izin bertanya ustadzah. Apakah jika ada orang membantu orang lain dengan niat agar Allah akan memudahlan urusannya, apakah itu termasuk niat yang tidak ikhlas?
J: Beralasan. Iya. Mau di lihat atau tidak lihat oleh Allah nantinya pun Allah Maha Melihat. Jangan dulu mau dilihat Allah. Pantaskan diri kita dilihat oleh Allah.




•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•

Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Doa Kafaratul Majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!