Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Parenting

PARENTING: IBU YANG BAIK & KOMUNIKASI ANAK

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT
Jum'at, 20 juni 2014
Narasumber : Ustzh. Nurhamida Syaini
Rekapan Grup HA 14



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Salam serta shalawat senantiasa terlimpah untuk Baginda Rasulullah saw. Terimakasih atas perhatian Ukhtifillah pada kajian hari ini melalui pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa. Agar jawabannya tidak tumpang tindih karena ada pertanyaan yang serupa, saya akan menjawab secara gamblang tetap berdasarkan urutan pertanyaan.
Dari pertanyaan yang masuk, dapat dibagi 2 bagian :

1. Tentang pendidikan anak, 

2. Kiat menjadi ibu yang shalihah dan hebat yang dapat menyeimbangkan perannya untuk keluarga dan masyarakat,



Ada 3 hal penting yang harus diketahui dan dipahami oleh orang tua (ibu, ayah, atau calon ibu dan ayah). 
Pertama, Anak adalah subjek, seperti kita orang dewasa, yang memiliki cara berpikir dan keinginan sendiri. Anak memiliki karakter yang unik dan berbeda yang pada dasarnya karakter dan juga agennya ia warisi dari ayah dan ibu. Demikian pula dengan cara belajarnya, ia pasti punya cara sendiri. 
Kedua, anak memerlukan peraturan dan contoh langsung dalam melakukan hal apapun, baik cara berbicara, bersikap, bertindak, berpikir, dan beribadah. Contoh tersebut yang pertama dan utama. Tentu didapat dari Ibu dan Ayah sebagai lingkungan terdekat. Namun perlu digarisbawahi bahwa pada 6 tahun pertama, ibu adalah role model pertama bagi anak seperti Alhadits. Al Ummu madrasatun uula. 
Ketiga, kepatuhan dan ketaatan anak hanya akan diperoleh apabila orang tua menjadi teladan dlm menerapkan nilai-nilai Islam dan memelihara konsistensi dalam melaksanakan peraturan di rumah secara adil. 

Kenyataannya, kita sering melihat atau bahkan menghadapi situasi, anak yang bersikap tidak sopan pada orang tua, bersikap kasar, berteriak ketika berbicara, bahkan mengabaikan atau yang lebih parah menganggapnya sebagai pembantu. Masyaallah.

Hal ini bermula dari masa balita...saat anak baru dilahirkan, semua menyambut gembira, semua berwajah ceria. Selama masa satu tahun pertama, cara belajar anak adalah dengan mendengar, mengamati, meraba, dan bergerak, sambik perlahan berlatih meraban. Apa yang ia dengar,amati,rasai, dan pergerakan tubuh yang ia lakukan, akan terekam dan tersimpan dalam otak anak membentuk jalur jalur sinapsis. Jalur sinapsis yang terbentuk bila sering terjadi akan saling menguat. Inilah cikal bakal sifat dan perilaku anak. Hal ini akan terus berlangsung sampai usia 3 tahun. Jadi kalau anak sering melihat ayah dan ibunya berkata santun, rajin beribadah, sering bercerita pada anak, atau mengajak anak terlibat dalam aktivitas rumah yang baik dan menyenangkan, maka sebenarnya ia sudah memiliki pondasi karakter yang serupa yang dicontohkan Ayah ibunya.

Sebaliknya, jika Ayah dan ibu sering atau melakukan perdebatan yang tidak sepantasnya di depan anak, mengomel, mengumpat, sering menunda ibadah, jarang mengajak anak terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat atau bercerita tentang kisah-kisah Nabi dan para sahabat, bisa dipastikan karakter yang terbentuk akan serupa seperti yang ia serap selama 3 tahun tersebut.

Pada usia 4-6 tahun berikutnya, itu adalah 'usia pertunjukkan' yaitu memperlihatkan dalam bentuk nyata hasil serapan anak selama 3 tahun tersebut. Orang tua seringkali tidak sadar bahwa anak memiliki bekal yang luar biasa untuk berkembang sempurna. ALLAH telah menganugrahi 1 trilyun sel otak yang kemampuan menyerap informasinya seperti busa, tanpa filter, dan daya ingatnya seperti photografic memory. Sekali klik, tersimpan selamanya, tidak akan bisa dihapus. Berbeda dengan kamera digital ya? Kita bisa hapus foto wajah kita yang tidak cantik dan menggantinya. dengan pose yang pas dengan hati. Nah, apa yang terjadi dengan otak anak? Apakah ia bisa memilih informasi atau kenangan yang ia sukai saja untuk disimpan? Tentu tidak. Karenanya kita perlu berhati hati dalam memperlakukan masa balita ini sehingga bukan informasi dan contoh yang buruk yang lebih banyak diserap..melainkan yang baik saja.

Perlu diketahui pula, pada usia balita, ada fase yang disebut masa egosentris dan Anak memiliki perilaku tantrum (membangkang).
Biasanya terjadi pada usia tengah, 1,5..2,5,..-5,5. Ini menurut penelitian Elizabeth Hurloc, pakar psikologi perkembangan. Pada usia ini, anak akan melakukan penolakan pada hal apapun yang ditawarkan orang dewasa. Maunya dia saja. Semuanya berpusat ada dirinya sendiri. Jadi kalau ada mainan baru, walau itu bukan punya dia, dia klaim miliknya, kalau diminta berbagi, kuenya.

Disembunyikan, atau merebut mainan teman, memukul, menolak bantuan ibunya, atau kalau diajari pegang sendokpun, ia akan bilang, aku bisa.
Burukkah masa egosentris ini? Insyaallah tidak selama orangtua dan lingkungan dapat mengelolanya dengan tepat. Fase ini diperlukan sebagai bekal anak pada saat menghadapi situasi yang mengharuskannya membela diri, mempertahankan pendapat atau harta miliknya.
Nah, yg harus dipelajari para (calon) ayah dan.ibu adalah cara mengelola masa egosentris buah hatinya.

Lalu, bagaimana caranya agar fase ini bisa dilalui? Anak jadi tidak membangkang, maunya sendiri, atau susah diajak belajar?

CARA BERKOMUNIKASI & MEMAHAMI ANAK

Pertama, kenali ciri-ciri anak sesuai usianya. Ini ada dalam materi psikologi perkembangan anak. Kedua, buat peraturan sesuai tahapan perkembangannya. Ketiga, beri reward and punishment sesuai tahapan usia, keempat, sediakan waktu dialog keluarga 30 menit selepas shalat magrib untuk berbagi kisah hikmah antar anggota keluarga.
Anak yang suka berteriak saat berbicara pada ibu/ayah, coba diperiksa, apakah saat anak usia 2 tahun saat baru mulai belajar bicara, ibu mengajarinya meminta dengan baik? Apakah saat anak meminta dengan suara normal, ibu sering mengabaikan? (kejadiannya seperti ini kira-kira, saat ibu sedang mengobrol dengan ayah, anak ingin minun susu, lalu menarik-narik tangan ibu, sambil bicara, cucu Ma, cucu Ma. Anak dibiarkan beberapa saat karena kita asyik mengobrol. Ia menunggu, lalu mulai merengek, kita masih asyik ngobrol juga, lalu si anak jengkel, ia berteriak.....Mamaaaa!!! Cucuuuuuu!!!! Baru kita tergopoh-gopoh, oh Adek mau cucu ya? Ayo Mama buatkan.

Kejadian serupa terus berulang dalam bentuk berbeda yang pada akhirnya, sinapsis sel otak telah menguat bahwa kalau mau minum susu caranya berteriak..

Anak tidak akan meminta yang berlebihan apabila kita sudah menyampaikan batasan permintaan apa yang bisa dikabulkan serta manfaatnya juga mana yang tidak perlu beserta informasi mudharatnya. Peraturan dalam keluarga lah yang akan dapat membatasi perilaku anak dalam artian anak tahu mana yang boleh mana yang tidak. Jadi, cobalah dimulai dengan diskusi, kita memerlukan beberapa peraturan dalam rumah agar tercipta ketentraman dan kenyamanan. Tanya anak peraturan apa saja yang diperlukan oleh mereka lalu apa bentuk ganjaran yang mereka inginkan jika mematuhinya dan apa hukumannya bila melanggar. Dalam kegiatan ini belum dikenalkan konsep pahala dan dosa ya karena masih abstrak buat anak balita.

Pembiasaan ini perlu proses, dan proses itu terjadinya sepanjang hayat Jadi bagi orang tua, tidak ada istilah pensiun mendidik atau menasehati anak. Insyaallah kalau hal ini dilaksanakan dengan konsisten, anak akan tumbuh menjadi pribadi yg santun dan menyenangkan.

ADIL & MAU MENGAKUI KESALAHAN DIDEPAN ANAK

Bagi anak yang merasa diperlakukan tidak adil, kita sebagai orang tua perlu mawas diri, jangan-jangan memang benar kita tanpa sadar membedakan anak. Saya sering menemukan orang tua yang seperti ini, si ibu atau ayah tanpa sadar membangga-banggakan salah satu anak di depan anaknya yang lain entah karena kecantikannya, kecerdasannya, prestasinya, atau karena rajin membantu orang tua di rumah. Ada juga orang tua yang selalu mendahulukan anak pertama, atau selalu memenuhi permintaan anak bungsu. Atau kalau anak mengidap penyakit tertentu sehingga orang tua jadi protektif. Sedangkan anak yang lain seolah terlupakan.

Menghadapi hal ini, pertama yang harus dilakukan, menyadari dan mengakui kesalahan tersebut. Kedua, meminta maaf pada semua anak, bagusnya ada waktu secara khusus bicara empat mata dengan anak yang merasa diperlakukan tidak adil, dan berjanji untuk mengubah pendekatan. Ketiga, minta anak mengingatkan apabila kita lupa. Keempat, istiqomah dalam melakukan perubahan ke arah kebaikan.

MEMAHAMI METODE BELAJAR ANAK

Pertanyaan tentang istri yg bekerja belum dijawab ya. Saya lanjutkan. Untuk anak yang susah belajar, perlu diketahui dahulu, definisi belajar untuk orang dewasa tidak sama dengan anak anak. Konflik yang biasa terjadi antara orang tua dengan balitanya adalah, orangtua menyangka belajar itu harus duduk di kursi, menulis atau mengerjakan tugas hitungan atau soal. Sementara anak balita, konsep belajarnya dibangun melalui bermain yang melibatkan panca inderanya. Kenali gaya belajarnya, dan kenali minat bakatnya. 

Gaya belajar ada 3 macam menurut Mac Lahan, pakar psikologi pendidikan, visual, auditory, dan kinestetik. Setiap anak memiliki ketiga gaya ini namun memiliki hanya satu yang menonjol, misal Kahfi lebih sering menikmati belajar dengan menggunakan alat, ia akan mudah menyerap informasi apabila sambil mengetuk ngetuk meja, corat-coret di kertas. Berarti gaya kinestetik yang menonjol. Pada anak model begini jangan pernah berharap bisa duduk tenang mendengarkan kita bercerita atau berbicara atau dimintai membaca. Semuanya akan sangat membosankan.

Nah, kalau ingin anak mudah diajak belajar, kita harus kenali dulu hal ini, lalu tawarkan, ia mau apa, apakah bermain congklak atau atau menggambar yang ia sukai dengan pensil warna (bukan pensil biasa yaaa), tujuan kita mau ngajak ia belajar berhitung, main congklak kan bermain menghitung biji congklak dalam setiap lubang lalu belajar jujur, melatih motorik halus belajar sportif kalau kalah, belajar menghargai kalau menang. Kalau menggambar, juga sama, mengajaknya berhitung. Caranya lomba menggambar kelereng yuk sama ibu. Siapa yang paling banyak, dia menang. Anak balita paling banyak bikin kelereng 10-15 kalau yang sudah pernah di ajari berhitung. Kalau yang belum, paling banyak 8-10.

BAGAIMANA MENJADI IBU YANG BAIK

Pindah topik ya buat para ibu dan calon ibu, menjadi ibu yang baik itu bagaimana? Dari uraian panjang tadi, bisa dibayangkan ya sedikitnya yang harus dimiliki, dipelajari dan dilakukan. 
Namun, Islam telah memberikan posisi yang indah dan luar biasa pada muslimah, hanya tinggal di rumah suaminya, menjalankan kewajiban pada suami, beribadah sesuai tuntunan Allah dan RosulNya taat pada suami dan amanah, pintu syurga terbuka untuk kita. Ngga susah kan?

Persoalannya kemudian, karena pola pendidikan dan asuh kita bersumber. dari negeri Barat, maka posisi indah ini kalah pamor dengan posisi yang sekarang sedang menjajah pola pikir para muslimah kita. Menjadi wanita bekerja itu sebuah keharusan menjadi wanita karir hebat.
Hal penting yang harus dipahami oleh semua muslimah adalah, prinsip tadi, bahwa muslimah yang bersuami kewajibannya adalah mentaati suami selama tidak menyuruhnya melakukan kemaksiatan terhadap Allah dan RasulNya. Yang berikutnya, seorang anak perempuan sebelum bersuami, meletakkan kepatuhannya pada orangtua. tetapi apabila telah bersuami, kepatuhannya bergeser pada suami. Makanya untuk keluar rumahpun harus minta izin suami, jika suami tidak ridha, ia akan.berdosa dan dilaknat Allah dan malaikat sampai ia kembali ke rumahnya. 

Hanya saja, kita sering lupa mana yang wajib mana yang tidak punya nilai di mata Allah. sehingga yang sering terjadi, muslimah itu mengabaikan yang wajib dan mewajibkan yang sunnah pun belum tentu. Nah, apabila ternyata setelah berumah tangga, kita dapat izin dari suami untuk bekerja atau tetap mempertahankan pekerjaan kita, silakan dipilih.


TANYA DAN JAWAB:

■ Boleh tidak bunda kalau setelah menikah tetap kerja, tapi setelah lahir anak 1 baru berhenti kerjanya??
Jawab:
Fokus ikutin perkembangan anak dan jadi istri terbaik buat suami. Boleh saja mbak semua asal suami ridho.
Nah, bagi teman-teman yang orang tuanya minta tetap bekerja, silakan saja dikompromikan dengan suami atau calonnya dan ingat loh niatkan ibadah. Alhamdulillah..

■ Bunda pendidikan suami itu penting tidak bunda? Katanya orang berpendidikan lebih tahu tatak ramah.
Jawab: 
Pendidikan untuk suami sama pentingnya dengan pendidikan istri. Tetapi suami hendaknya lebih memiliki kafaah dibanding istri, karena terkena tanggungjawab mendidik istri dan anak. 
Nah, kalau sekali, suami istri harus sekubu agar tidak jomplang saat harus mengatasi persoalan rumah tangga yang semakin lama semakin berat intensitasnya semakin tinggi pendidikan yang dimiliki disertai akhlak terpuji semakin baik.
Namun bila memang jodoh kita, suami kita pengetahuan agamanya lebih rendah, yang harus dilakukan seorang istri adalah menerimanya sebagai kekurangan yang harus diperbaiki. Setelah itu mendorong suami untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agamanya dengan cara yang santun ingat loh laki-laki memiliki watak egois, yang bermanfaat untuk menjadikan dirinya pelindung keluarga tetap jika tergores oleh kita dia akan menjadi orang yang paling membenci kita, meski kita adalah istrinya.

Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
================================================================

ADAB ISTERI TERHADAP SUAMI: DISKUSI

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT

Sabtu, 21 Juni 2104
Narasumber : Ustadzah Ainur
Rekapan Grup HA 3 & 4 (Dewi & Nunie)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


Selamat pagi semoga Allah mencurahkan kasih sayangNya kepada kita semua. Pagi ini akan saya sampaikan materi mengenai "Adab istri terhadap suami".

Monggo, yang mau share pengalaman pribadi atau ada yang mau ditanyakan.
TANYA DAN JAWAB:
KONFLIK MERTUA DALAM RUMAH TANGGA
■ Ustadzahnya saya mau tanya, apa arti dari ungkapan istri milik suami dan suami milik ibu?
Jawab : 
Suami dibesarkan sepenuhnya oleh ibunya, memang tidak mudah sebagai istri menerima ungkapan ini. Ingatlah bahwa suami jadi pilihan kita insyaallah karena banyak kebaikan yg sudah diajarkan oleh ibundanya.

■ Tapi kalau ibunya dan keluarga besarnya selalu memberikan pengaruh buruk kepada suami bagaimana?
Jawab : 
Sebagai istri diibaratkan oleh rasulullah seandainya yang boleh disembah di dunia ini yaitu istri terhadap suami. Karena dengan ridho suami kita bisa menuju ridho Allah.
Istighfar mb, sabar insyaallah akan ada jalan.

■ Itu kasus yang dialami temen saya, hingga akhirnya dia membuka jilbabnya dan suaminya membiarkan begitu saja padahal suaminya paham agama. Setiap kali saya tanyakan selalu dia bilang "Stress aku mbak sama sikap suami yang lembek dan mertua yang suka memfitnah aku macam-macam". Di satu sisi saya hanya bisa istighfar tapi disisi lain saya kesal dengan kejadian itu karena temen saya sangat mengharapkan kebaikan dan keberkahan ketika menikah dengan yang sekarang menjadi suaminya, tapi Allah berkehendak lain ujiannya begitu menyiksa dia hingga akhirnya dia frustasi.

■ Saya punya tips nih ibu-ibu, saya ini orang Medan, suami orang Solo. Tadinya pernikahan tidak disetujui oleh keluarga Solo, karena takut sama orang Medan/seberang yang umumnya berkarakter galak. Akhirnya suami memaksa keluarganya dan berusaha meyakinkan saya tidak seperti itu. Sejak menikah mertua tinggal bersama saya, dan saya berlaku baik padanya, dan juga adik-adik ipar. Kebetulan suami penopang ekonomi keluarga karena sejak kecil ayahnya sudah meninggal. Saya menyadari kondisi itu, adiknya kita kuliahkan, ponakan kita sekolahkan, dan saya tidak pernah iri kalau suami beri bantuan kepada keluarga besarnya. Hasilnya? Keluarga besarnya sangat menghargai saya. Malah kalau untuk kebutuhan keluarga besar suami memberinya melalui saya, jadi tidak ada yang tersembunyi. Jadi keluarga besarpun tidak su'uzon terhadap saya. Dan kami adalah tempat mereka konsultasi jika menghadapi masalah. Sayangilah ibunya suami, insyaaalah suami akan semakin sayang pada kita.

■ Bunda, teman saya itu juga sama seperti bunda, apapun yang ibu mertua suami butuhkan selalu dipenuhi, adiknya mau sekolah kurang dana dikasih, pokoknya apapun kebutuhan ibu mertua serta adik-adiknya selalu dicukupi. Apalagi dengan penghasilan sang isteri yang lebih besar daripada suaminya, tapi kenyataannya ibu mertua dan keluarga suaminya tetap saja memperlakukan dia dengan tidak baik, bahkan ibu mertuanya pernah bilang sama saya "Nyesel saya mbak punya menantu kayak dia, kalau boleh diceraikan saja dia dari anak saya" Masya Allah, sampai segitunya.

■ Memang kita tidak akan pernah tahu cobaan apa yang akan diberikan oleh Allah kepada makhluknya.
Tips yang bunda sudah pernah dilakukan tapi nihil:
"Dekat tercium bau busuk. Jauh tercium bau wangi"

■ Bunda saya mau nanya, klo istri disuruh sama suami juga disuruh sama ibunya, mana yang harus didahulukan?
Jadi disuruh sama ibu mertua
Jawab: 
Tentunya dilihat dulu konteksnya, apakah yang disuruh istri lebih urgent tidak bisa ditunda? Atau tingkat ke-urgent-an sama dengan kata lain tingkat ketidak-urgent-nannya juga sama, maka suami mendahulukan permintaan ibunya. Bukan mendahulukan permintaan istri.

Tanggapan anggota lain: 
Maaf bunda, pertanyaannya itu bukannya ketika sang istri mendapat perintah dari suami dan ibu mertuanya ya? terus manakah yang harus didahulukan?

Sejak menikah ibu mertua saya tinggal bersama saya, tapi alhamdulillah selama hidup bersama beliau 20 tahun, hanya masalah-masalah kecil biasa yang terjadi.
Ya memang kehidupan itu berbeda-beda tidak semuanya sama. Ujian setiap rumah tangga berbeda-beda, karakter mertua juga beda-beda, jadi cara menyelesaikan masalah juga beda-beda.
Ya betul..betul sekali, memang hanya Allah yang bisa memberikan jalan keluar, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdo'a.
Ya mungkin mertuanya bunda karakternya baik, tapikan diluar sana banyak mertua yang berkarakter kurang baik.
Ada suami dan mertua baik, masalah dari tetangga/anak dll. Semua pasti mendapatkan ujiannya masing-masing, sabar saja dan selalu bertawakal.
Ada mertua yang apa-apa selalu iri, menantunya pake ini, dia pengen juga. Hanya bisa beristighfar saja.
Iya bunda, ada juga mertua yang peliiit banget, ada juga yang sukanya ngomongin kejelekan kita, ada juga yang terlalu mengatur rumah tangga kita, dan lain-lain.
Ada juga mertua yang ucapannya sangat menyakitkan, ada yang berpura-pura baik didepan anak laki-lakinya, tapi ketika tidak ada menzholimi mantunya.
Banyak sekali sifat-sifat ibu mertua, tinggal bagaimana kita sebagai menantunya bisa mengambil hatinya.

■ Itu dari awal saya yang galak. Sejak baru nikah belum ada masalah saya buat perjanjian. Saya bilang; "Ibu saya ini gak suka di atur-atur orangnya kalau saya pulang kerja, saya capek saya tidak harus kerjakan ini dan itu, pokoknya sesempatnya saya saja. Ibu juga di rumah ini sesuka hati ibu saja mau dikerjai silahkan, tidak juga silahkan". 
Yang ke-2, kalau suatu saat saya ada masalah sama suami; "ibu jadi penonton saja tidak usah bela suami dan tidak usah salahkan saya, biar kami yg menyelesaikan masalah kami". 
Itulah kata-kata yang saya ucapkan pada beliau malam pertama kami serumah. Jadi dia tau apa maunya saya. Maklum orang Medan itu assertif, dia ungkapkan aja apa yang dia maui. Padahal itu tabu sekali diucapkan oleh orang Jawa Solo.

Saya ngobrol nih sama suami tentang obrolan kita .....jawaban beliau, kuncinya sayangi ibu mertua insyaAllah suami akan semakin sayang pada kita.

■ Mertua juga sering diajak ikut kajian agar pemahaman agamanya baik juga. Karena orang yang agamanya baik dia akan takut menzalimi orang lain. Mertua saya suruh ikut kajian di mesjid 3x seminggu dan 2x seminggu ikut qiraati. Juga ikut ODOJ (tapi dirumah berkomitmen), bukan ODOJ-nya nasional, sehingga waktunya habis untuk hal yang positif.

■ Suami juga jangan egois, jangan cuma maunya ibunya saja yang disayang sama isteri, tapi ibunya juga harus sayang sama mantunya, harus seimbang.

■ Iya bedanya dengan orang medan tidak bisa menyimpan perasaan, kalau tidak suka langsung diungkapkan, jadi tidak ada yang tersimpan di hati.
Tapi berani tidak begitu? Karena culture saya begitu saya berani saja.
Coba deh....kasih perhatian dikit sama mertua...kira-kira sekarang dia lagi pengen apa? Coba belikan. Resep ini sudah pernah saya berikan pada teman yang juga konflik sama mertuanya. Kalau datang berkunjung ke rumahnya bawa oleh-oleh, dan kalau menginap di rumahnya kita yang belanja. Insyaallah apa yang diinginkan mertua itu tidak banyak.

■ Sudah bunda, tapi kalau anak dan mantunya lagi ada masalah, mertua tidak peduli dan tidak mau tahu....tapi kalau mertua ada masalah selalu ngerongrong ke anak dan mantunya ya. Kembali lagi ke karakter masing-masing mertua saja, ada yang baik banget, baik, kurang baik, tidak baik. Yang penting tetap menjalin silaturahmi dengan baik antar menantu-mertua.

■ Semua ujian untuk membuat kita para mantu lebih bersabar dan mengenal karakter mertua masing-masing. 

■ Tapi kalau sudah sakit hati lebih memilih untuk menjauhhhh. Karena saya tipikal orang yang trauma, jadi kalo sudah disakiti lebih baik menghindar daripada harus teringat-ingat dengan perbuatannya dan kalaupun menjalin silaturahmi sudah tidak bisa seperti awal dimana sebelum ada gesekan-gesekan. Ya karena mantu juga manusia, punya rasa punya hati.

■ Kalau orangtua/mertua kita ridho terhadap kita, insyaallah Allah mudahkan jalan hidup kita, kalau kebetulan dapat mertua yang kurang baik, baiki terus, kasih terus, lama-lama dia akan baik pada kita. Itu berarti kita mempunyai namamya "mental block" yang ada dalam diri kita, yang harus kita hilangkan. Karena kalau tidak kita hilangkan dia dapat menjadi penyakit bagi kita baik penyskit fisik, maupun psychosomatis.

■ Itu saya juga akhirnya kena psicosomatis, diare 1 tahun tidak bisa diobati malah dicurigai HIV, alhamdulillah bukan, tapi sekarang sudah membaik juga.

■ Saya pernah berbincang dengan ibu mertua, katanya kalau yang punya anak lelaki, hati ibunya sangat sedih sekali pada saat anaknya menikah dengan orang lain. Karena khawatir anaknya tidak memperhatikannya lagi. Padahal dia sudah bercucuran keringat menyekolahkan anaknya tanpa suami, dan selalu bersama anaknya. Mungkin ibu-ibu yang punya anak laki-laki akan mengalami hal yang sama juga pada saat anak laki-lakinya menikah nanti. Jadi sebagai kompensasinya kita harus menghilangkan kekhawatirannya itu dengan memperhatikannya... terlalu teoritis? Tidak juga....bisa dicoba....

■  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ mertua saya baik. Malah saya adalah penghubung komunikasi antara suami dengan mertua, karena dua-duanya darah tinggi, kalau sudah salah paham pusiiiing...ngomel-ngomel. Jadi saya yang menjadi penengahnya, dan anak-anak sebagai peredam suasana panas. Karena mertua sangat sayang sama anak-anak.
Masalah yang timbul malah dari kakak ibu mertua, yang takut tersaingi masalah hal duniawi. Jadi sedikit-sedikit dibikin masalah, karena saya tipikal seperti bunda, jadi kalau tidak suka ya bilang, kalau salah ya salah. Padahal saya orang sunda.
Kalau saya menyikapi masalah dengan mertua, jika tidak sepaham, kalau sudah dengankeukeuhnya, biarlah, itu semua ujian, karena kita juga akan mengalami menjadi mertua, mungkin pemahamannya tidak samapai ke pemahaman kita.
Bunda, padahal jika ditelusuri juga, anak perempuan juga disekolahkan dengan keringat orang tuanya, terus dia menikah dengan seorang laki-laki yang mana tanggungjawabnya berpindah, dalam arti istri adalah milik suami, lepas dari orang tuanya. Harusnya mertua sang perempuan bertanggung jawab untuk lebih menyayangi seperti ke anak laki-lakinya karena anak laki-lakinya sudah menikahi anak perempuannya, yang sama-sama perjuangannya dalam membesarkan anaknya, misal dari segi pendidikan. Apalagi si suami tidak mengizinkan istrinya bekerja di luar rumah, harus mengurus anak, suami dan Rumah Tangga-nya.

■ Tapi faktanya begitu. Saya diskusi juga ke ibu-ibu yang lain. Katanya kalau punya anak perempuan senang kalau anaknya nikah apalagi dengan laki-laki yang mapan dan soleh, tapi kalau punya anak laki-laki biasanya sangat dekat dengan ibunya, spalagi anak laki-laki ini adalah penopang ekonomi keluarga, jadi ibunya sedih banget saat anaknya nikah. Takut anaknya tdk ingat lagi pada keluarga besarnya.

■ Tanggapan Ustadzah :
Orangtua yang bagus agamanya, insya allah dapat mendampingi tanpa mencampuri urusan 2 rumah tangga, mereka juga tahu apa yang menjadi hak menantu atas mertua, serta batas kewajiban seorang menantu. Terkadang mertua tidak mudah memaklumi proses adaptasi dari menantu. Hak menantu atas mertua antara lain 'pembelaan' ketika menghadapi konflik.
Sejauh yang saya tahu islam menggariskan bahwa mertua merupakan pembela bagi menantu, kenyataan yang terjadi sering terbalik. Orangtua suami merupakan pembela sekaligus sumber rasa aman bagi istri bukan sebaliknya menjadi sumber ketegangan dan perasaan tertekan karena adanya tuntutan kepada menantu.
Ketegangan dan konflik rentan muncul karena tuntutan sikap yang harus bisa menyesuaikan keadaan rumah suami, entah dengan mertua atau saudara perempuannya.

Masalah ini riskan terutama terdapat 2 hal, yaitu:
Pertama, tidak terbentuk komunikasi yang baik bagi suami dan istri.
Kedua, orangtua yg memiliki prasangka yang kurang baik tentang itikad menantunya.
Semoga dengan tabayyun bisa menemukan jalan tengah yg baik. Memang prosesnya kadang menyakitkan, tapi ini proses kematangan kita diuji, supaya kita kembali kepada Allah. Hanya Allah...
Dibiasakan tabayyun dan berusaha mengerti kekurangan dari mertua karena usia yang semakin tua, tubuh sering sakit kadang kesepian sehingga banyak hal yang dilakukan untuk mencari perhatian anaknya. Walaupun lewat konflik yang mengorbankan psikis dari menantu.
Mengapa kita disuruh menghormatinya karena kondisi fisik yang semakin tua dan usahakan untuk meraih hatinya walaupun awalnya sakit sekali dan sering ditolak, terus berusaha berbuat baik. Insya Allah akan ada keberkahan untuk keluarga kita.

■ Tanggapan anggota :
Betul, yang fahamlah yang harus mengalah, untuk meraih keberkahan. Ya, kalo kata bude: yang waras yang mengalah.

■ Sebagai menantu kita dituntut untuk selalu baik dan menghargai mertua, apapun kebutuhan meraka kita cukupi, tapi sebaliknya suami tidak mau peduli dengan urusan orang tua kita, adik kita itu bagaimana? Apa seorang suami tidak punya kewajiban untuk membantu dan menghargai keluarga isteri?
Jawab:
Karena pahala yang besar tidak didapat dengan ego yang besar. Yang bisa mengalahkan ego insha Allah menang. Jaminan surga...semangat ya bunda.

■ Apa seorang suami tidak punya kewajiban untuk menghormati dan menghargai serta membantu orang tua isteri dan keluarga besar isteri?
Jawab:
Tentu bertanggung jawab sepenuhnya terutama orangtua istri.
Tidak hanya fisik dan materi saja, perhatian dan kasih sayang ke orangtua istri sebenarnya diseimbangkan.

■ Ohh begitu, karena ketika sudah menikah orang tua kita jadi ada 2 ya, jadi harus sama dalam hal menyayangi atau apapun itu?
Jawab: 
Iya betul bunda. Semoga semua menjadi lebih baik setelah kita semua sama-sama mengetahui porsinya.

■ Mertua saya tipikal yang selalu ikut campur urusan RT anaknya bahkan keluarga besarnya juga selalu ikut campur, saya super jengkel kalau sudah begitu. Bukan memperbaik malah jadi memperkeruh.
Jawab:
Ya, betul. Supaya istri bisa melayani dan bertanggung jawab kepada keluarga suami dengan baik, sama suami pun juga sama. Kalau mau kasih barang lebih baik di diatasnamakan menantu, supaya bisa lebih saling menyayangi dan merasa bahwa mertua adalah orangtua kita juga.
Makanya disarankan untuk menyampaikan dengan halus dialog dari hati ke hati pas suasana rumah lagi tenang atau pas pergi berdua.
Kelemahan kita memang tidak mempelajari ilmu rumah tangga sebelum menikah. Tidak ada pendidikan formalnya. Banyak orang sukses berhasil diprofesi-nya tapi kehidupan rumah tangganya berantakan dan orangtua kedua belah pihak tidak mendampingi malah tambah menambah masalah.
Sudah biasa mb, percaya dan yakin bahwa kebenaran akan terbuka, harapan selalu ada.
Jangan pernah merasa sendiri karena kita memang di'pepet' supaya nempel keyakinan kepada Allah. Sangat bergantung kepada Allah pasti akan kasih jalan.
InsyaaAllah lulus di dunianya, kalau tidak sanggup ya taruh dulu. Kasih ke Allah pasrah dan yakin. Kalau sudah siap-siapkan kekuatan untuk berusaha dan berusaha lagi, supaya sempurna kelulusannya.

■ Tanggapan anggota : 
Laki-laki itu bertanggung jawab terhadap orangtua dan adik perempuannya. Kalau mereka tidak mampu maka suamilah yang ambil alih. Makanya laki-laki mendapat waris 2x perempuan karena selain tanggung jawab kepada anak istri juga kepada orangtua dan adik perempuan. Kalau orangtua perempuan siapa yang bertanggung jawab? Saudara laki-laki kita. Andai kita bekerja dan kita dapat berbuat baik kepada orangtua kita dan adik serta kakak kita yang kurang mampu. Tapi mereka ini bukanlah tanggung jawab suami kita.
Jadi jangan bersedih kalau suami tidak mau bantu keluarga kita, karena itu bukanlah tanggung jawabnya. Tapi kalau suami berbuat baik dalam artian menafkahi ibu dan adik atau kakak kita, artinya suami sudah berbuat ihsan.

■ Oohhh, pantesan, bapakku mau ngurusin ibunya ibuku, di kala ibuku harus keluar rumah untuk urusan yang lain.

■ Saya menjadi salah satu menantu yang tertekan bathinnya juga pada saat berkumpul bareng ibu mertua. Serba salah. Malah ibu mertua suka mendoktrin anak saya dengan omongan mnjelek-jelekan saya didepan anak ustadzah bahkan beliau sanggup mendoktrin anak saya kalau saya tidak pernah mengurus anak-anak saya. Saya pernah menampar mulut anak saya karena anak saya bilang: mamah tidak pernah mengurus aku. Saya tampar mulutnya saya bentak dan saya tanya siapakah yang bilang begitu ke km?! Anak saya bilang: mbah putri. Terus disaat saya sudah normal kembali "rasa hati" (sedih/nangis/kecewa/marah/jengkel dlstnya). Saya berikan pengertian ke anak saya. Saya bilang, dari usia hamil 4 bulan, sampai dia berumur 5 1/2 tahun (TK kecil) saya yang mengurus dia. Kalau pun anak harus dititip ke mbah putri, bukan kemauan saya tapi ayahnya (karena tahun 2001 bapak saya meninggal terus suami membawa anak saya ke rumah orang tuanya. Dan sekolah madrasah klas 1 sedangkan saya lebih memilih tinggal dirumah mendiang bapak saya dan ketemu anak saya Sabtu/Minggu dikarenakan saya tidak bisa pernah dekat dengan ibu mertua yang terlalu tajam lidah nya" (اَشْتَغفِرُأللّهَ الغَظِيمِ ).

■ Terus kalau orang tua pihak perempuan menjadi tanggung jawab anak laki-laki dari saudara perempuan tersebut. Ya kalo adik-adiknya sudah pada kerja, kalau masih pada kecil-kecil, terus orangtua perempuan kekurangan, apa suami juga harus tetap menutup mata dan tidak peduli karena itu bukan tanggung jawabnya? Sadis banget ya kalau begitu? sementara anak perempuan setelah menikah hanya jadi ibu RT saja.
Berarti suaminya tidak punya hati bunda.
Jawab:
Bunda tidak semua keluarga memiliki anak laki-laki.
Yang wajib dari nafkah seorang suami adalah ibunya dan istrinya, tetapi jika mampu menolong jadi tanggung jawab suami.

■ Tanggapan anggota: 
Subhanalloh..
Bagi bunda yang sering dilanda masalah semoga Allah memberikan pahala atas kesabaran bunda. Dan bagi yang RTnya tentrem adem ayem plus mertua yang 'baik hati tidak sombong gemar menabung dan suka menolong' (itu bahasanya anak ABG)
semoga Allah juga memberikan pahala atas kesyukuran bunda. Alhamdulillah saya punya suami yg baik, sholeh plus sepaket sama mertua yang baik juga.

Artinya kalau keluarga dari pihak istri kekurangan, kita sebagai istri yang tidak bekerja tidak bisa memaksa suami artinya kita boleh membicarakan hal ini ke suami agar dia mau membantu. Kalau suami dalam kondisi mampu tentunya hal ini tidak menjadi masalah, tapi kalau kondisi suami paspasan juga kita tidak bisa memaksanya. Inilah nanti yang akan menimbulkan konflik dalam Rumah Tangga. Tapi andai dalam kondisi pas-pasan kita himbau suami untuk membantu keluarga kita dan dia mau alhamdulillah. Masalahnya...kan kalau dia tidak mau...kita harus memahami ini. Bagi yang tidak punya anak laki-laki, punya anak perempuan, lihat kondisi orangtua tidak mampu....pastilah anak perempuan kalau punya dia akan membantu orangtuanya, tapi jangan paksa suaminya....
Saya bersaudara 8 orang, 5 perempuan dan 3 laki-laki. Kebetulan semuanya bekerja. Sekarang orang tua sudah pensiun yang pensiunnya cuma mendapatkan 1,5 juta sebulan. Kita sepakat setiap orang share minimal 500.000 perbulan, tapi karena anak perempuan selain dari gajinya sendiri, dia juga dapat nafkah dari suami, maka anak perempuannya rata-rata kasih 1 juta, anak laki-laki cuma 500.000. Karena laki-laki uangnya bukan untuk dirinya sendiri tapi dia wajib menafkahi anak dan istri. Tapi istri yang bekerja uangnya untuk dia sendiri, andai dia membantu nafkah dalam rumah tangganya itu adalah sedekah baginya, tapi bukan kewajibannya.


KOMUNIKASI SUAMI ISTERI

■ Ummi Afwan, bagaimanakah seorang harus bilang kepada suami, bahwa yang ia lakukan selama ini salah? contohnya masih suka berkumpul dengan anak muda, jarang kumpul dengan keluarga, tidak membiasakan diri untuk berpamitan kalau keluar rumah? kadang perasaan istri tidak kuat ...
Jawab :
Permasalahan suami terhadap istri seringnya hambatannya pada komunikasi. Ada saatnya suami bisa mendengar apa yang menjadi ganjalan. Sebaiknya pada saat sama-sama, bicara berdua dengan tenang dan mengkomunikasikannya dengan baik.


■ Bolehkan isteri menasehati suami terkait ibadah? Apa yang harus di lakukan istri jika suaminya belum bisa menjadi pemimpin dan belum bisa membimbing istrinya menjadi lebih baik...? Bagaimana ustazah agar kita tetap istiqomah, tetap bisa mengingatkan, menasehati dan tidak terikut kebiasaan atau sikap suami jika suami malas-malasan dalam beribadah...?
Jawab:
Sudah seharusnya seorang istri menasehati dan mengajak suami untuk memperbaiki ibadah sehari-hari mendoakan terus, karena hidayah datangnya dari Allah. Seterusnya kasih contoh yang baik terus menerus. Ibadahnya lebih ditingkatkan, segala kebaikan pasti ada jalannya.

■ Saya juga mengalami masalah serupa, suami saya sulit sekali diajak untuk beribadah, sampai dibangunkan malah tidur lagi?
Jawab:
Kalau suami ada yang bisa menasehati seperti keluarga dekat atau murobbi nya bisa minta bantuan untuk menasehati.
Terima kasih bunda tolong bantu doa ya bun supaya saya bisa lebih istiqomah dan bisa lebih baik lagi karena memang saya masih banyak kekurangan. Mohon bimbingan dari bunda-bunda.

SUAMI YANG SAYANG TERHADAP ORANG TUANYA, ADIKNYA SEPERTI KE ALMARHUM IBUNYA

■ Assalamu'alaikum ustadzah, bagimana sikap suami terhadap adiknya, yang ana lihat afwan suami ana seolah-olah menganggap adiknya ibarat ibunya karena mertua perempuan sudah lama meninggal, mohon penjelasannya jazakillah atas waktunya? 
Adiknya sudah terlebih dahulu menikah ustadzah, sebelum menikah dengan ana hasil kerja suami suka dikasih sama adiknya, mohon solusi menurut hukum islam, bagimana ana harus bersikap? Suami suka membandingkan ana dengan adik perempuannya, sampai-sampai afwan si adik perempuan tersebut sudah di anggap orang tua (pengganti ibu) oleh suami ana, pada awal pernikahan ana tidak terbebani tapi lama kelamaan apa-apa yang akan suami lakukan bukan musyawarah dengan istrinya tapi dengan adiknya tersebut, bagimana solusinya ustadzah?
Kalau awal menikah belum berani tapi baru kemarin ana ungkapkan unek-unek ana, beliau hanya bilang "kan kalau ayah mninggal ibu dan anak-anak akan ayah titipkan sama beliau (adik ipar)". Padahal rizki, maut sudah diatur Allah dan bukan manusia yang atur.
Jawab:

Yang sabar ya bun, sebaiknya rumah tangga berjalan sendiri-sendiri. Kalau sekedar memberi tidak masalah, itupun sepengetahuan istri.

Jazakillah ana akan trus bersabar dan berdo'a sampai Allah memberikan hidayahnya aamiin.

■ Bagaimana dengan aplikasi konsep taat pada suami itu jika kita berbeda pendapat dengan suami tentang suatu hal...
Apakah kita harus ikuti seluruh pendapatnya ..sedangkan kita merasa pendapat kita lebih baik
Apakah kalo kita sedikit 'memaksakan' pendapat kita dengan argumen-argumen yang masuk akal...itu terguling tidak taat?

■ Ustazah...bagaimana sikap saya karena suami saya lebih perhatiannya kepada keluarganya terutama orangtuanya daripada orangtua saya...mohon bimbingannya

Jawab:
Sikap lapang dan toleransi serta meminta maaf dari istri atas hal yang ia perbuat merupakan obat manjur yang bisa menjamin kebahagiaan hidup, kemuliaan dan keharmonisan keluarga
Dengan sikap diatas dan sedikit mengalah ketimbang mengedepankan emosi bahwa suami meski dengan sikap yang dimiliki dan perasaan yang demikian ia akan berubah.
Rasulullah bersabda:
"Tidak halal bagi istri memasukkan seseorang kerumahnya sedang suaminya tidak menyukai nya, mentaati orang lain selain suami, membuat dada suami sesak, meninggalkan ranjang suami dan memukulnya meski suami lebih zalim darinya. Sehingga dengan itu ia memperoleh ridho suami, jika ia ridho kepada istri dan menerima segala perilakunya makanya itulah hal terbaik dan Allah akan menerima uzurnya istri bahkan hujjahnya di hadapan Allah semakin kuat, dan ia tidak berdosa. Namun apabila suami belum juga ridho atau menolak berarti ia telah memiliki uzur yang kuat untuk membela diri"
Hadist riwayat Al Hakim, At tabrani

■ Mungkin pola asuh yang berbeda ustadzah "kalo ana dari kecil sudah mandiri dalam artian usia 4 tahun orang tua dan pisah (cerai) ana di asuh nenek dari bapak, sejak SD bekerja untuk uang jajan dan SPP ana jualan snack dan keredung ,kalo suami ana kluarga harmonis lengkap ayah ibu cuman pas ibunya meninggal beliau kayak "kehilangan gairah hidup" begitu yang dia ungkapkan ke ana.

BIDADARI DAN BIDADARA

■ Dalam Al Qur'an seringkali disebutkan bidadari-bidadari jelita yang tidak pernah tersentuh dan dengan berbagai ciri lainnya...
Karena saya belum paham bahasa Arab...apakah yang dimaksudkan bidadari-bidadari ini adalah perempuan syurga yang akan dihadiahkan kepada lelaki sholeh semasa di dunia? (Kecuali kalau semasa di dunia sang lelaki telah menjalin akad dengan perempuan shalihah yang kemuliaannya melebihi bidadari syurga).
Adakah penghuni syurga yang akan dihadiahkan untuk perempuan-perempuan shalihah yang semasa di dunia tidak mendapatkan jodoh terbaiknya (baik yang sudah menikah ataupun yang meninggal dunia sebelum menikah). 
Jadi maksudnya apakah selain bidadari ada bidadara? Bingung membahasakan bidadara dengan bahasa lain...
Yang belum mendapatkan jodoh sampat meninggal dunia apakah akan dipertemukan dengan jodohnya (bidadari-bidadara) syurga itu mbak? Begitupun dengan perempuan dunia yang insyaa Allah beriman?
Ada penjelasannya kah mbak? Soalnya ndak pernah menemukan penjelasan mengenai bidadara...
Jawab:
Menurut keterangan ustad Arifin Ilham jodoh ada 2, jodoh di dunia dan jodoh di akhirat, jodoh di dunia adalah suami atau istri kita di dunia sampai meninggal, jodoh di akhirat adalah bidadari atau bbidadara yg Allah sdh tentukan, suami atau istri yg sholeh dan sholehah juga akan mid jodohnya di akhirat, makanya mencari jodoh yg sholeh atau sholehah adalah penting, beberapa hal yg harus dilakukan untuk mendapat jodoh yg sholeh adalah: berazam kuat, mensholehkan  diri, tidak berputus asa, tawakal dan bertaqwa.
Beberapa ada yang disandingkan dengan jodohnya di dunia tapi dia akhirat dipertemukan.

■ Ataukah kalau Allah memang sayang pada seorang hamba...maka akan selalu diberi kesempatan olehNya untuk menggenapkan separuh agamanya terlebih dahulu di dunia?
Mengingat "separuh" itu adalah angka yang sangat besar

■ Atau tidak ada hubungan berarti mengenai kedudukan seorang hamba di hadapan Allah ketika meninggal dalam keadaan sudah menikah dan meninggal dalam keadaan belum menikah? Karena yakin Allah Maha Adil.
Maka aku penasaran, adakah penjabaran keadilan Allah untuk hal ini mbak? Aku yakin hanya akunya yang belum tahu. Karena di sisi lain disebutkan dalam al hadits bahwa salah satu kehinaan bagi manusia (begitu bukan yah bahasanya?) adalah meninggal dalam keadaan lajang.
Jawab: 
Quran Surah Al Baqarah ayat 25 menyebutkan:


وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS: Al-Baqarah Ayat: 25).

Doa Kafaratul Majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 
===============================================================

ISTRIKU SAYANG.. MAAFKANLAH SUAMIMU YANG TIDAK PEKA INI

Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWT
Rabu, 21 Mei 2014
Nara Sumber : Ustad Dodi Kristono
Notulen : Bunda Nofita, Kusworini dan Bunda Rini
بسم الله الرحمن الرحيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Kenapa sih kok suami yang "begitu" yang mendampingi kita....?
Begitu itu apa aja sih....?
Sederhana kok... Disini akan ditulis kajian singkat kenapa suami kadang2 seperti itu
Apakah benar pernikahan itu mencari kecocokan...?
Atau kita berusaha meminalisir ketidakcocokkaan dan kita menikmatinya.



Sudah menjadi kebiasaan kaum hawa untuk tetap dapat mengurus rumah tangga dan bersusah payah dalam mengurus diri sendiri pula, dan tentunya para Bunda disinipun sudah merasakan hal tersebut. Apalagi di era sekarang kebanyakan kaum hawa turut berpartisipasi dalam mencari rezeki saling topang diantara keduanya.

Meskipun secara umum para lelaki memiliki kelebihan dalam memandang dan cara berfikir dengan melihat lebih jauh ke depan, akan tetapi harus diakui bahwasanya para wanita dalam beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan urusan rumah tangga dan anak-anak, maka para wanita lebih tajam dan lebih detail pandangan dan pengamatannya.

Dalam hal urusan pengaturan perabot rumah tangga, persiapan sekolah anak-anak, dan hal-hal lain dalam rumah, maka wanita lebih jeli dan detail. Berbeda dengan para lelaki yang hanya bisa menilai secara global dan tidak detail. Karenanya para lelaki kurang bisa mengamati perubahan-perubahan detail yang terjadi di rumah, akan tetapi para lelaki bisa menilai dengan penilaian global bahwa kondisi rumah baik atau tidak. Adapun perubahan posisi pot bunga misalnya, atau pergantian taplak meja atau seprai kasur, atau perapian rambut anak-anak, atau tas baru milik anak-anak, sering kali para lelaki (para suami) tidak tanggap.

Demikian pula jika sang istri baru saja merapikan rambutnya, atau baru saja memakai perhiasan yang baru, atau bedak yang baru lalu ia bertanya kepada sang suami, "Sayangku adakah sesuatu yang baru yang kau lihat hari ini.....?".

Sesungguhnya pertanyaan ini adalah pertanyaan yang mudah dan sepele akan tetapi ternyata sangat berat untuk dijawab oleh seorang suami yang pandangannya tidak detail dan jeli dalam urusan seperti ini.

Bahkan bisa jadi sang istri memakai kembali kalung yang dulu pernah dibelikan oleh sang suami sebagai hadiah karena ada kondisi istimewa tertentu, lalu tatkala sang istri bertanya, "Sayang lihat sesuatu yang baru atau yang aneh nggak pada diriku...?". Terkadang suami menjadi bingung untuk menjawab pertanyaan ini...?, apa yang aneh..?, apa yang baru…?

Jika sang suami ternyata tidak tanggap dan berkata, "Memang ada apa cintaku?". Terkadang sang istripun langsung "manyun" mendengar pertanyaan balik sang suami.

Sang istripun menjelaskan dengan agak sedih, "Ituloh, saya memakai kalung yang dulu kau hadiahkan kepadaku?".

Ternyata terkadang sang suami masih juga belum tanggap dan bertanya lagi, "Kalung yang mana....?, hadiah yang mana....?, kapan saya menghadiahkannya kepadamu...?. Kenapa saya menghadiahkan kepadamu...?"  Dan dijamin Bunda pun akan segera menyimpulkan sesuatu yang negatif dikepala Bunda, berfikir macam-macam dan terkadang menerawang lebih jauh dan lebih dalam. Jangan-jangan....

Pertanyaan-pertanyaan beruntun yang terkadang sangat menyedihkan sang istri karena menunjukkan suami yang tidak tanggap dan tidak nyambung-nyambung…

Terkadang sang istri bertanya, "Suamiku, apakah ada perubahan pada wajahku....?". (Maksud sang istri – setelah memakai pembersih muka atau pembersih kulit selama sebulan - tentunya ada perubahan ke arah lebih cantik, akan tetapi sang suami tatkala ditanya demikian menjadi sangat bingung. Karena suami merasakan sama sekali tidak ada perubahan, karena setiap hari ia melihat wajah sang istri…, terlebih lagi sebagaimana telah lalu pandangan suami dalam hal-hal rumah tangga hanyalah pandangan global dan tidak detail.

Demikian juga tatkala sang istri melakukan program diet selama sebulan lantas setelah sebulan ia bertanya kepada suaminya, "Wahai cintaku, tidakkah engkau melihat perubahan pada tubuhku....?"

Sang suamipun bingung, dalam hatinya berkata, "Memang ada perubahan apa…?"

Karenanya wahai para istri, ingatlah firman  اللّهُ Ta'ala

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

"Laki-laki tidaklah seperti perempuan" (QS Ali Imron : 3)

Jikalau  اللّهُ  memberikan pandangan tajam bagi lelaki dalam hal pekerjaan dan rencana masa depan akan tetapi ternyata pandangan lelaki tidaklah tajam dan detail dalam pengurusan dan pengaturan dalam rumah.  اللّهُ  menjadikan wanita lebih jeli dan detail dalam hal-hal rumah tangga.

Bayangkan jika seandainya  اللّهُ  menjadikan seorang suami pandangannya detail dan jeli dalam perubahan kondisi dalam rumah, tentu sang suami akan menjadi seorang wanita yang cerewet, bahkan bisa jadi lebih cerewet dari pada seorang wanita !!!

Karenanya …MAAFKANLAH SUAMIMU…wahai para istri…, maafkanlah dia yang terkadang tidak bisa romantis kepadamu tatkala engkau sedang ingin beromantis dengannya.

Kadang2 laki2 nda mau kehilangan sifat machonya dihadapan orang.

Salah kebanyakan laki2 bahwa romantis itu katanya menghilangkan sifat machonya
--

PERTANYAAN DAN JAWABAN:

■ Pak cahyadi..praktisi perkawinan..pernah membahas masalah ini
Ketika suami menikah dia sdh merasa zona aman..jd lebih banyak diam..sibuk sama diri sendiri..
Pdhl sebelum menikah dia bersedia melaukan apa pun asal mndapatkan si istri tadi..
Di istri kebalikan nya..ketika sdh menikah dia ingin dirayu..di manja..tp suaminya cuexx..he..he..spintas ga adil ya..
Pak dody gmn komen nya..

Jawab:
Betuuulll. Laki2 sebelum menikah itu sifatnya seperti pemburu.
Gimana caranya harus dapatlah buruannya. Jika buruannya sudah didapat, maka dia merasa buruannya sudah menjadi milik dia seutuhnya.
Dan inilah yang membuat zona nyaman tersebut. Yg jd mslh istri ny merasa dicuexin...
Terus istriny uring2an..
Mkny g nyambung..
Berantem..diam2an..
Karena memang laki2 diciptakan sebagai Pemimpin. Jadinya merasa seperti itu.
Semua harus ikut pemimpinnya.

Bunda: Ternyata ada tips lg buat istri..ini jg dr pak cahyadi plus dr pak dody waktu kajian lama:
1. Buat suami merasa mnjadi pemburu lagi
2. layani suami dg sepenuh jiwa..
3. Niatkan hanya mndpt ridha Allah saja..
4. Dan mempercantik diri dan ruhiyah dg memperbanyak ibadah terutama sholat tahajud dan
5. Ikuti mau suami selama tdk menyimpang.
Saya masih tahap latihan..tp Alhamdulillah sekarang saya tidak merasa dicuekin lagi..saya terapkan tips diatas..suami malah lebih perhatian..hati jg lebih lapang..

■ Contoh kasus: Ni kasus tmn ngajar..suaminya cuekk banget. Apa2 diserahkn pd istri...istrinya diam..kalau marah dia diam gak tegursapa..jd jarang komunikasi..
Sekarang imbas anaknya ga mo diatur..bolos dan merokok..kabur dr rumah karena gak nyaman dipukuli sang ayah..mereka saling salah2n.. Tuh.

Saya yg jd penonton bingung..Suami super cuek. Istri yg diam..kesal klo sdh gitu ngelawan jg karena kecuekan suami. Solusinya gimana ya pak buat istrinya..

Jawab:
Umumnya, pertengkaran yang sering terjadi disebabkan oleh masalah yang ‘itu-itu’ saja. Pemicunya bisa berupa hal kecil, namun inti permasalahannya tetap sama dan belum juga menemukan pemecahan. Bahkan, kadang menimbulkan perang dingin karena kedua belah pihak merasa benar dan gengsi untuk mulai berbaikan kembali.

Oleh karena itu, coba gali inti masalah yang ingin dibahas bersama pasangan. Batasi pembicaraan hanya untuk masalah itu agar tidak berbelit-belit ketika membicarakan dan merampungkan sebuah masalah.

■ Pak, ada titipan pertanyaan dr teman. Sjk suami kerjanya jauh shg menghabiskan waktu perjalanan maka ketika smp rmh biasanya capek. Akhirnya sering bangun kesiangan dan tdk bs sholat shubuh berjamaah. Gmn cara menasihatinya ya. Pdhal kader dakwah jg. Ini mgkin kasusnya sm dng cerita di atas. Tp adakah solusi lain slain fragmen air mata istri? Krn teman saya ini tipenya tdk bs menangis spt cerita di atas. Mksh.

Jawab:
Ajaklah suami tersebut ke kajian2 yang diadakan pada hari liburnya, biasakan berkumpul dengan orang2 soleh (positif). Maka hal tersebut akan mengurangi kebiasaan negatif dari suami tsb. In sha  اللّهُ .

والله أعلم بالصواب

Bunda: Pdhal saya jg sering liat suaminya bareng ama suami saya dan temen kader dakwah lainnya jg..artinya keterikatan dia dengan orang orang sholih lumayan jg...tdk terasing jauh.

Jawab:
Ingatkan saja kalau begitu... Masa orang kader dakwah, sholat kesiangan mulu, nanti malu loh kalau ketauaan. Biasa orang seperti ini akan lebih menjaga pencitraan didepan manusia 

Bunda: Saya jg tahu krn istrinya minta masukan ke saya...klo saya minta tolong suami saya nasihatin kira2 tersinggung ga ya? Saya tanya ustadz krn mgkin lbh faham psikologis sesama ikhwan.
Iya betul ustadz..biasanya kan malu.

Jawab: Betuull... Pasti ybs akan malu sesama Ikhwan.
Jadi bisa saja suami Bunda memberitahukan pelan2 kepada ybs.

■ Kalo libur biasanya kan para suami jg libur. Sdgkan para istri namanya pekerjaan rumah tdk ada liburnya. Inginya kita jg dibantu ama suami. Tp suami malah tidur atau nonton tivi ataupun hobi lainnya yg mgkin td bs dilakukan saat kerja. Gmn kiat meminta bantuan ke suami ya? Krn kdg istri jg segan, malu...tp suami ga tanggap...suami maunya rumah bersih, anak rapi n istripun jg harus tampil cantik....klo meminta bantuan bs jd suami kesal krn mengganggu istirahatnya..

Jawab:
Kalau begitu perlu dibuat list pekerjaan secara tertulis dan kalau bisa dibreakdown secara detail.

Dan pembagian tugasnya juga dicantumkan disana.

Tujuannya  →  agar bisa diketahui flow dan beban kerja masing2 orang sekaligus memberitahu tugas2 yang dikerjakan istri tanpa sepengathuan suami, sehingga tanpa keluar langsung dari mukut Bunda, maka suami mengetahui yang memang tidak bisa terlihat dia, selama ybs bekerja di kantor. Dan dia akhirnya tahu beban pekerjaannya ternyata sudah over load juga.

■ Lalu bagaimana cara istri untuk membimbing dan mengingatkan suami nya untuk jd lebih baik jika apa yg diucapkan istri hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri...?

Jawab:
→  Ajak ke kajian2 rutin Bunda, jika dimobil, putar radio kajian, jangan musik2 terus. Ciptakan dikeluarga 1 hari wisata kajian + kuliner (contoh).

→  Laki2 itukan PEMIMPIN, jika cara penyampaiannya SALAH, maka ybs pasti tidak akan mau dengar, jadi sampaikan dengan penuh kesabaran dan jangan yerkesan mengajari.

■ Apakah berdosa seorang istri yg cerewet dan bawel tuk mengingatkan dan menyuruh kpd kebaikan...?
Krn kalo ga di bawelin gak akan di lakukan pak..

Jawab:
→  Tidak berdosa Bunda... Sekali lagi, inti agama itu NASEHAT. Jadi jangan sungkan2, tapi cobalah dengan cara yang lebih halus.

TIPS KOMUNIKASI SUAMI ISTERI YANG EFEKTIF

■ Adakah tips cara membuat suami terbuka dan menceritakan sesuatu yg diresahkannya? Atau tips berkomunikasi yg baik dan efektif?
Contoh kadang isteri tdk memahami sesuatu yg disukai atau diminta suami jk tdk ada pembicaraan,  dan tipe laki2 tdk semua suka berbicara/bercerita.
Contoh Orang yang menutupi kesakitannya di depan isterinya. Padahal lebih gk enak kalo isteri tau dr orang lain,  serasa tdk menjadi org kepercayaannya.
Mungkin lain lagi dg perasaan isterinya.

Jawab:
Kasus saya kemarin adalah, sebenarnya saya nda mau dia ikut resah, trus karena anak2 libur dan mereka begadang, habis sholat subuh pada tidur lagi.

Sehingga saya nda mau ganggu waktu istirahatnya istri dan anak2.

Nanti aja deh saya sampaikan setelah urusan rumah tangga yang selesai.

Bunda: Tujuannya sangat mulia, tp blm tentu org lain atau isterinya memahami, maksudnya intepretasi org terkadang berbeda2

Bicarakan dengan suami saat suami dalam kondisi nyaman (alpha) sama seperti anak kecil
Contoh : Saat kenyang setelah makan
Saat memberikan hadiah ke suami
Memang komunikasi plg efektis setelah berhubungan intim
Saat habis berhubungan intim (tahaaaannn, jangan sampai ngorok duluan)

■ Membaca topik bahasan hr ini sy malah melongo. Oh ya?? Memang ada ya ibu2 yg mempertanyakan hal2 spt itu ke suami?? afwan kasian suami-nya, rempong yah.

Jawab:
Cerita di atas hanya gambaran umum wanita sepertinya. Wanita memang kadang butuh perhatian suaminya,  mungkin kr dicuekin terus apa aza bs jd topik demi menarik perhatian sang suami. Bunda seorang istri jg butuh perhatian.

■ Bagaimana tips menahan amarah suami yg efektif?

Jawab:
- Buat Komunikasi yang baik
- Jika Suami EMOSI, istri berkewajian DIAM, agar tidak membesarnya API karna percikan Minyak Tanah.

■ Jk terjadi prahara dalam rumah tangga,  apakah ada adab islami dlm pencarian solusi yg baik?

Jawab:
→  Istri diusahakan mengalah dan pandai berperan (walaupun berat) untuk menuju kemenangan yang abadi.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  pernah bertanya kepada para sahabatnya, “Maukah kuberitahukan kepadamu, bekal istrimu di surga?” Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yaitu setiap istri yang penuh kasih sayang dan banyak anak (subur) dan bila ia marah atau diganggu atau dimarahi oleh suaminya, lalu ia menyerahkan dirinya dan berkata, “Inilah tanganku terserah kepadamu, aku tidak akan dapat tidur sehingga engkau rela kepadaku.” (H.R. Thabrani)

■ Bagaimana sikap tetangga yg mendengar/mengetahui adanya bersiteru di keluarga org lain? Jika diminta tlg menengahi apakah boleh ikut campur?

Jawab:
→  Tidak Boleh ikut campur.

Bunda: Pengalaman ada saudara yg mengikut sertakan tetangga (suami org) awalnya utk penengah. Akan tetapi sampai saat ini malah memperkeruh keadaan dg menghasut isteri shg membenci suami sangat sampai hidup masing2. Sampai suaminya merasa isteri sering curhat ke suami tetangga tanpa diketahui isteri suami tetangga tersebut dan menduga telah berselingkuh.

Jawab:
→  Tetangga bukan tempat mengadu.

■ Sejauh mana kita membatasi keterlibatan orang ketiga dlm rumah tangga?

Jawab:
→  Diusahakan mencari orang ke3 yang dituakan dan netral dalam memberi pandangan.
Berbeda rasanya dg Nusyuz (tinggal 1 atap, suami yg meminta, ada pengurangan nafkah dan Isteri tidak diperbolehkan mengajukan nusyuz).

■ Bagaimana sikap kita sebagai saudara? Sedangkan setiap suami plg tugas (sabtu minggu), isteri pindah ke rumah ortunya. Karena dirasakan sudah hampir 2 thn ini ada perubahan thd psikologi keponakan.

Jawab:
→  Agama itu intinya NASEHAT, nasehatilah dan jika tidak berubah, gugurlah kewajiban kita sebagai sesama saudara.

■ Bagaimana jika sebaliknya Ustad, ada suami yang suka membicarakan kekurangan istri pada teman dan saudara2nya. Bagaimana sebaiknya sikap sang istri?

Jawab:
Jika kita tahu contentnya apa... Maka jadilah opposite terhadap apa yang dibicarakan suami ke teman2nya.
Misal...
Istri saya pake daster mulu tiap dirumah.
→  pake baju non daster 

: ■ Bagaimana menyeimbangkan kepatuhan kita sbg istri bg suami dan kepatuhan kita terhadap orangtua..khusunya wanita?
Ada banyak orang bilang saatnya kita balas kebaikan orngtua ketika mereka sdh tua dg mengurus mereka..
Tp klo ortu di kampung sementara kita di kota..ortunya tetap maunya tinggal di kampung..sementara istri harus mngurus suami di kota..

Jawab:
Kewajiban seorang wanita terhadap orang tuanya terputus jika ybs menikah dengan calon suaminya. Dan akan berbalik harus mengabdi kepada Suaminya.

Kewajiban seorang laki2 terhadap orang tuanya TIDAK AKAN PERNAH PUTUS walaupun laki2 tersebut sudah menikah 1x, 2x, 3x ataupun 4x.

Jika kita memang mendapatkan suami yang baik, utarakan dan sampaikan kondisi yang sebenarnya jika memang kadang2 kita dibutuhkan oleh orang tua kita. Dengan cara meminta pendapat dan saran dari suami apa yang harus dilakukan (teknik meminjam tenaga lawan). Dan biarkan suami yang ambil keputusan yang terbaik. Jika dia suami yang baik, pasti ada keputusan yang menyenangkan.

Ingat.... Laki2 itu juga manusia yang tetap mempunyai hati

■ Bagaimana ya spy suami pulang kerja itu kita bs selalu senyum. pasalnya suami pulangnya malem terus, sy di rumah udah keburu capek kadang kesel kok pulang malam banget. Pengen senyum, tp malah jadi manyun deh.

Jawab:
Klo saya selalu berpikir....secapek2nya kita mengurus rumah tangga....pasti suami lebih capek lg....capek banyak kerjaan, capek dijalan yg sering macet, belum lg klo kena teguran dr atasan....usahan senyum secapek apapun....kan senyum itu sedekah apalagi senyum ke suami...bisa jd dpt mengurangi kepenatan suami....jgn lupa dandan yg cantik dihadapan suami....jgn sampai dandannya kita utk orang lain....pasti suami seneng klo lihat istrinya cantik....kebanyakan ibu2 dandan cantiknya klo pas kondangan ....tp drumah cm pake daster alakadarnya....kasihan suami kita bunda....masa diluar rumah suami melihat wanita yg cantik2 sedangkan istrinya gk pernah dandan utk suaminya.

■ Tadi pak Dodi katakan bahwa sunatullah kalau laki-laki (suami) tidak memperhatikan hal2 yg detail, contohnya dalam penataan rumah, penampilan istri.
Nah bagaimana jika seorang suami juga menganggap sepele dalam hal ibadah...
Sang istri sudah berusaha mengingatkan tp suami tetap tidak peduli...
Jadi sebaiknya si istri harus bagaimana?
Pak Dodi bagaimana cara berdakwahnya seorang istri kpd suami suka gengsi kalau  dinasihati oleh istri.

Jawab:
Terus saja memberitahu ya Bunda. Agama itu intinya NASEHAT.

Jadi jangan pernah berhenti untuk memberikan nasehat
Blh nambah? Selain memberi nasehat yg terus menerus tentunya kita jangan lupa mendoakannya juga ya.
Jangan lupa itu ladang pahala buat kita berdakwah. Nda perlu repot2 keluar rumah lagi.

Dalam RT Yg penting komunikasi yg baik ya bunda...& kita sbg istri hrs tau karakter suami seperti apa ya...

■ Katanya kalau orang tua terutama ibu, harus berhati2 thd ucapannya kpd anak, krn bisa menjadi doa. Misal kita terlanjur mengucapkan perkataan yg tdk baik ke anak, tp setelah itu kita beristigfar, kira2 ucapan kita itu diampuni dan tdk diaminkan sbg doa atau gimana ustad?

Jawab:
Kan itu dalam kondisi emosi, setelah sadar kita istigfhar in sha  اللّهُ tidak apa2.
Sama seperti talak, jika suami dalam keadaan emosi yang tidak biasa, maka tidak masuk hitungan talak.

■ Pa Ustadz, bagaimana rasanya seorang suami bila ada istri gayanya glamor tp hasil glamornya pinjem uang dr sana sini tanpa sepengetahuan suami, pdhl tau suami kerjanya freeline dan akhirnya RT berantakan dan semua ulah istri, suami yg tanggung jawab dan kini istri sakit parah tp suaminya sudah gk mau bertemu.....

Jawab:
Suami pasti melihat dia adalah istri yang tidak bertanggung jawab dan selfish hanya untuk kepentingan dirinya saja.

Begitu suami tahu tidak dibutuhkan Istrinya, EGO laki2nya akan keluar dan dia pasti tidak akan peduli.

■ Ada suami yang perhatiannya berlebihan sehingga kesannya cerewet banget segala sesuatu  dikomentari.... itu gimana menghadapinya pak??

Jawab:
Alhamdulillah...
Syukurilaaahhhh
Nikmatilaaaahhh 

■ Oia pak dodi..sy mau tanya. Kalau suami ingin menikah lagi...istri pun memberi ijin. Apakah yg melamarkan harus istri pertama ya pak ? 

Jawab:
Sebenarnya kalau secara Syariat, diperbolehkan untuk tidak ijin ke istri pertama.

■ Pak, semua yg dikerjakan istri untuk suami ada pahalanya kan? pertanyaan saya
Apakah istri akan dapat pahala kalau semua kerjaan rumah dikerjaakan orang lain, seperti mencuci dan memasak. Kedua kalau semua urusan rmh sampai bercinta suami nurut kemauan istri, pokoknya hanya tdk membuat istri kecewa, apakah istri berdosa pak?

Jawab:
Tugas Istri  →  Memanage Rumah Tangga (bisa tangan sendiri atau orang lain).

■ Pak dodi...kalo istri gak menuruti kemauan suami untuk bercinta dosa gak pak ? Trs kalo sebaliknya bagaimana ? 

Jawab:
Dosaaaa. Dilaknat sama malaikat sampai pagi hari.
Sebaliknya tidak berdosa sampai batasan tertentu, ada yang bilang jangan biarkan ranjang tidak berderrit lebih dari 3 bulan.

■ Misal neh ortu perlu di jaga, dan keadaan sodara yg lain tidak memungkinkan, jadi mau tidak mau dia yg menjaga, sementara dia anak perempuan, suaminya sii gpp...gimana kang?

Jawab:
Selama dapat ijin dan suaminya Ridho maka tak mengapa Bunda Vita.

■ Topik suami istri selalu mak nyoosss. Tapi cinta itu perlu disiram, perlu dipupuk, perlu dipelihara...minimal kalau bs stiap hr suami bilang I LOVE YOU mau ucapan ataupun wa/sms..bener nggak ya pak dodi???romantisnya bs dipelajari..

KOMUNIKASI KEBUTUHAN BIOLOGIS SUAMI ISTERI

■ Terkadang isteri tdk mengetahui kebutuhan sang suami, dan tiba2 membuat suami uring2an terutama dalam hal biologis. Isteri jk sudah lelah mengurus rumah tangga, pekerjaan kantor, dan anak shg tenaga terkuras. Atau terkadang isteri jg sedang tdk mood begitu pula sebaliknya isteri yg menginginkan tetapi suaminya yg kelelahan.
Terkadang membicarakan hub. Intim itu tabu dan malu2 sehingga komunikasi kurang lancar.
1. Apakah tetap dilaknat bagi isteri yg tdk mengetahui/peka terhadap keinginan suaminya? Bagaimana jk dalam kondisi isteri yg sakit?
2. Kalo isteri tdk mendapatkan kepuasan apakah boleh dikomunikasikan? Bagaimana crnya agar tdk menyakiti pasangannya? Kr biasanya isteri terkesannya lebih memilih diam kr khawatir menyinggung.

Jawab:
1. Intinya adalah ajakan yang jelas, kudu seperti Ruqyah harus jelas, kalau kode2an kan istri bukan detektif.
Kalau sakit sampaikan saja secara halus dan tawarkan dengan "cara" lain jika suami berkenan.

2. Pada saat kita menyenangi di posisi tertentu, bicarakan saja bahwa memang kita menyukainya, toh itu suami kita sendiri. Dan beraktinglah jika dipenuhi dengan seolah2 Bunda nyaman diperlakukan demikian. Ini akan menambah semangat suami dan mengesankan dia perkasa.
Suami seneng loh dipuji  →  PERKASA
Beneraaan deeeh.
Jadi memuji dg maksud tujuan tertentu.
Setelah dia senang, minta keinginan Kita sebagai Istri.
Dia happpyyy... Pasti nanti diberikan. Ingat  →  kondisi alpha.

Keluar uang untuk mendapatkan uang, kan begitu prinsip ekonomi.
Pokoknya prinsip kebutuhan suami istri komunikasikan saja..nggak usah malu2..klu nggak dikomunikasikan mana bisa tahu walaupun itu suami istri.

Tp tipe suamiku itu harus dipancing dulu.spt ini contohnya :
biasanya aq yg sering duluan bilang Schatz...Ich Liebe Dich...my dear I Love You..
nah biasanya suami kepancing...jawabannya..Ich Dich Auch. ...Me too..

UCAPAN SAUDARA YANG MENYAKITKAN

■ Bagaimana menghadapi saudara yg tdk bs menjaga ucapannya? Setiap ketemu ucapannya menyakitkan, jadi sy fikir lbh baik menghindar walaupun ngga bisa jg selalu menghindar.

Jawab:
Lebih baik begitu, tapi jangan memutus tali silaturahmi ya Bunda.

Bunda: Tapi ngga bisa selalu menghindar ustadz, karena namanya saudara sekali2 bertemu. Kalau saya memilih menghindar dan diam. Tapi tetep adaaa.....aja yg di senggol2. Kayaknya memang hobi menyakiti perasaan org.
Memutus tali silaturahmi itu gmn ustadz? Kalau selalu berusaha menghindar agar tdk terjadi konflik, apakah itu bs jg di sebut memutus tali silaturahmi?

Jawab:
Maksudnya komunikasi tanpa tatap muka juga dilakukan sekali kali.

Bunda: Iya ustadz, untuk menghormati suami, saya juga masih datang ke rmh beliau tp biasanya saya memilih banyak diam, akting senyum2 aja tp kok ya msh kena jg.

ORANG TUA YANG BANYAK MEMINTA

■ Maaf pak Dody ikut diluar kontek..saya kadang suka bingung dg permintaan orangtua yg ingin selalu memberi yg bagus2 ke orang lain..sya tau maksudnya baik cma kan kita kadang bugdet ga ada..contoh saat acara kendurian makanan harus enak2, berkat yg dibawa orang2 haruslah bagus ga cuma makanan kadang harus ada baju,dll,,selain itu kadang kita harus sering nengok beliau..kalau jarak kami dekat insyaallah lah beliau nyuruh setiap hari dateng dijabanin tpi kan jauh hiks

Jawab:
Jujur saja Bunda... Mungkin orang tua tidak mengetahui secara detail kondisi keuangan Bunda.

Ini nanti akan berefek seperti bola salju kalau dibiarkan begitu saja.

Bunda: Kita sdah jujur pak..tpi kata beliau nanti jga ada rejeki dateng dri Allah..

Jawab: Diiyakan saja dulu ya Bunda... Doain ya Bu, semoga seperti itu. Dan jika memang belum datang rezeki dari  اللّهُ , kita atur baik2 dulu pengeluaraannya.


BAHASA DOA KHUSUS

■ Ada doa khusus yg perlu dibaca ga supaya bisa jd istri sholehah, yg selalu sabar menghadapi anak2 dan segala urusan lainnya?

Jawab:
Masuk kategori Doa Masalah saja Bunda.

Doa Masalah ini kita diperbolehkan berdoa sesuai denganpermasalahan kita dan menggubakan bahasa kita.

Ceritakan keinginan kita didalam doa tsb.

■ Kalo ceritakannya pake bhs indonesia boleh tad?
contoh doanya kaya gmn gitu?

Jawab:
Boleh... Pake bahasa Indonesia
Contohnya ya kayak curhat gitu, masalahnya apa disampaikan, maunya apa dimintakan

BERSENTUHAN DENGAN SUAMI ISTERI, BATAL WUDHUKAH?

■ Pak dodi, setelah wudhu trus kita bersentuhan dgn suami, batal ga ???

Jawab:
Ada 2 pendapat Ulama dalam hal ini
1. Ada yang bilang batal (kebanyakan Mahzab Syafii)
2. Ada yang bilang tidak batal (kebanyakan Mahzab Hambali)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Pernah Rasulullah صلى الله عليه وسلم  melakukan shalat sedangkan saya tidur terbentang di depannya layaknya jenazah sehingga apabila beliau ingin melakukan witir, maka beliau menyentuhku dengan kakinya”.

■ Pak, nyambung pertanyaan tentang batal wudhu? misal, kita memilih amalan ke 2 atau bermazhab hambali. Boleh ga amalan lain kita pilih kita memilih mazhab syafii? Soalnya kata suami, klo dah memilih satu mazhab, maka amalan lainnya pun hrs satu mazhab, mohon pencerahan, tks.

Jawab:
Ada beberapa pendapat Ulama yang memang tidak boleh lintas mahzab. Dan juga ada yang membolehkannya.

Kalau saya lebih memilih pendapat yang rajih yang memang mendekati Al Quran dan Hadist.
Mana pendapatnya yang lebih kuat, apakah tertera di Al Quran dan dijelaskan dalam tingkatan Hadist yang Shahih.

AKTE LAHIR ANAK HILANG BOLEHKAH DIGANTI NAMA AYAH TIRI?

■ Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.....
Ustadz...
Saya sedikit punya problem..
Maaf ini sebenarnya privacy...
Dari pernikahan pertama saya dikaruniai seorang putri.
Tetapi akte kelahiran semua hilang.. (maaf lenyap tanpa bekas).
Bagaimana hukum dlm Islam jika sy buat akte baru dg nama Ayahnya yang sekarang..??
Diperbolehkan / Dilarang oleh Agama....???

Jawab :
Tidak diperbolehkan, karena bukan nasab dari ayahnya. Akan merancukan nanti pada saat hukum warisan dibagikan.

Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
===========================================================

CARA MENDIDIK ANAK YANG BENAR

Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWTJumat, 9 Mei 2014
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Notulen: Bunda Nofita dan Bunda Lia

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله

Sungguh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan berbagai macam amanah dan tanggung jawab kepada manusia. Diantara amanah dan tanggung jawab terbesar yang Alloh Ta’ala bebankan kepada manusia, dalam hal ini orang tua (termasuk guru, pengajar ataupun pengasuh) adalah memberikan pendidikan yang benar terhadap anak.



Yang demikian ini merupakan penerapan dari firman Alloh Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

 “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka”
(QS. At-Tahrim:6).

Sahabat yang mulia Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu menafsirkan ayat diatas dengan mengatakan: “Didik dan ajarilah mereka (istri dan anak-anak) hal-hal kebaikan” (Tafsir Ath-Thobari, Al-Maktabah As-Syamilah)

Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi orang tua untuk memperhatikan masalah pendidikan anaknya dengan sebaiknya-baiknya.

Dari mana harus memulai?

Segala sesuatu adalah berproses, demikian juga dalam hal mendidik anak. Berikut beberapa tahapan dalam membina dan mendidik anak

1. Memilih istri (ibu bagi anak) yang sholihah

Hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh seseorang (calon bapak) agar anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang sholih. Karena seorang ibu adalah sekolah pertama tempat anak-anak menimba ilmu dan belajar. Seorang ibu yang sholihah tentu saja akan mengajarkan kebaikan dan amal sholih kepada anak-anaknya.

Oleh karena itu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Wanita dinikahi karena 4 hal: (yaitu) kekayaanya, kedudukanya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya engkau akan beruntung”(HR. Bukhori Muslim).

Demikian juga sebaliknya. Bagi seorang calon ibu, ia harus memilih pendamping sholih yang kelak akan menjadi ayah dari anak-anaknya. Ayah adalah pemimpin dalam keluarga yang akan mengarahkan kemana bahtera rumah tangga akan berlayar. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya : “Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas” (HR At-Tirmidzi)

2. Membiasakan anak untuk mengerjakan ibadah

Diantara yang perlu ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak adalah kesadaran untuk mengerjakan sholat wajib. Yang demikian ini disebutkan dalam firman Alloh :

وَأْمُرْأَهْلَكَ بِالصَّلَاةِوَاصْطَبِرْعَلَيْهَا

“perintahkan keluargamu untuk mengerjakan sholat dan bersabar atasnya” (QS. Thoha:132).

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “ajarkan sholat pada anak anak disaat berumur 7 tahun” (HR. At-Tirmidzi).

 Selain itu pula hendaknya orang tua memotivasi anak-anak untuk mengerjakan ibadah yang lain agar ketika mereka mencapai usia balig, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.

 3. Memberikan teladan yang baik

Teladan yang baik merupakan hal terpenting dalam keberhasilan mendidik anak. Telah diketahui bersama bahwa seorang anak itu suka meniru tingah laku orang tuanya. Bila orang tua memberikan teladan yang baik kepada anaknya niscaya anak tersebut menjadi pribadi yang baik. Begitu juga sebaliknya. Maka hendaknya orang tua memperhatikan dan tidak menyepelekan masalah ini, serta jangan pula apa yang dikerjakan bertentangan dengan apa yang dikatakan. Alloh berfirman yang artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Amat besar kemurkaan disisi Alloh ta’ala bila kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan” (QS. Ash –Shof : 2-3)

4. Menjauhkan mereka dari teman teman yang buruk

Hendaknya orang tua memberikan pengarahan kepada anak-anaknya agar memilih teman-teman yang baik agama dan budi pekertinya. Juga selayaknya orang tua memberikan pengertian dan senantiasa mengingatkan mereka akan bahaya bergaul dengan orang-orang tak sholih

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka bisa jadi dia akan memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau busuk” (HR Bukhari dan Muslim)

 5. Membentengi diri mereka dari hal hal yang merusak akhlak mereka

Penyebab banyaknya penyimpangan yang dilakukan anak-anak baik dari segi aqidah maupun akhlak adalah apa yang mereka saksikan baik di media cetak maupun elektronik berupa gambar-gambar atau tayangan-tayangan yang merusak agama mereka. Solusinya adalah terus memantau aktivitas sehari-hari mereka, serta memberikan bimbingan akan dampak negatif dari kemajuan teknologi. Yang demikian ini bukan berarti melarang mereka untuk menggunakan sarana informasi dan komunikasi, hanya merupakan pengarahan agar teknologi bisa termanfaatkan dengan baik.

6. Mengajarkan nilai-nilai luhur dalam ajaran islam

Sudah sepantasnya bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada diri anak-anaknya, seperti pentingnya iman dan islam, kecintaan pada Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam (yang nantinya membuahkan ketaatan terhadap perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan), juga mengajarkan mereka adab-adab islam sehari-hari,( seperti adab berpakaian, makan dan minum dsb), dzikir-dzikir dan doa-doa, cara bertutur kata, bergaul dengan baik terhadap orang yang lebih tua dan sesama, cinta akan kebersihan dan perilaku baik lainya.

7. Bersikap adil

Yaitu bersikap kepada anak-anak, tidak membedakan antara satu anak dengan anak yang lainya dalam segala hal, baik dari sisi kasih sayang, perhatian, pengajaran, nafkah, hadiah dan lain sebagainya sehingga tidak terjadi kecemburuan diantara mereka.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَاتَّقُوااللَّهَ وَاعْدِلُوابَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ

“Bertaqwalah kalian kepada Alloh, dan berbuat adillah terhadap anak-anak kalian” (HR. Muslim)

8. Mendoakan kebaikan bagi mereka

Hendaknya orang tua menyadari bahwa hidayah berada di tangan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Alloh memberikan hidayah kepada siapa saja yang Ia kehendaki dengan rahmat dan karunia-Nya, sedang orang tua hanya bisa mengajarkan, mengarahkan, dan membimbing anak-anaknya. Oleh karena itu hendaknya memperbanyak berdoa untuk kebaikan mereka.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَاهَبْ لَنَامِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَاقُرَّةَأَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَالِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“ mereka berdoa: “ wahai Robb kami, berikanlah kami penyejuk hati dari istri-istri dan anak-anak kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Furqon: 74).

Namun sebaliknnya, jauhilah dari mendoakan kejelekan bagi mereka (seperti: mengutuk, membodoh-bodohi, melaknat dan yang semisalnya)

Penutup

Anak adalah amanah dari Alloh, dan kita diperintahkan agar bisa menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Semoga kita mampu menjaga dan menunaikan amanat yang diberikan kepada kita.

Wallohu Ta’ala A’lam.

--
PERTANYAAN DAN JAWABAN:

■ Rahmawati S:
Bgmn jk ada orng dekat yg ikt campur m'berikn pngaruh yg kurng baik dlm kluarga? Mertua misalnya? Bgmn mnyikapinya pak?

Bunda lainnya:ُ
Ustadz, sy mau bertanya, jika ada seorang ibu yg menitipkan anaknya pda orng tuanya karna alasan harus kuliah ataupun kerja, itu bgaimana ustadz? Dan jika sudah ada rasa penyesalan karna tidak bisa menjalankn amanah tsb, apa yg mesti dilakukan?

Dian Alamanda:
Terkait menitipkan anak pada kakek/neneknya
Sesungguhnya tanggung jawab pendidikan anak ada pada ayah bundanya.
Namun jika memang ada uzur, pastikan selama dititipkan, anak mendapatkan haknya. Dan ayah bunda harus berusaha keras untuk merubah keadaan supaya kembali punya kesempatan mendidik anak2 yg dititipkan.
Dalam kondisi spt ini, utamakan kualitas saat kita punya waktu bersama anak2

■ Bunda‬:
Assalaamu'alykum ust mau tnya. Utk mendidik anak2 it kn ad kekompakan antara suami dn istri.
1. bgmn membangun it?
2. kpn qt berkomitmen hal it Sblm menikah at ssdhny?

Dian Alamanda:
Soal kekompakan mendidik anak, memang seharusnya begitu.
Dan membangunnya tdk pernah ada kata terlambat.

■ Syafridah Rizka:
Ust. Mau tanya.
Bagaimana cara ny mengajarkan anak untuk mengenal Allah?

Dian Alamanda:
Harus disesuaikan dgn usianya.
Untuk anak2 usia balita, bisa dibacakan cerita yg membangun konsep tauhid dalam alam pikiran dan hatinya.
Bunda bisa membeli buku2 islami untuk anak dari penerbit yg dipercaya.
Ayah bunda juga harus sering menunjukkan ibadah dihadapan anak2 agar terbangun di alam bawah sadarnya.
Misalnya dgn tilawah dan membiasakan sholat sunnah saat di rumah bagi ayah, dan sholat wajib/sunnah bagi bunda.
Jadi sejak dini anak2 sudah terbiasa dgn asma Allah, dan lantunan bacaan quran.
Perhatikan juga kehalalan dan kebaikan makanan yg diberikan kepada anak2.

Buku cerita yg membangun konsep tauhid itu contohny sprt apa?
Bisa diambil kisah para nabi dan rosul.
Walaupun mereka tdk sepenuhnya memahami, In syaa Allah tertanam di benaknya hingga dewasaه.

Sebagai contoh, saya mengajak anak yg laki2 sejak 4 thn untuk subuh di masjid.

Sepanjang jalan saya berkisah ttg bulan, bintang, dan para malaikat.
--
Ustadz Dian, afwan, ingin bertanya.. Laki2 sholeh yg dimaksud disini bgma tadz? Terus, kriteria laki2 yg bersungguh2 dgn kita itu seperti apa?

Dian Alamanda: Lihat 3B. Bibit Bebet Bobot.
Harus punya referensi dari org2 dekatnya. Perhatikan juga lingkungan pergaulannya. Teman2 dekatnya. Karena agama seaeorang itu tergantung agama teman2 dekatnya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.”

Laki-laki yg sungguh2 itu bisa kita liat dari :
1. Visi misi hidupnya
2. Menjaga adab sebelum halal
3. Diuji dulu
Tapi jgn lupa, tdk ada manusia yg sempurna.

Diuji kesungguhannya.
Perhatikan juga unsur 'khufu'
Bisa kita ambil pelajaran dari perceraian zaid bin haritsah dgn zainab binti jahsy.

Untuk point no 3 ini agak beresiko, tdk semua berani dan perlu menjalankan. Tergantung situasi
Jadi jika tdk perlu, jgn dilakukan. Artinya dia dilakukan saat kita masih penuh keraguan atas kesungguhannya.

Jadi caranya juga bisa berbeda2 sesuai dgn kasusnya. Misal, jika calon suami masih kuliah, minta dia untuk membuktikan kesungguhan dia dalam menuntut ilmu.
Karena dari situ terlihat kesungguhan ybs terhadap satu tujuan.

 --
 Lia Asa:
Ustad dian ..sy pernah baca buku ..
benar kah seorg ibu yg tdk pernh merawat anak nya dr srmenjak kecil, dapt di tebus kesalahan nya Atau dosa nya dg merawat kembli anak yg akn di lahir kan lg / mengambil anak asuh ..??
mohon penjelasan ..nya ??
di karna kan hrs bekerja jauh ..misal nya pak

Dian Alamanda:
Mbak lia, boleh saja melakukan kebaikan seperti itu. Namun jika bisa, kita juga harus memberikan hak anak yg dulu luput dari didikan kita.

Ada yg ingat hadits ttg 3 hal yg tdk terputus dari sesorang yg tlah wafat?

--
Dewi: Ilmu yg brmanfaat, Shadaqoh, Doa anak shaleh.

Dian Alamanda:
Ada yg inget, anak dlm redaksi bahasa arab hadits ini mnggunakan kata apa?
Dlm hadits riwayat imam muslim, kata yg digunakan adalah وَلَدٌ. Bukan اَبْنٌ.
Waladun mencakup semua anak, tidak cuma anak kandung (nasab). Termasuk anak angkat, anak yatim, anak didik yg kita asuh/didik.
Dalam hadits tersebut tdk disebut abnun (anak kandung).
Nah, disini pentingnya sedikit memahami bahasa arab, jadi kita bisa memahami lebih dalam pesan yg terkandung dlam ayat dan hadits.

Sebagai contoh, misalnya hadits yg diawal tadi, ttg agama seseorang tergantung agama temannya
Ada yg bisa jawab, dalam hadits itu, bahasa arabnya apa untuk kata teman?

Dalam bahasa arab, pertemanan ada tingkatannya:
Zamili>qorib>akhi/ukhti>khalili
Hadits diatas menggunakan kata khalili.
Jadi berhati hatilah dalam memilih teman yg paaaling akrab/kekasih.
Maka ibrahim alaihissalam diberi gelar kekasih Allah /khalilullah.

Hadits ini juga menunjukkan kita boleh berteman sekedarnya dgn orang kafir, misal teman di kantor, atau org yg buruk agamanya, namun jgn jadikan mereka teman dekat apalagi kekasih.

--
■ Bunda:
Maaf ustad mau tanya...kalau misalnya mengasuh anak:angkat,anak yatim/piatu ataupun anak tiri itu doanya apa mengalir ke kita ustad..sy jd teringat krn waladun diatas..sy pernah bertanya pd seorang ustadzah, ttg doa anak yg soleh yg sampai ke kita...dia menjawab hanya anak kandung..kalau begitu kasian dong ustad org2 yg ga dikasih keturunan...trus ngadopsi anak gitu.udh dididk dg baik agamanya tp jika ank tsb berdoa tdk sampai kpdnya...mohon penjelasannya ustad...lalu apa anak piatu sama maknany dg anak yatim ustad?krn dlm alquran dijelaskan ttg org yg celaka salah satunya menghardik anak yatim...apa berlaku sm jika dg ank piatu?krn ada selisih pendapat jg ttg hal ini ustad...

Dian Alamanda: Kata waladun diatas mencakup semua anak. Bahkan anak didik (murid).
Wallahua'lam.

--
■ Bunda:
Baik ustad..lalu buat pertanyaan yg kedudukan yatim dan piatu gmn ustad..

Dian Alamanda:
Menurut ibnu abbas, anak yatim adalah anak yg ditinggal mati ayahnya dan belum baligh.
Kata piatu setau saya tdk dikenal dlm bahasa arab.
Berarti kalau sdh baligh bukan yatim/piatu...
--
■ Bunda‬:
Oo..kl anak yg sdh meninggal ibunya..lalu diasuh oleh bibinya...krn wanita biasanya sk cerwet ustad...lalu marah itu gmn ustad..
Apa masuk kategori menghardik ank yatim?sy jg sependapat dg ustad.krn mnrt sy yatim wajib disantuni krn tulang punggung yg biasa cr nafkah keluarga sdh tdk ada,shg hdpnya terlunta2..kl piatu kan beda ustad,kebutuhanya in syaa allah masih terpenuhi...
Kembali lg pd profesi ayahnya...

Dian Alamanda:
Meskipun ia piatu, tetap wajib diperlakukan dgn baik. Sebagaimana Rasulullah sangat baik interaksinya dgn anak2.

Hari2 ini kita liat di media betapa banyak anak2 direnggut kesucian jiwa dan raganya, padahal secara fisik ayah bundanya masih ada
Nauzubillah...
Semoga Allah melindungi anak2 kita.
Jadi ayah bunda harus memperhatikan anak2nya dgn seksama. Jgn alpa mengajak mereka diskusi ttg skolahnya, kawan2nya. Buat mereka nyaman untuk terbuka dgn ayah bundanya.

Ajarkan anak2 untuk menjaga kesuciannya sjak dini. Ajarkan mereka untuk tdk membuka aurat di depan umum.
--
Bunda:
Itu ustad temen saya kan mengakui kalo dia itu punya sifat mencuri tapi dia pakai sendiri kalo bahaSA psikolognya mah klepto Ɣɑ̤̈ ustad. Mencuri itu kan haram. Nah dia ♏åu taubat. Tp kata dia selalu åϑå hasrat untuk pengen barang itu. Bukan kayak pencuri pada umumnya. Pengen lagi pengen lagi dan lagi. Dia udah nyoba buat slalu inget Allah tilawah salat rajin ustad tp ketika dia mnjadi masy biasa kembali lagi penyakit kleptonya itu.
Dia pernah suatu kali juga slat taubat tp lagi lagi dia mlakukan hal ᵞαƝᵍ [d̲̅i̲̅] larang ustad. Penyembuhannya gimana Ɣɑ̤̈ ustad? Lalu taubatnyA ᵞαƝᵍ lalu [d̲̅i̲̅] ampuni atau tidak.? Lalu usahanya dlm ibdh kpd Allah akn sia2 gak ustad.
Mohon bantuannya Ɣɑ̤̈ ustad. Terimakasih.
--
Dian Alamanda:
Memang sulit merubah kebiasaan buruk. Terus diberi semangat. Mungkin bisa sering2 diajak ikut kajian, atau kalau dia senang membaca, dikasih buku. Sembari dikokohkan aqidahnya, agar sadar bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah.

Untuk terapi mungkin bisa minta saran psikiater yg dikenal baik. Bisa juga terapi dzikir, jadi ketika ada peluang dan hasrat kleptonya muncul, biasakan berdzikir dulu yg banyak. Kemudian selama terapi usahakan sedikit mungkin pergi sendirian, ajaklah selalu teman. Dan jgn merasa nyaman dgn kebiasaan buruk itu. Harus sungguh2 berusaha meninggalkan.

In syaa Allah tdk sia2.
--
■ Dari bu Elly Risman:
Menyikapi kejadian kekerasan seksual di JIS & Sukabumi, serta kasus kekerasan seksual antar an ak, remaja, dll, yg saat ini byk terjadi di sekitar kita, maka sikap Ayah Bunda:

1. Bekali anak dg pemahaman pentingnya menjaga diri. Bahwa dirinya amat sangat berharga, tdk sembarang org dpt menyentuhnya.

2. Tekankan pd anak, agar berhati2 thd sentuhan dr org lain.
Ajari perbedaan sentuhan :
• Sentuhan baik > atas bahu & bawah lutut
• Sentuhan membingungkan > bawah bahu sampai atas lutut
• Sentuhan buruk > sentuhan pada bagian2 yg ditutupi pakaian dalam
Ajari anak bagaimana harus bersikap bila menerima sentuhan buruk dan membingungkan.� Meski sentuhan itu dr org laki2 terdekatnya (paman, kakek, tetangga, bahkan ayahnya sendiri).

3. Semaksimal mungkin hindari anak2 dr gadget (smartphone, tablet, ipad), tv, komputer, lebih baik berikan mainan utk kegiatan fisik semisal, bola, sepeda, bowling2an, dan atau buku2 cerita/pengetahuan, buku aktifitas (Ingat : buku adalah investasi berharga yg kita tanam utk anak), dan atau mainan edukatif (puzel, lego, balok, tangram, kartu2 yg mendidik, dll - sdh banyak dijual di toko buku.

4. Berikan "underwear rule". Aturan pada anak dlm berpakaian, di mana, kapan dan pada siapa boleh membuka pakaian dalam. Jangan biasakan anak kita (usia balita) hanya memakai pakaian dalam saja saat di rumah, meski sdg bersama orgtua/anggota keluarga. Mulai berikan pemahaman ttg aurat laki2 adlh dr pusar sampai lutut, dan aurat perempuan semua, kecuali telapak tangan dan muka.

5. Berikan aturan sesuai Islam, sejak usia 7 thn sdh dipisah tidurnya anak laki2 dan perempuan. Dan tidak boleh tidur dlm satu selimut. Bila masuk kamar orgtua (pd saat sebelum subuh, antara zuhur dan ashar, dan ba'da Isya) harus mengetuk pintu terlebih dahulu.

6. Orgtua tdk membiasakan diri hanya memakai handuk saja saat keluar dr kamar mandi. Aturan ini jg hrs dibiasakan pd anak2 kita.
============================================================

MASALAH PENDIDIKAN ANAK


Rekapan Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWT
Jumat, 9 Mei 2014
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda (Abu Danesh)
Notulen: Bunda  Dewi


Sungguh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan berbagai macam amanah dan tanggung jawab kepada manusia. Diantara amanah dan tanggung jawab terbesar yang Alloh Ta’ala bebankan kepada manusia, dalam hal ini orang tua (termasuk guru, pengajar ataupun pengasuh) adalah memberikan pendidikan yang benar terhadap anak. Yang demikian ini merupakan penerapan dari firman Alloh Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا


 “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka”
(QS. At-Tahrim:6).

Sahabat yang mulia Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu menafsirkan ayat diatas dengan mengatakan: “Didik dan ajarilah mereka (istri dan anak-anak) hal-hal kebaikan” (Tafsir Ath-Thobari, Al-Maktabah As-Syamilah)

Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi orang tua untuk memperhatikan masalah pendidikan anaknya dengan sebaiknya-baiknya.

Dari mana harus memulai?

Segala sesuatu adalah berproses, demikian juga dalam hal mendidik anak. Berikut beberapa tahapan dalam membina dan mendidik anak

1. Memilih istri (ibu bagi anak) yang sholihah

Hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh seseorang (calon bapak) agar anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang sholih. Karena seorang ibu adalah sekolah pertama tempat anak-anak menimba ilmu dan belajar. Seorang ibu yang sholihah tentu saja akan mengajarkan kebaikan dan amal sholih kepada anak-anaknya.

Oleh karena itu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Wanita dinikahi karena 4 hal: (yaitu) kekayaanya, kedudukanya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya engkau akan beruntung”(HR. Bukhori Muslim).

Demikian juga sebaliknya. Bagi seorang calon ibu, ia harus memilih pendamping sholih yang kelak akan menjadi ayah dari anak-anaknya. Ayah adalah pemimpin dalam keluarga yang akan mengarahkan kemana bahtera rumah tangga akan berlayar. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya : “Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas” (HR At-Tirmidzi)

2. Membiasakan anak untuk mengerjakan ibadah

Diantara yang perlu ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak adalah kesadaran untuk mengerjakan sholat wajib. Yang demikian ini disebutkan dalam firman Alloh :

وَأْمُرْأَهْلَكَ بِالصَّلَاةِوَاصْطَبِرْعَلَيْهَا

“perintahkan keluargamu untuk mengerjakan sholat dan bersabar atasnya” (QS. Thoha:132).

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “ajarkan sholat pada anak anak disaat berumur 7 tahun” (HR. At-Tirmidzi).

 Selain itu pula hendaknya orang tua memotivasi anak-anak untuk mengerjakan ibadah yang lain agar ketika mereka mencapai usia balig, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.
[8:51AM, 5/9/2014] Rusni Takaful pin7474f329: [8:34AM, 5/9/2014] Rusni Takaful pin7474f329: 3. Memberikan teladan yang baik

Teladan yang baik merupakan hal terpenting dalam keberhasilan mendidik anak. Telah diketahui bersama bahwa seorang anak itu suka meniru tingah laku orang tuanya. Bila orang tua memberikan teladan yang baik kepada anaknya niscaya anak tersebut menjadi pribadi yang baik. Begitu juga sebaliknya. Maka hendaknya orang tua memperhatikan dan tidak menyepelekan masalah ini, serta jangan pula apa yang dikerjakan bertentangan dengan apa yang dikatakan. Alloh berfirman yang artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Amat besar kemurkaan disisi Alloh ta’ala bila kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan” (QS. Ash –Shof : 2-3)

4. Menjauhkan mereka dari teman teman yang buruk

Hendaknya orang tua memberikan pengarahan kepada anak-anaknya agar memilih teman-teman yang baik agama dan budi pekertinya. Juga selayaknya orang tua memberikan pengertian dan senantiasa mengingatkan mereka akan bahaya bergaul dengan orang-orang tak sholih

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti penjual minyak wangi dan pandai besi; adapun penjual minyak, maka bisa jadi dia akan memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya; dan adapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau busuk” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Membentengi diri mereka dari hal hal yang merusak akhlak mereka

Penyebab banyaknya penyimpangan yang dilakukan anak-anak baik dari segi aqidah maupun akhlak adalah apa yang mereka saksikan baik di media cetak maupun elektronik berupa gambar-gambar atau tayangan-tayangan yang merusak agama mereka. Solusinya adalah terus memantau aktivitas sehari-hari mereka, serta memberikan bimbingan akan dampak negatif dari kemajuan teknologi. Yang demikian ini bukan berarti melarang mereka untuk menggunakan sarana informasi dan komunikasi, hanya merupakan pengarahan agar teknologi bisa termanfaatkan dengan baik.
[8:35AM, 5/9/2014] Rusni Takaful pin7474f329: 6. Mengajarkan nilai-nilai luhur dalam ajaran islam

Sudah sepantasnya bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada diri anak-anaknya, seperti pentingnya iman dan islam, kecintaan pada Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam (yang nantinya membuahkan ketaatan terhadap perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan), juga mengajarkan mereka adab-adab islam sehari-hari,( seperti adab berpakaian, makan dan minum dsb), dzikir-dzikir dan doa-doa, cara bertutur kata, bergaul dengan baik terhadap orang yang lebih tua dan sesama, cinta akan kebersihan dan perilaku baik lainya.

7. Bersikap adil

Yaitu bersikap kepada anak-anak, tidak membedakan antara satu anak dengan anak yang lainya dalam segala hal, baik dari sisi kasih sayang, perhatian, pengajaran, nafkah, hadiah dan lain sebagainya sehingga tidak terjadi kecemburuan diantara mereka.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَاتَّقُوااللَّهَ وَاعْدِلُوابَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ

“Bertaqwalah kalian kepada Alloh, dan berbuat adillah terhadap anak-anak kalian” (HR. Muslim)

8. Mendoakan kebaikan bagi mereka

Hendaknya orang tua menyadari bahwa hidayah berada di tangan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Alloh memberikan hidayah kepada siapa saja yang Ia kehendaki dengan rahmat dan karunia-Nya, sedang orang tua hanya bisa mengajarkan, mengarahkan, dan membimbing anak-anaknya. Oleh karena itu hendaknya memperbanyak berdoa untuk kebaikan mereka.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَاهَبْ لَنَامِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَاقُرَّةَأَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَالِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“ mereka berdoa: “ wahai Robb kami, berikanlah kami penyejuk hati dari istri-istri dan anak-anak kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Furqon: 74).

Namun sebaliknnya, jauhilah dari mendoakan kejelekan bagi mereka (seperti: mengutuk, membodoh-bodohi, melaknat dan yang semisalnya)

Penutup

Anak adalah amanah dari Alloh, dan kita diperintahkan agar bisa menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Semoga kita mampu menjaga dan menunaikan amanat yang diberikan kepada kita. Wallohu Ta’ala A’lam.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


Ust. Mau tanya.
Bagaimana cara ny mengajarkan anak untuk mengenal Allah?
Harus disesuaikan dgn usianya
Ust. Anak ana yg pertama usianya 2 thn dan yg k dua 1 thn. Bagaimana caranya mengenalkan allah kpd anak ana...?
Untuk anak2 usia balita, bisa dibacakan cerita yg membangun konsep tauhid dalam alam pikiran dan hatinya.
Bunda bisa membeli buku2 islami untuk anak dari penerbit yg dipercaya.
Ayah bunda juga harus sering menunjukkan ibadah dihadapan anak2 agar terbangun di alam bawah sadarnya
Misalnya dgn tilawah dan membiasakan sholat sunnah saat di rumah bagi ayah, dan sholat wajib/sunnah bagi bunda
Jadi sejak dini anak2 sudah terbiasa dgn asma Allah, dan lantunan bacaan quran
Perhatikan juga kehalalan dan kebaikan makanan yg diberikan kepada anak2
Buku cerita yg membangun konsep tauhid itu contohny sprt apa ustad?
Bisa diambil kisah para nabi dan rosul
Walaupun mereka tdk sepenuhnya memahami, in syaa Allah tertanam di benaknya hingga dewasa
Sebagai contoh, saya mengajak anak yg laki2 sejak 4 thn untuk subuh di masjid
Sepanjang jalan saya berkisah ttg bulan, bintang, dan para malaikat.

Tanya
Ustad dian .dikarenakan kerja yg jauh.sy pernah baca buku ..
benar kah seorg ibu yg tdk pernh merawat ananya dr kecil ,
dapt di tebus kesalahan nya Qtau dosa nya dg merawat kembli anak yg akn di lahir kan lg / mengambil anak asuh ..
mohon penjelasan nya?
Mbak lia, boleh saja melakukan kebaikan seperti itu. Namun jika bisa, kita juga harus memberikan hak anak yg dulu luput dari didikan kita.
Ada yg ingat hadits ttg 3 hal yg tdk terputus dari sesorang yg tlah wafat?
Amal jariah, ilmu yg bermanfaat dan doa anak yg soleh
Ada yg inget, anak dlm redaksi bahasa arab hadits ini mnggunakan kata apa?
Dlm hadits riwayat imam muslim, kata yg digunakan adalah وَلَدٌ
Bukan اَبْنٌ
Waladun mencakup semua anak, tidak cuma anak kandung (nasab)
Termasuk anak angkat, anak yatim, anak didik yg kita asuh/didik
Dalam hadits tersebut tdk disebut abnun (anak kandung)
Nah, disini pentingnya sedikit memahami bahasa arab, jadi kita bisa memahami lebih dalam pesan yg terkandung dlam ayat dan hadits
Sebagai contoh, misalnya hadits yg diawal tadi, ttg agama seseorang tergantung agama temannya
Ada yg bisa jawab, dalam hadits itu, bahasa arabnya apa untuk kata teman?
Dalam bahasa arab, pertemanan ada tingkatannya
Zamili>qorib>akhi/ukhti>khalili
Hadits diatas menggunakan kata khalili
Jadi berhati hatilah dalam memilih teman yg paaaling akrab/kekasih
Maka ibrahim alaihissalam diberi gelar kekasih Allah /khalilullah
Hadits ini juga menunjukkan kita boleh berteman sekedarnya dgn orang kafir, misal teman di kantor, atau org yg buruk agamanya, namun jgn jadikan mereka teman dekat apalagi kekasih
Kata waladun diatas mencakup semua anak. Bahkan anak didik (murid).

Tanya
Maaf ustad mau tanya...kalau misalnya mengasuh anak:angkat,anak yatim/piatu ataupun anak tiri itu doanya apa mengalir ke kita ustad..sy jd teringat krn waladun diatas..sy pernah bertanya pd seorang ustadzah,ttg doa anak yg soleh yg sampai ke kita...dia menjawab hanya anak kandung..kalau begitu kasian dong ustad org2 yg ga dikasih keturunan...trus ngadopsi anak gitu.udh dididk dg baik agamanya tp jika ank tsb berdoa tdk sampai kpdnya...mohon penjelasannya ustad...lalu apa anak piatu sama maknany dg anak yatim ustad?krn dlm alquran dijelaskan ttg org yg celaka salah satunya menghardik anak yatim...apa berlaku sm jika dg ank piatu?krn ada selisih pendapat jg ttg hal ini ustad...
Menurut ibnu abbas, anak yatim adalah anak yg ditinggal mati ayahnya dan belum baligh
Kata piatu setau saya tdk dikenal dlm bahasa arab
Oo..kl anak yg sdh meninggal ibunya..lalu diasuh oleh bibinya...krn wanita biasanya sk cerwet ustad...lalu marah itu gmn ustad..
Apa masuk kategori menghardik ank yatim?sy jg sependapat dg ustad.krn mnrt sy yatim wajib disantuni krn tulang punggung yg biasa cr nafkah keluarga sdh tdk ada,shg hdpnya terlunta2..kl piatu kan beda ustad,kebutuhanya in syaa allah masih terpenuhi...
Kembali lg pd profesi ayahnya...
Meskipun ia piatu, tetap wajib diperlakukan dgn baik. Sebagaimana Rasulullah sangat baik interaksinya dgn anak2
Hari2 ini kita liat di media betapa banyak anak2 direnggut kesucian jiwa dan raganya, padahal secara fisik ayah bundanya masih ada
Nauzubillah...
Semoga Allah melindungi anak2 kita
Jadi ayah bunda harus memperhatikan anak2nya dgn seksama
Jgn alpa mengajak mereka diskusi ttg skolahnya, kawan2nya
Buat mereka nyaman untuk terbuka dgn ayah bundanya
Ajarkan anak2 untuk menjaga kesuciannya sjak dini
Ajarkan mereka untuk tdk membuka aurat di depan umum

Dari bu Elly Risman:
Menyikapi kejadian kekerasan seksual di JIS & Sukabumi, serta kasus kekerasan seksual antar an ak, remaja, dll, yg saat ini byk terjadi di sekitar kita, maka sikap Ayah Bunda:
1. Bekali anak dg pemahaman pentingnya menjaga diri. Bahwa dirinya amatr sangat berharga, tdk sembarang org dpt menyentuhnya.
2. Tekankan pd anak, agar berhati2 thd sentuhan dr org lain.
Ajari perbedaan sentuhan :
• Sentuhan baik > atas bahu & bawah lutut
• Sentuhan membingungkan > bawah bahu sampai atas lutut
• Sentuhan buruk > sentuhan pada bagian2 yg ditutupi pakaian dalam
Ajari anak bagaimana harus bersikap bila menerima sentuhan buruk dan membingungkan.� Meski sentuhan itu dr org laki2 terdekatnya (paman, kakek, tetangga, bahkan ayahnya sendiri).
3. Semaksimal mungkin hindari anak2 dr gadget (smartphone, tablet, ipad), tv, komputer, lebih baik berikan mainan utk kegiatan fisik semisal, bola, sepeda, bowling2an, dan atau buku2 cerita/pengetahuan, bukur aktifitas (Ingat : buku adalah investasi berharga yg kita tanam utk anak), dan atau mainan edukatif (puzel, lego, balok, tangram, kartu2 yg mendidik, dll - sdh banyak dijual di toko buku.
4. Berikan "underwear rule". Aturan pada anak dlm berpakaian, di mana, kapan dan pada siapa boleh membuka pakaian dalam. Janganr biasakan anak kita (usia balita) hanya memakai pakaian dalam saja saat di rumah, meski sdg bersama orgtua/anggota keluarga. Mulai berikan pemahaman ttg aurat laki2 adlh dr pusar sampai lutut, dan aurat perempuan semua, kecuali telapak tangan dan muka.
5. Berikan aturan sesuai Islam, sejak usia 7 thn sdh dipisah tidurnya anak laki2 dan perempuan. Dan tidak boleh tidur dlm satu selimut. Bila masuk kamar orgtua (pd saat sebelum subuh, antara zuhur dan ashar, dan ba'da Isya) harus mengetuk pintu terlebih dahulu.
6. Orgtua tdk membiasakan diri hanya memakai handuk saja saat keluar dr kamar mandi. Aturan ini jg hrs dibiasakan pd anak2 kita.

Tanya
Itu ustad temen saya kan mengakui kalo dia itu punya sifat mencuri tapi dia pakai sendiri kalo bahaSA psikolognya mah klepto Ɣɑ̤̈ ustad. Mencuri itu kan haram. Nah dia ♏åu taubat. Tp kata dia selalu åϑå hasrat untuk pengen barang itu. Bukan kayak pencuri pada umumnya. Pengen lagi pengen lagi dan lagi. Dia udah nyoba buat slalu inget Allah tilawah salat rajin ustad tp ketika dia mnjadi masy biasa kembali lagi penyakit kleptonya itu.
Dia pernah suatu kali juga slat taubat tp lagi lagi dia mlakukan hal ᵞαƝᵍ [d̲̅i̲̅] larang ustad.
Penyembuhannya gimana Ɣɑ̤̈ ustad? Lalu taubatnyA ᵞαƝᵍ lalu [d̲̅i̲̅] ampuni atau tidak.?
Mohon bantuannya Ɣɑ̤̈ ustad. TerimakaSih.
Memang sulit merubah kebiasaan buruk. Terus diberi semangat. Mungkin bisa sering2 diajak ikut kajian, atau kalau dia senang membaca, dikasih buku.
Sembari dikokohkan aqidahnya, agar sadar bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah.
Untuk terapi mungkin bisa minta saran psikiater yg dikenal baik.
Bisa juga terapi dzikir, jadi ketika ada peluang dan hasrat kleptonya muncul, biasakan berdzikir dulu yg banyak
Kemudian selama terapi usahakan sedikit mungkin pergi sendirian, ajaklah selalu teman.

Lalu usahanya dlm ibdh kpd Allah akn sia2
Jawab:
In syaa Allah tdk
Terus aja usahakan perbanyak ibadah dan dzikir
Dan jgn merasa nyaman dgn kebiasaan buruk itu. Harus sungguh2 berusaha meninggalkan.
SoAlnya lingkungan dia itu Ɣɑ̤̈ ustad lingkungan ᵞαƝᵍ slalu mewah dan serba mudah. Alias org beradA smua tercukupi. Jadinya dia serba pengen liat temennya begini begitu. InsyaAllah nanti akan saya beri tahu masukan ustad ini maaf Ɣɑ̤̈ ustad. Markirest (mari kita rest) terimakasih banyak Ɣɑ̤̈ ustad.

TanyaAslm wrwb
Ustadz Dian, afwan, ingin bertanya.. Laki2 sholeh yg dimaksud disini bgma tadz? Terus, kriteria laki2 yg bersungguh2 dgn kita itu seperti apa?
Lihat 3B
Bibit Bebet Bobot
Harus punya referensi dari org2 dekatnya
Perhatikan juga lingkungan pergaulannya
Teman
“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.”
Laki-laki yg sungguh2 itu bisa kita liat dari :
1. Visi misi hidupnya
2. Menjaga adab sebelum halal
3. Diuji dulu
Tapi jgn lupa, tdk ada manusia yg sempurna.