Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Wanita

Ciri Kerja Muslimah Dakwah

Rekapan Kajian HA12 Nanda
Narasumber : Ibu Rochma Yulika
Jum'at, 20 Juni 2014

-Ciri Kerja Muslimah Dakwah-
Dalam buku "Untuk Muslimah yang Tak Pernah Lelah Berdakwah"

1. Bekerja dengan ikhlas, meniatkan segala aktivitas hanya karena Allah.
2. Bekerja dengan mawas, selalu berhati2 dalam mengambil setiap keputusan terhadap apa sj yg dihadapi
3. Bekerja dengan keras, berjuang tanpa kenal lelah untuk menegakkan kalimatullah di muka bumi ini.
4. Bekerja dengan cerdas, bekerja dengan inovasi baru dan selalu berkreativitas untuk kemajuan dakwah ini.
5. Bekerja dengan tuntas, bekerja untuk dakwah secara maksimal dan tidak setengah-setengah. Butuh totalitas dalam bekerja di jalan dakwah ini.
6. Bekerja penuh produktivitas, sebagai daiyah harus mampu mencetak generasi sehingga akan ada regenerasi untuk mengusung gerbong dakwah hingga yaumil akhir.
Selamat berjuang sahabat surgaku...
Jalan dakwah itu pilihan
karena tetap berdiri di atas jalan ini adalah sebuah perniagaan yg tak pernah merugi.


Jika Bukan Karena Dakwah Ini"
oleh: Rochma Yulika


Jika bukan karena dakwah ini, mungkin diri ini adalah seorang hamba yang mudah berputus asa dan mudah berkeluh kesah. Berbagai ujian hadir dalam langkah-langkah dalam menapaki terjalnya jalan dakwah ini.
Ketika tak kuasa untuk bertahan di jalan ini, tiba-tiba ingatan akan kisah para shahabat Rasul di medan dakwah yang tidak sekedar keletihan, bahkan mereka harus kesakitan sampai harus mati bersimbah darah pun justru menjadi pilihan.

Mereka adalah manusia-manusia pilihan, perindu syahid yang pantang menyerah. Kami pun tersadar dari lamunan bahkan masih teringat kisah Anas bin nadhr dalam perang uhud. Teriaknya:” surga.... surga.... aku mencium bau surga di kaki bukit uhud.” dengan semangat membara dia terjang lawan sampailah pada kematiannya di medan juang. Inilah sepenggal kisah perang Uhud yang berakhir dengan kekalahan kaum muslimin. Tak terasa air mata menetes, seolah kami hadir dan menyaksikan teriakan Annas. Keimanan yang kuat yang tertanam dalam hati para shahabat yang membuat mereka tak gentar meski musuh menghadang.

Kehidupan di dunia sangat sebentar jika dibanding dengan kehidupan akhirat yang tiada batas. Banyak ulama yang menggambarkan kehidupan di dunia dengan mencelupkan jari telunjuk kita ke dalam air laut dan air yang menempel pada jari kita itulah usia kehidupan kita di dunia. Dan air yang tersisa di lautan yang luas adalah ibarat kehidupan akhirat yang tanpa batas.

Lantas bekal apa yang akan kita bawa? Hanya amal yang kita lakukan yang mampu menolong kita untuk melintasi shirathal mustaqim. Dan dakwah adalah amalan yang terbaik karena di dalamnya terdapat amal jariyah yang senantiasa mengalir sampai dunia ini tutup usia. Waktu kita hanya sedikit, bila demikian masih berapa lagi waktu kita tersisa agar kita mendapatkan cinta-Nya, hidup bersama-Nya?

Bismillahi tawakaltu 'alallah la haula wa laa quwwata illa billah....

Pertanyaan :

1. Umi.. berdakwah ini maksudnya apa?
Jawab : berdakwah itu mengajak siapa pun pd kebaikan
dakwah kn dr bhs arab yg artinya mengajak.tdklah sll berdkwah itu mampu berbicara di dpn umum.tp kemampuan mengajak siapa sj pd kebaikan itu jg bagian dr dakwah.

2.  - Oo dakwah melingkupi seluruh aspek kehidupan ya umi?
Jawab : betul, semua aspek. kebenaran hrs disampekan..tetapi jk sdh tdk bisa diam itulah pilihan mba.dalam berdakwah ttp perlu dijg sikap juga.hindari pertentangan.

- Lebih  baik diam daripada harus bertentangan ya?
Jawab: iya. kita tunjukkan sikap baik kita. kalau kita lawan malah memusuhi karena makin menutup peluang kebaikan

3. ummi saya  belum  begitu  banyak Ilmu  tapi yang  saya tahu  saya ingin bagikan  ke teman saya  ..tapi  malah saya  beda  pendapat  bahkan dia  bilang yg penting niat  kita. Allah  akan  tau  bagaimana pun  ibadah  yg penting  niat kita ,  terus saya  bilang  bukankah kita punya.tuntunan ..dia  balas  "Imam mu imam ku imam  ku"
saya gak ingin debat  tapi  saya hanya ingin membenarkan  ibadahnya ..bagaimana ummi yg harus saya lakukan ?
Jawab : jika tidak mau ya kita tinggalkan

4. Selama ini saya menganggap dakwah itu dilingkup kecil aja, seperti yang umi ulas tadi , berbicara didepan umum saja?
Jawab : Tidak mbak

5. Apakah  menunggu  banyak  ilmu  baru kita  bagi ilmu  ya ummi ..???
Jawab : terlalu sempit klo cuma seperti itu. tidak harus mbak.

6. sulit kadang  ya  ummi menunjukkan  kebenaran ..??
Jawab : iya mbak  butuh perjuangan

7. Bun, bagaimana ya kalimat yg enak utk saya sampaikan ke tmn saya. Saya ingin ajak dia berhijab, tp takut tersinggung.
Jawab : ntar klo masuk surga gak semua anggota badan bisa masuk loo, yg ditutup aja yg masuk, sambil becanda. atau bilang "btw kamu kalo pake jilbab tambh cantik loo". 

8. Ummy bagaimana cara berdakwah kepada seorang pemabok?
Jawab : berdakwah yang utama jangan mudah menyalahkan orang. sesungguhnya ketika berdakwah maknawiyah seorang dai hrs dijaga. utk pemabok dg bahasa yang pas.

9.Apakah dakwah itu kwajiban bagi kita ummy?
Jawab : Dakwah itu wajib bg laki2 dan perempuan. tugas amar ma'ruf nahi mungkar kewajiban semua manusia, dulu rasulullah berdakwah kan tadak hanya di mimbar tapi dakwah fardhiyah , langsung ke person. karena tak mungkin Semua orang punya kafaah yg sama kan, ada yg punya kemampuan public speaking ada yg tdk,dan semua punya tanggung jawab yang sama.

10. Umi.. Apakah dlm berdakwah, kita harus memiliki target?
Jawab : dalam segala hal harus ada target mbak. karena dakwah itu proses tapi juga progres,bagaimana kita bisa mengajak org lain menjadi baik dan lebih baik, dalam dakwah pun butuh perencanaan

# KESEHARIAAN WANITA MUSLIMAH #
Sebagai muslimah dalam sehari2 harus mampu menjadi ibu, sahabat bagi keluarga, juga berkiprah di masyarakat melalui apa saja. Tugas seorang muslimah itu bermula dari pembentukan pribadi muslim.
setelah kita menjadi pribadi yg baik tentu bisa membangun keluarga yang baik. Terus menjadikan masyarakat dimana dia tinggal juga mmenjadi lebih baik,dst.

Pertanyaan :

1.Umi, ana sudah sering di tunjuk murobbi tuk membina halaqoh tapi perasaan ana kok belum pantes jadi murobbi karena ana belum bisa mengajak suami ikut halaqoh.
Gimana caranya umi tuk menghilangkan rasa itu? soalnya sampai sekarang belum berani megang binaan .
Jawab:
semua proses mbak, membangun rasa percaya diri itu tetap harus melibatkan Allah. keyakinan kita modal utama, ibadah itu menjadi penopangnya, usaha jalannya, tawakal utk hasil akhirnya.kadang menjadi baik, menjadi berilmu itu butuh pemaksaan.

2.Kalo kita berdakwah, mengajak kebaikan kepada orang lain tapi sering gak nyampai dan terasa susah banget untuk mengajaknya apa itu pertanda diri kita belum baik ya um?
Jawab:
kt ibnul jauziyah, "kita harus perbaiki hubungan kita dengan langit niscaya Allah akan memudahkan urusan kita dengan manusia makhluk yang ada di bumi".

3. Jadi ketika ditegur dengan orang yang tidak selevel dengan ustadz atau kyai, dia tdk ingin mendengar. Itu bagaimana ya umi?
Jawab:
Lihat apa yang dibicarakan bukan sapa.

*Bila dosa kita kecil bagai kerikil mintalah amanah sebesar batu gunung
*Bila kesalahan kt itu sepanjang aliran sungai mintalah amanah seluas samudera yg membentang
*Lelahnya pengemban amanah kelak berbuah jannah

================================================================

Kemuliaan dan kebebasan wanita dalam islam

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Kamis, 19 Juni 2014
Narasumber : Ust. Doli Djanuar Sanusi
Rekap by Pristia (HA 7), Tuwuh


Assalamualaikum ww, Alhamdulillah. semoga bunda semua selalu dalam sehat, semangat menyambut Ramadhan.
Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keaduan beragama Islam." (Ali Imran: 102)

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahlm. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (an-Nisa': 1)
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (al-Ahzab: 70-71)
Pertama tama izinkan kami mengutip beberapa  bagian  BAB Pendahuluan dari satu buku yang ditulis oleh Ustadz Prof Dr Abdul Halim Abu Syuqqah yang terjemahan dalam bahasa Indonesianya diberi judul
 KEBEBASAN WANITA,
Kondisi wanita muslimah pada masa kenabian memberikan gambaran yang jelas sekali tentang udara kebebasan yang dapat dihirup kaum wanita. Yang mendorong penulis mengerjakan proyek baru ini adalah bahaya besar yang pernah dan masih penulis rasakan, yaitu dominasi visi dan persepsi yang bertolak belakang dengan ajaran agama mengenai emansipasi wanita. Apalagi, sikap yang bertolak belakang dengan ajaran agama itu sudah sangat kental terdapat dalam jiwa beberapa kelompok umat Islam yang taat beragama dan antusias sekali menegakkan syariat Islam, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Mengatakan yang hak itu hak dalam soal wanita sama pentingnya dengan mengatakan yang hak itu adalah hak dalam aspek mana pun dari aspek-aspek syariat karena kedua-duanya sama-sama memperjuangkan agama Allah. Namun demikian, masalah wanita memiliki urgensi tersendiri karena beberapa pertimbangan berikut:
1) Bagi seorang muslim, wanita adalah ibu, saudara perempuan, istri, atau anak perempuan. Jika keempat status itu dihimpun oleh seorang wanita, maka manusia manakah yang lebih mulia daripadanya?
2) Wanita muslimah paling sering dijadikan mangsa oleh dua jenis jahiliah: jahiliah abad keempat belas hijrah, yaitu jahiliah dalam sikap yang berlebihan, keras, dan taklid buta yang dimiliki oleh kaum bapak, dan jahiliah abad kedua puluh masehi, yaitu jahiliah yang memamerkan aurat, melakukan seks bebas, dan taklid buta terhadap Barat. Kedua jenis jahiliah tersebut tidak sesuai sama sekali dengan syariat Allah.
3) Rasulullah saw. bersabda: "Wanita itu adalah saudara kandung pria." (HR Abu Daud)1 Menolong wanita muslimah berarti menolong insan muslim dengan kedua belah pihaknya, yaitu yang teraniaya dengan menyadarkan dan membersihkannya serta yang menganiaya dengan mengembalikannya ke jalan yang benar dan tidak berbuat aniaya lagi, sebagai pelaksanaan terhadap perintah Nabi saw. yang berbunyi: "Bantulah saudaramu yang menganiaya atau yang teraniaya." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, yang ini kami bantu karena dia teraniaya. Tetapi bagaimana kami membantunya kalau dia yang menganiaya?" Rasulullah saw. menjawab: "Kalian tahan tangannya." Dan menurut satu riwayat: "Kamu cegah dia dari berbuat aniaya, itulah pertolongan kepadanya."
4) Wanita adalah setengah masyarakat. Jika kaum wanita tidak berfungsi berarti separuh kehidupan manusia tidak berfungsi dengan melahirkan generasi mukmin mujahid yang cemerlang atau tidak berfungsi dari berpartisipasi dalam membangun masyarakat, baik dalam bidang sosial maupun politik. Namun, hal itu tidak menafikan tidak berfungsinya "setengah yang lain" (kaum laki-laki) sampai ke tingkat yang cukup memprihatinkan. Dengan begitu, membebaskan wanita muslimah sama artinya dengan membebaskan setengah masyarakat muslim, dan wanita tidak dapat bebas kecuali bersamaan dengan bebasnya kaum laki-laki. Selanjutnya kedua kelompok tersebut tidak akan pernah bebas kecuali dengan mengikuti petunjuk Allah.
5) Di balik semua itu, Allah telah memberikan perasaan yang halus kepada wanita sehingga mereka senang beragama asalkan saja mendapatkan pengarahan yang baik dan bijaksana. Hal ini mengingatkan penulis pada kata-kata dua orang ulama masa kini yang karyanya pernah penulis baca. Ulama pertama4 berkata: "Mereka (wanita) paling siap mempelajari agama, memiliki akhlak yang baik dan berbuat kebajikan. Mereka paling siap mendengar dan mengikuti asalkan saja mereka menemukan pembimbing, laki-laki maupun wanita, yang bijaksana dan saleh serta dapat menunjukkan kebenaran dan dengan kebenaran itu dia melakukan perubahanperubahan terhadap wanita." Sementara ulama kedua5 berkata: "Ketika saya bergelut dengan tugas memberikan fatwa melalui radio dan televisi selama bertahun-tahun, saya mendapatkan sejumlah catatan penting. Sekian ribu surat yang saya terima itu berasal dari berbagai negara dan dari berbagai kelompok manusia, yang masih remaja dan sudah tua atau dari kalangan laki-laki dan wanita. Surat-surat tersebut bersifat pribadi dan umum. Di antara catatan-catatan penting tersebut, yang pertama, adalah agama dalam masyarakat kita masih berada di garis terdepan dalam soal memberikan pengarahan dan pengaruh. Kedua, bahwa wanita secara umum lebih peduli terhadap agama dibandingkan dengan laki-laki. Tampaknya, apa yang dikaruniakan Allah kepada wanita berupa perasaan yang halus, sifat santun, dan rasa kasih sayang telah membuatnya lebih dekat kepada fitrah/naluri keagamaan dibandingkan dengan kaum laki-laki. Karena itu, tidak heran jika kepedulian wanita terhadap agama lebih besar dan rasa takutnya akan 'hisab' yang jelek lebih kuat. Masih banyak kita lihat wanita yang sebelumnya suka buka-bukaan, kemudian sadar atas kemauan sendiri dan kembali menutup aurat serta mengikuti etika Islam, meskipun berbagai upaya dan cara dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak mereka, baik di dalam maupun di luar negeri. Juga tidak aneh jika kita melihat banyak gadis remaja dan kaum ibu yang memakai pakaian gaya Barat modern (yang bertentangan dengan tuntunan agama), tetapi mereka tetap rajin melakukan shalat, puasa, haji, umrah, dan rukun-rukun Islam lainnya. Artinya adalah bahwa benih-benih agama yang ada di dalam dada mereka belumlah mati. Rasa keterpautan dan perhatian pada agama, meskipun sedikit, masih hidup sehingga membuatnya tetap konsisten, tumbuh dan berkembang, kemudian berbuah dan menghasilkan dalam waktu dekat dengan izin Tuhannya. Dengan demikian, dia dapat bebas dari bayang-bayang kehancuran yang senantiasa menghantui hidupnya."
 Pada kesempatan ini mari kita perhatikan dan fokus poin ke 2 dan ke 5,
Pada poin ke 2 dijelaskan bahwa saat wanita wanita muslimah berhadapan dengan tarikan ekstrim dua arah :
a) Ekstrim Jahiliyah Abad 14, itu adalah penamaan oleh ust Abu Syuqqah, namun secara substansi adalah dimana hampir tidak ada kebebasan, hak bagi kaum wanita, seakan akan Islam mengekang kaum wanita:
- Wanita dilarang keluar rumah sama sekali
- Wanita tidak menuntut ilmu baik agama maupun ilmu pengetahuan kemsyarakatan
- Wanita Tidak boleh bertemu sama sekali dengan kaum pria
- Melarang wanita dari masjid masjid tempat didirikan shalat kaum mukminin
- Wanita tidak boleh bersolek sama sekali
- Dll
Yang berbahaya adalah kadang kadang mereka melakukan ini dengan menggunakan dalil dalil agama
b) Ekstrim Jahiliyah Abad 21, sekali lagi adalah penamaan dari ust Abu Syuqqah, substansinya adalah mereka menggunakan segala cara ingin betul betul wanita bebas sebebas bebasnya dari aturan syariat Islam, baik berpakaian, bergaul, berpikir dst, lepas dari aturan yang dibuat Allah SWT
Kedua hal tersebut tentu tidaklah sesuai dengan apa yang telah diatur oleh Islam, kedua praktek tersebut bila dilaksanakan akan timbul kerusakan kerusakan baik bersifat pribadi atau dalam jangka panjang bahkan dapat merusak tatanan sosial kemasyarakatan secara menyeluruh.
Pada poin ke 5, kita lihat bahwa wanita muslimah sepanjang zaman memiliki kecenderungan yang lebih untuk kebaikan, ini adalah hal patut ibu2 syukuri dan menjadikan motivasi untuk terus aktif bersegera dalam kebaikan, menjadi pelopor dalam kebaikan…. Berikut kita sampaikan beberapa riwayat bagaimana wanita menjadi pelopor dalam kebaikan
Sebagai contoh adalah Aisyah r.a.. Dia senang dan mendambakan sekali agar dirinya boleh ikut berjihad, sehingga dia berkata: "Wahai Rasulullah, kami melihat jihad itu adalah amalan yang paling afdal, apakah kami boleh ikut berjihad?" (HR Bukhari) 
Selain itu ada Ummu Haram yang ingin mati syahid bersama pasukan marinir. Dia berkata: "Wahai Rasulullah, tolonglah doakan semoga Allah menjadikanku bersama mereka." Lalu Rasulullah saw. mendoakannya." (HR Bukhari)
Lihat pula seorang wanita yang bekerja dengan tangannya sendiri, kemudian bersedekah dengan hasil usahanya itu. "Adalah Zainab binti Jahasy orang yang paling takwa kepada Allah, paling suka menyambung silaturrahim, paling banyak bersedekah, dan paling suka mengorbankan dirinya untuk melakukan pekerjaan yang dengan pekerjaan itu dia dapat bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT." (HR Muslim) 
Ada pula sejumlah wanita yang meminta dan mengharapkan diberi kesempatan yang lebih luas lagi untuk menimba ilmu pengetahuan dari Nabi saw. Sejumlah wanita berkata kepada Nabi saw.: "Kami dikalahkan oleh kaum laki-laki dalam merebut kesempatanmu. Karena itu tolonglah engkau sediakan harimu untuk kami." (HR Bukhari dan Muslim) 
Ada lagi sejumlah wanita yang bersedekah dan berkorban lebih banyak daripada kaum laki-laki. Rasulullah saw. bersabda:
"Bersedekahlah, bersedekahlah kalian (kaum laki-laki), sebab yang sudah banyak bersedekah adalah dari kalangan wanita." (HR Muslim)
Sebelum masuk Islam, wanita Quraisy adalah orang yang sangat lembut hatinya dan sangat senang mendengarkan Kalamullah. "Dari Aisyah r.a. dikatakan bahwa Abu Bakar membangun sebuah masjid di pekarangan rumahnya. Dia melaksanakan shalat dan membaca Al-Qur'an di masjid tersebut. Lalu datang berduyun-duyun ke tempat itu wanita-wanita Quraisy bersama anak-anak mereka karena mereka kagum dengan apa yang dibaca Abu Bakar dan mereka memperhatikan Abu Bakar. Kejadian itu membuat para pemuka Quraisy takut dan berkata: "Kami khawatir ia memperdaya istri dan anak-anak kami." (HR Bukhari) 
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Kejadian itu membuat para pemuka Quraisy takut. Artinya mereka mengkhawatirkan wanita karena mereka mengetahui kelembutan hati para istri dan pemuda-pemuda mereka akan cenderung pada agama Islam. "
[12:42 19/06/2014] U Doli HA: Ke depan Insya Allah diberi kesehatan dan usia, kami ingin sekali pada ibu sekalian yang dirahmati Allah SWT, mencoba untuk menyampaikan bagaimana kehidupan di zaman terbaik yaitu dimana Rasulullah SAW dan atau para sahabat ra utama masih hidup, bagaimana Islam memuliakan kaum wanita, bagaimana kehidupan wanita yang demikian bebas, merdeka, toleransi yang tinggi tidak dibatasi kecuali dengan apa apa yang memang diatur oleh syariat

Wallahu alam bishawab,
Wassalamualaikumww

��Tanya Jawab��
T:  Ust.sy ibu 2 anak. Suami sy mbolehkn sy braktivts dluar rmh. Nmun trkadang sy merasa kasihan dg ank, tetapi sy jg ingin brpnghasiln agar bs mberi pd ortu tanpa hrs minta pd suami. Mhn pencerahn pd kasus sy
T : Ust, misal seorang ibu dgn berbagai pertimbangan tinggal di rumah (tdk bekerja) akankah rejekinya akan tetap sama seperti jika dia bekerja? 
Krn rizki itu sudah diatur oleh Allah? 
Mohon penjelasannya

J:  bu isnu, wanita dalam islam boleh bekerja, namun tentu saja ada pedoman pedomannya...
J: Pertanyaan apakah wanita boleh bekerja atau berkarir di luar rumah?
Sebenarnya ke depan kita akan bahas dan jawab juga dalam materi materi ke depan... kami akan coba jawab global disertai hadits bagaimana wanita  bekerja di zaman terbaik
1. Fardhu kifayah adalah kadar kecukupan dalam suatu masyarakat islam, yg bila kecukupan itu tak terpenuhi maka menjadi kewajiban kita utk memenuhinya
kami akan coba ambil contoh yg lekat dengan kehidupan sehari hari wanita, aurat wanita selain wajah dan tangan tak boleh dilihat oleh laki laki asing dan perempuan non muslim.....
maka kecukupan dokter, bidan, perawat, pengusaha salon muslimah harus terpenuhi :-D
tidak trpenuhinya kecukupan tenaga tenaga tersebut akan membuat aurat aurat muslimah terbuka....

2. kami akan tampilkan satu hadits shahih yg menjelaskan bahwa pada zaman sahabat ra, ada wanita muslimah yg berprofesi sebgai pertanian
Jabir bin Abdullah berkata," bibiku bercerai dan dia bermaksud hendak mengambil buah korma pada masa iddahnya, seorang laki laki menghardiknya agar jangan keluar rumah, lalu bibiku menemui Rasulullah SAW, Nabi SAW bersabda, " tidak mengapa, potonglah buah kurmamu, barangkali dengan begitu kamu bisa bersedekah atau melakukan suatu kebajikan.." (HR Muslim)
demikian jawaban umum tentang wanita bekerja, mdh2an pada saatnya nanti bisa lebih jelas dan rinci....wallahu'alam
T: pertanyaan tentang pengasuhan anak anak...
nah ini pertanyaan tidak mudah, sabar ya bu...
Bu Meri, pertama dan utama, bagi seorang muslimah khususnya baik yg bekerja diluar rumah, ataupun bekerja di rumah ataupun sepenuhnya dari suami.. adalah selalu menjaga agar tidak menyelisihi sunnah, syariat...
ini dulunyang menjadi pegangan kita....
sehingga kita sama sama bisa berharap keberkahan dalam hidup kita...dan merasa tentram, penuh harap akan pahala Allah.... tidak bersedih
T :Pak ustadz, maaf pertanyaan saya keluar dri topik. Sebenarnya kerja di bank itu gimana sih ustadz? Dan gaji yg qt terima itu halal atw ngga ya?
J : nah, terkait rizki berupa harta.... tentu jika kita berusaha dengan ilmu dan ketekunan, kita boleh berharap dengan idzin Allah kita akan mendapat lebih...
untuk ini tentu hiyungan hitungan bisnis, ekonomi harus kita terapkan.. misal bagi yg bekerja, apakah setelah dikurangi transport, makan siang, baju kerja dll masih ada lebihnya?  Atau kalau kita berdagang, modal, marketing, bayar pegawai bisa tertutupi dan ada lebihnya?  dst...
adapun kalau hitungan sudah baik dan benar, kita sudah jujur...usaha sudah optimal...profesional... barulah kita bertawakal semoga ada hasilnya... buat tambahan infaq, wakaf dlsb... ini berlaku bagi laki laki maupun perempuan...
T: Asskum ustadz saya tinggal di lingkungan nahdiyin yg di sana selalu mengadakan selamtan spt tahlilan istghosah jg manakipan yg intix dhikir jg mendoakan ulama2 kaum muslimin yg telah wafat ,sedangkan kemarin di jelaskan bahwa itu bid'ah. Terus bagaimana sikap saya ustadz?
T: Ustadz mau nanya,kalau pas nikah ada yg ngucapin doa untuk pengantin baru “Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair”,nah itu jawab doanya gmn ?
T: ada pertanyaan di atas, kalau isteri bekerja kasihan pada anak anak
J: ya ini memang betul, kami rasa kalau sworang ibu bekerja di rumah tidak masalah ya, terutama kalau anak anak sudah swkolah, dan sekolah yg full dr pagi sampai sore..
T: utk yg bekerja diluar rumah, harus dipastikan anak anak kita dalam pengasuhan yg baik
T: pertanyaan berikut,  menitipkan anak ke pengasuh....
J: 1. Menitipkan anak sejak dia belum baligh sudah dikenal sejak zaman ulama salaf, terus sampai sekarang. misalnya imam syafii sejak usia sangat muda sudah belajar di tempat yg jauh
2. Sekarangpun, kita lihat banyak dibuka pesantren2 modern, boarding school terutama bagi anak anak mulai usia setelah sd, sekitar 11 sd 12 th
secara umum, ini memiliki arti bahwa menitipkan anak adalah bagian dari pilihan yg boleh diambil....
justru pertanyaan substansinya menurut kami adalah, kepada siapa anak kita akan kita titipkan, sementara kita tetap memiliki tanggungjawab atas adab, akhlak, akidah, kasih sayang...terhadap anak

kami tak membayangkan anak anak kita titipkan 100% pada orang yg tidak menutup aurat misalanya, atau tidak disiplin mengerjakan shalat yg 5 waktu, kasar, main cubit dst...
poin poin inilah yg harus menjadi pertimbangan sebelum menyerahkan anak untuk diasuh..
wallahualam
1. ada pertanyaan apakah tahajud dan dhuha boleh dengan niat agar doa dikabul
2. Yang masyhur dan disepakati adalah, boleh seseorang berdoa mohon dikabulkan dengan wasilah amal ibadah.
misalnya kita rutin tahajud atau dhuha, kemudian kita berdoa, misalnya ya Allah kami rajin tahajud, dan dhuha, kalaulah amalan kami ikhlas karena engkau maka kami ingin dikabulkan doa ini dan itu 
ini diswpakati kebolehannya

T: ada pertanyaan dari bunda barbara,
1. boleh biayain suami umroh dan atau haji, 
2. sentuhan suami isteri apakah batal wudhu
3. nikah siri apa harus diulang?

J: 
1. boleh
2. pendapat terkuat tidak batal
3. Kalau nikah siri yg dimaksud adalah sah secara syariat, ada wali, ada saksi, ada pengantin.. ijab kabul, mas kawin.. lengkap... berarti nikahnya sah.., siri disini, maksudnya adalahntdk tercatat

T: Pak klo nikah sirih,trus pisah,pakah jika ingin kembali,sang istri hars menikah dulu dngn orang lain
J: gak usah diulang ulang namun kalau siri yg dimaksud, nikah berdua tanpa wali, dst. maka nikah tdk sah, tidak dihitung pernikahan.... menurut jumhur ulama demikian...
T: nah kalau mau ngumpul saudara saudara boleh saja, cari aja pas malem minggu misalnya, undang tetangga? boleh saja... bersedekah atas nama si mayit, boleh... kemudian mengundang orang soleh (beneran soleh, imam masjid misalnya) utk mendoaka almarhum dan keluarga....  hindarkan jamuan yg makruh dan haram, rokok dll....  umukan kalaulah almarhum punya hutang, minta maaf dll..... tidak usah dikaitkan dengan tatacara, waktuntertentu..
J: nah kalau mengandung satu, atau dua atau ketiganya.. maka ini masuk ke dalam ibadah mahdhoh, artinya harus ada contoh dari nabi... tidak bisa dalil umum...
wallahualam

J: nah ini ada pertanyaan tentang tahlilan, istighosah. ..
J: nah tahlilan kalau dikatakan harus dilaksanakan pada malam ke 7, 40 nah ini harus ada contoh dari nabi saw... kalau tidak ada contoh, kuatir kita masuk ke dalam perkara mengada adakan ibadah baru yaitu hari ke 7 setlah kematian kit harus begini dan begitu..
lebih bagus kalau dilakukan di masjid kompleks...
kalau tempat, misalnya umroh, ya harsu di makkah, karena nabi saw menconyohkan umroh itu di makkah.. kalau ada yg umroh ke pakistan misalnya ya itu gak benar...
1. Kalau ditentukan harus hari ke sekian dan ke sekian, nah ini masuk ke dalam perkara ibadah mahdhoh.... karena ibadah mahdhoh tu ada 3 hal yg mengikat yaitu : 1. waktu pelaksanaan
2. tempat pelaksanaan
3. kaifiyah atau tatacara..

bagus kalau di isi kajian apa apa yg bisa bermanfaat bagi almarhum sesuai sunnah... jadi pihak keluarga besar bisa belajar...
Kalau kami lebih cenderung utk membedah substansinya, misalnya tahlilan.. apa isi acaranya?
misal... kalau melahirkan, sunnahnya aqiqah hari 7
jadi tdk merepotkan tuan rumah
kaifiyah, atau tatacara... misal shalat subuh, ya 2 rakaat, gak bisa 3 rakaat.. terikat harus, engikuti sunnah

J: ya, sambil menjelaskan pelan pelan kepada satu persatu keluarga, sedikit demi sedikit hadir dengan niat menjaga silaturahim, dan ingin merubah pemahaman walau dengan cara gerilya....
nampaknya tak ada pertanyaan lagi ya... semoga bermanfaat... wallahu'alam..

===============================================================

Motivator menjadi Bidadari Surga


Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Rabu, 4 Juni 2014
Nara Sumber : Bunda RR Widya AS (motivator)
Notulen : Bunda Dewi dan Tuwuh


ukhty disini ada yg sering merasa sendirian kah? jauh dari kehidupan yg serba modern skrg ini? dan mnjd merasa asing di tengah keramaian?
tanpa kita sadar itulah rahmat dari Allah swt, bagaimana tidak?
bagaimana kalau Allah jadikan kita tenang dengan kumpul dgn sekawanan yg dibicarakan hanyalah melulu ttg dunia, jabatan, kekayaan, dan anak2 yg sll d banggakan kepintarannya 
lbh baik merasa tak nyaman dgn susana yg demikian, krn dgn kita mrasa tak nyaman kita jd lbh sering mengukur diri, dengan merasa tak nyaman dgn ini kita akn mulai sibuk untuk berbuat yg terbaik untuk hidup ini...
dan kdg2 kita wanita lebih merasa butuh untuk terlihat cantik dan seksi , tanpa merasa perlu untuk mempercantik kalbu...
pdahal jelas sekali

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

lalu kita akan kemana jika terpasung hanya duniawi? melihat yg cantik ingin, yg seksi ingin, make up mahal, tas branded, parfume, dan lain lain sebagainya..... akhirnya merubah bentuk yg sdh d berikan oleh Allah... akhirnya bergerilya mncr uang untuk brg2 yg mahal dan yg d inginkan dgn cara tdk halal? na'udzubillah...
semangatlah untuk mengingat akan hari akhir...
yaitu dimana kita akan dikumpulkan dihadapan ALLAH dari zaman nabi adam, zaman sriwijaya, zaman kaum anshar , zaman muhammad saw, sampai zaman kita skrg dan setelahnya...
dan ingatlah akan janji Allah yg tak akan pernah  DIA INGKARI...

Ibnu Al-Qayyim menawan hati para pendengar dengan ucapannya ketika dia menggambarkan bidadari di dalam syurga sebagai berikut, "Jika engkau bertanya tentang para bidadari, maka ketahuilah bahawa mereka adalah gadis-gadis remaja yang sebaya. Di dalam diri mereka mengalir ghairah dara muda. Pipi mereka seindah mawar dan buah epal. Tubuh mereka padat bagaikan buah delima. Tutur kata yang keluar dari mulut mereka bagaikan batu-batu permata yang teruntai. Kelembutan dan gemalainya sangat mempersonakan. Kalau tersenyum, giginya bersinar bagai sinar petir. Ketika bertemu kekasihnya, maka keduanya bagai matahari dan bulan.
Jika berbicara dengan kekasihnya,

maka bagaimanakah bayanganmu ketika dua kekasih saling berbicara. Ketika memeluk kekasihnya, maka dapat kamu bayangkan ketika dua dahan sedang berpelukan. Keindahan badannya dapat dilihat dari pipinya, seperti keindahan cermin dapat dilihat kemilaunya. Betisnya sangat mempersonakan, dagingnya dapat terluhat kerana tidak terhalangi oleh kulit, tulang


Andaikata bidadari menampilkan diri di dunia, maka bau harumnya akan semerbak antara langit dan bumi dan bumi dan mulut setiap orang akan mengucapkan kalimat tahlil, takbir dan tasbih kerana terpegun oleh keindahannya. Keindahannya akan meperindahkan timur dan barat, keindahannya akan menjadikan mata orang menutup dari yang lain. Sinar wajahnya akan meredupkan cahaya matahari, seperti sinar matahari meredupkan cahaya bulan. Tudung yang menutupi kepalanya lebih bagus dari dunia dan seisinya. Keinginannya untuk menemui kekasihnya merupakan idola utama.

Dengan bertambahnya masa, tingginya tidak bertambah kecuali makin memperindah dan mempercantik. Makin bertambahnya masa, maka rasa kecintaan dan kecenderunganya kepada kekasihnya makin bertambah. Dia terbebas dari mengandung, beranak, haid dan nifas. Dia suci dari hingus, ludah. kencing, berak dan seluruh kekotoran. Keremajaannya tidak pernah berkurang. Pakaiannya tidak pernah lusuh. Kecantikannya tidak pernah pudar. Keharuman baunya tidak pernah sima. Pandangan matanya hanya ditujukan bagi kekasihnya, bukan untuk yang lain, demikian pula kekasihnya.
Jika dipandang, maka dia menyenangkan hati yang memandangnya. Jika disuruh maka dia menaatinya. Jika ditinggal pergi maka dia menjaga kepercayaan kekasihnya dan kesucian dirinya. Dia belum pernah disentuh oleh manusia atau jin pada waktu sebelumnya. Setiap kali kekasihnya memandangnya, maka hatinya bergembira. Setiap kali berbicara dengannya, maka telinganya merasa sejuk oleh keindahan tutur katanya.
Jika dia tampil, maka cahayanya akan memenuhi istana dan kamarnya. Jika engkau bertanya tentang usianya, maka usianya sama dengan gadis remaja yang sebaya. Jika engkau bertanya tentang kecantikannya, maka kecantikannya sama dengan matahari dan bulan. Jika engkau bertanya tentang matanya, maka warna hitam dan putih bola matanya sangat mempesona.
Jika engkau bertanya tentang lekuk tubuhnya, maka engkau lihat bagai keindahan dalam pepohonan. Jika engkau tanya tentang kemontokan tubuhnya, maka bagai gadis remaja dan kelembutan kulitnya bagai buah delima. Jika engkau bertanya tentang warna kulitnya, maka dia bagai batu permata yaqut dan marjan. Jika engkau tanya tentang senyumannya maka dapat engkau bayangkan betapa mempesonanya ketika seorang bidadari tersenyum pada kekasihnya di dalam syurga.
Jika dia berpindah dari satu kamar ke kamar yang lain, dia bagaikan matahari yang berpindah-pindah. Jika dia berkenca dengan kekasihnya, maka dapat kamu bayangkan betapa mesranya hubungan keduanya. Jika dia berpelukan dengan kekasihnya, maka dapat kamu bayangkan betapa nikmatnya antara keduanya.
Pembicaraannya mempersonakan dan lugu bagai seorang yang tidak pernah membuat salah, Meskipun telah sangat lama duduk dengannya, tetapi masih dirasa kurang oleh teman duduknya. Jika dia bersenandung, maka betapa merdu suaranya.
Jika dia sedang berkencan dengan kekasihnya, maka betapa senangnya kesempatan itu, Jika engkau menciumnya, maka engkau rasa tidak ada yang lebih menyenangkan dari ciuman itu, Jika dia memberimu sesuatu, maka tidak ada yang lebih lazat dan lebih menyenangkan daripada pemberiannya.
(Ibnu Al-Qayyim, Hadiy Al-Arwah, dipetik daripada buku Qiyamullail-Rintihan Seorang Hamba Meraih Cinta Agung di sisi Rabb-Nya, karya Abdul Aziz Ismail)

=======================================================================

WONDER WOMAN

Kajian Online WA Hamba Allah SWT

Sabtu, 4 Juni 2014
Nara Sumber : Ustazah Endria Sari Hastuti


السلام عليكم ورحمة الله و بركاته.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و الشكر لله  و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.


Dengan meyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.

Segala puji serta syukur milik Allah subhanahu wata'alla. Shalawat serta salam untuk baginda besar Muhammad shallahu alaihi wassalam untuk para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Bersyukur kita masih diberi nikmat iman dan islam pagi ini...

Apalagi berada dalam suatu majelis ilmu adalah merupakan anugrah yang sangat besar dari Allah Subhanahu Wa Ta'alaa .. Mengapa ??
Karena setiap kita berada dalam majelis ilmu dengan niat menuntut ilmu karena Allah ta'alaa semata... Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita dan menerima doa-dosa kita... InsyaAllah

Beberapa hari yang lalu semoga ada yang masih ingat ya .. Kita membahas tentang "Waktu"..
Betapa pentingnya kita sebagai seorang Muslimah punya kepintaran dalam hal membagi waktu!
Karena kita ini semua berpotensi menjadi Wonder Women ! Percaya gak ?
Bayangkan !!!
Sebagai wanita baaanyak sekali amanah yang harus diemban. Antara lain ...
Sebagai seorang Istri
Sebagai seorang Ibu
Sebagai seorang bagian dari anggota keluarga besar
Sebagai seorang bagian dari masyarakat / ummat
Dan yang paling pokok adalah kita harus menyadari bahwa kita sebagai wanita memiliki amanah sebagai Seorang Hamba Allah ta'alaa..

Diatas saya sebut Muslimah "berpotensi" menjadi Wonder Woman , itu berarti kalo dia bisa memenuhi / melaksanakan semua amanah yang diembannya itu ...
Kalau tidaaaak, bagaimana ?
Yaaaa berarti dia gagal meraih predikat sebagai wonder woman ...
Perlu dipahami bahwa menjadi wonder woman itu atau wanita berkwalitas itu tidak perlu dikejar untuk menjadi suatu kebanggaan .. Karena itu memang posisi yang seharusnya kita duduki.. Justru jika kita tidak dapat mencapainya maka kita tidak menjadi manusia yang berarti buat diri sendiri dan juga bagi orang lain ...
Tentu setiap diri seorang Muslimah ingin menjadi sebaik-baiknya manusia / muslimah .. 
Siapa mereka itu? Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. 
Naaaah disinilah letak kemuliaan seorang Muslimah, tidak hanya dia menjadi seorang wonder woman tetapi akan terukir sebagai sebaik-baik manusia... Siapa mereka itu, ya itu tadi yang pada mem-manage waktunya sehingga semua amanah yang ada pada dirinya bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya kajian hari ini saya ingin mengajak ibunda untuk merenungkan 1 per 1 apa makna amanah untuk seorang Muslimah itu?

Pertama :
Muslimah mengemban amanah sebagai seorang Istri...
Sudahkah kita memenuhi kewajiban kita? Jika waktu dan kesempatan terbuka lebar?

Tugas dan kewajiban kita sebagai seorang istri...?

1 . Taat kepada suami, apa pun itu perintahnya, selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah ta'alaa.
2. Menyenangkan bila dipandang, ini bahasa sopannya ya .. Kalo dijabarkan pemahamannya ya harus lengkap, antara lain pandai melayani suami. Memberi kebahagian kepadanya baik lahir maupun batin.
3. Adalan menjaga harta dan kehormatan suami ketika sang suami sedang tidak berada di rumah.

Kedua :
Muslimah mengemban amanah sebagai seorang Ibu dari anak-anaknya.
Ini bukan perkerjaan ringan lhooo ...
Kelihatannya aja kita mengatur anak-anak yaaa .. Tapi kalo tidak tahu ilmunya yang mungkin anak-anak kita menjadi anakanak yang tidak memiliki keistimewaan.
Sedangkan indikasi seorang ibunda yang berkwalitas adalah ibunda yang bisa mencetak anak-anak yang sehat jasmani dan cerdas emosional serta cerdas spiritualnya.

Ketiga :
Muslimah mengemban amanah sebagai seorang bagian dari keluarga besar, masyarakat dan umat.
Tentu kita bisa memahami bahwa sebagai bagian dari masyarakat kita harus bersosialisasi , artinya harus mengambil peran yang strategis didalamnya.
Memang bisa saja kita ini tidak mau perduli dan tidak  mau sosialisasi tooh kita dengan keluarga baik-baik dan tidak kurang satu apa pun...
Tapi bukanlah seperti yang demikian yang dimaksud sebagai Muslimah yang berkwalitas. Peran di masyarakat adalah suatu peran yang harus diambil dan dimaksimalkan untuk memenuhi jalan menuju surah Rasulullah saw yakni sebagai sebaik- baik manusia yakni memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang sesamanya.

Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan...

PERTANYAAN DAN JAWABAN:

■ Apakah menjadi seorang muslimah harus menjadi wonder woman? Maksudnya bekerja di luar rumah, bukankah sebaik-baiknya itu di dalam rumah kecuali atas izin suami?

Jawab:
Wonder women sebagaimana yang saya jelaskan di atas bukan berarti serorang wanita muslimah harus bekerja di luar. Itu justru konsep yang kurang islami. Harus dipahami bahwa kewajiban mencari nafkah adalah di tangan suami bukan pada isteri.
Jika seorang wanita Muslimah keluar rumah harus jelas tujuannya. Pastikan sudah mendapat izin dari suami. Ok.
Setelah itu kita pastikan keluar rumahnya harus ada tujuan yang jelas terkait dengan amanah yang ada pada dirinya. Seperti membeli keperluan keluarga dan berdakwah...

Sedangkan jika seorang wanita muslimah bekerja di luar rumah itu bagaimana?

Para ulama berbeda pendapat, ada yang menyatakan boleh dan ada pula yang menyatakan tidak boleh.
Dalam fiqih kontemporer seorang wanita diperbolehkan bekerja di luar rumah dengan persyaratan yang sangat ketat. Diantaranya harus seizin suami, merupakan keputusan yang memang urgent dalam menyokong kehidupan keluarga, bisa menjamin hak-hak suami seperti kehormatan dan hartanya aman terjaga dan lain sebagainya.

Mengapa demikian ketat?

Ya karena jika kita kembali kepada ajaran Rassululloh saw bahwa sesungguhya jihad seorang wanita muslimah adalah pengabdian terhadap keluarganya di Rumah. Bukan di Luar Rumah..
Jadi kembali lagi pemahaman Wonder Woman yang saya maksudkan adalah wanita yang bisa dengan sempurna berperan sebagaimana saya jelaskan terdahulu, semua amanah tersebut bisa sukses terlaksana. Dan di dalam rumah itu lebih utama bagi seorang muslimah untuk menjadi sukses.

Waallahu a'laam bishowwab

■ Saya dilarang bekerja diluar rumah oleh suami tetapi diizinkan sekolah sampai puas nanti ilmunya untuk anak-anak. Cenderung untuk mempersiapkan sang isteri kelak jika terjadi apa-apa terhadap suami sehingga isteri bisa mandiri secara finansial. Bagaimana pendapat ummu?

Jawab:
Saya rasa sudah termasuk di dalam jawaban di atas ya. Bahwa menurut fiqh keyakinan bisa saja seorang wanita bekerja dan mandiri secara finansial ... Akan tetapi saya tetap berpendapat bahwa bagaimanapun apa yang menjadi sabda Rasulullah saw harus tetap menjadi pegangan yang utama.

Mengenai seorang wanita berkarya jelas sudah ada contohnya ... Kita lihat sejarah ibunda Syahidah ummu Khodijah .. Beliau wanita Muslimah yang bisa menjadi inspirasi kita semua .. Berkarya, menjadi seorang bunda dari anak-anak Rasulullah saw. Dan hartanya penuh dengan keberkahan karena menyokong perjuangan Agama.

■ Ummu jika istri yang malah menjadi tulang punggung keluarga karena suami tidak bekerja itu gimana ummu, kalau dibilang ke suami takut dia tersinggung. Kalau tidak dibilang takut juga malah keterusan.

Jawab:
Pertama harus dijelaskan kepada suami bahwa tugas mencari nafkah adalah ada ditangan dia. Bukan tugas wanita mencari nafkah keluarga. Tugas dan amanah istri sudah cukup berat. Jadi kalau suami mengambil posisi aman dan nyaman itu akan membahayakan dirinya sendiri kelak dipersidangan akhirat.
Beri pencerahan kepada suami, ingatkan tentang hal ini... Dan bersama berdoa agar Allah SWT membukakan pintu kemudahan agar suami mendapat pekerjaan yang layak. InsyaAllah.

■ Bagaimana dengan wanita yang berjuang di politik seperti anggota DPR karena memang punya kafa'ah dan memang dibutuhkan umat?

Jawab:
Saya rasa insyaAllah tidak masalah .. Karena tentu jika niat dan tujuannya lurus dan benar ya. Yakni ingin bisa memberi manfaat seluas-luasnya atas kemampuan yang dia miliki. Akan tetapi sajauh ini para anggota dewan khususnya mereka ibunda yang faham Agama, sudah pasti menyiapakan alternatif dan trik-trik bagaimana agar kewajibannya sebagai ibu rumah tangga tidak terbengkelai... 

■ Dari sekian pengajian, mengapa selalu ditekankan isteri yang sholehah? Bagaimana dengan suami yang sholeh? Saya jarang mendengar di pengajian Bapak-Bapak tentang kewajiban suami yg shaleh..
Kita berharap Bapak-Bapak juga mengerti peran dan kewajibannya sebagai suami karena kebanyakan cuma mencari nafkah, kurang membantu istri di rumah..anak-anak diserahkan kepada istri..

Jawab:
Alhamdulillah saat ini saya sedang merintis program IHQ - Ibunda Hafidz Qur'an, sebuah kreativitas kajian on line khusus untuk Mulslimah. InsyaAllah bisa diikuti hasil kajiannya via Facebook dan Tweeter, dalam penyajian 4 bahasa. Indonesia, Arabic, English dan Jerman.
Sedang kami rancang kajian untuk para suami pula. Mohon doanya semoga agenda dakwah islam ini membawa hasil..
Ini salah 1 upaya untuk menempuh keseimbangan kemajuan pemahaman agama bagi para suami.

■ Bagaimana menjadi ibu yang cerdas dalam mendidik anak-anak?

Jawab:
Untuk menjadi ibu cerdas mendidik anak banyak jalan

!
Jalan utama yang urgent harus diambil adalah Segera bergegas menuntut ilmu, kejar mana-mana majelis ilmu yang berpotensi meng up grade diri .. Tambah wawasan keislaman dan pandai memberi contoh teladan yang baik kepada anak-anak...

Saya suka baca buku bunda, bahwa kata-kata yang kita ucapkan sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak, berarti kita juga harus melatih setiap kata yang keluar sebelum anak itu merekam ya bunda? Bagaimana menjaga lingkungan rumah, agar anak tidak salah pergaulan?

■ Kayaknya berat bangeet ya bunda untuk menjadi seorang wonder woman, harus menyenangkan suami, mendidik anak-anak dan harus pandai pula bermasyarakat. Kalau anak berhasil, yang terangkat nama bapaknya, nah...kalau anaknya bandel dan susah diatur...yang disalahkan ibunya.

Jawab:
Berikan motivasi dong bunda, kira-kira apa ganjaran atau imbalan bila kita berhasil jadi seorang wonder woman, apa kira-kira yang harus kita tanamkan dalam hati kita agar jadi seorang wonder women itu merupakan suatu 'keharusan' bagi setiap wanita muslimah.....
Istilah wonder woman itu kan sebetulnya saya pinjam untuk menarik perhatian ibunda karena bisa jadi istilah tersebut akan lebih mengena dan cepat dipahami daripada istilah yang ada dalam konsep syari'at. 

Jadi disini setelah ibu-ibu faham ya saya ingin mengajak pada istitah yang lebih tepat .. Yakni Mar'atus Sholohah .. Yakni Wanita yang Sholihah .. Yang bagaimana ? Ya yang memenuhi syarat-syarat di atas tadi ..
Balasanya apa ... Ya sudah jelas balasan seorang wanita seperti itu adalah dihitung / termasuk ke dalam golongan para mujahiddah .. Jadi ketika meninggal dunia Syahidlah insyaAllah dia .. Bagi orang-orang yang mati syahid tempatnya di Syurga nya Allah ta'alaa.

Waallahu a'laam bishowwab
Afwan saya harus pamit dulu
Billahibtaufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum wrwb


Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

================================================================

BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA BERZIARAH KUBUR..?

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT

Senin, 2 Juni 2014
Nara Sumber : Ustadz Ir. Dodi Kristono, MM
Notulen : Bunda Nofita
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و الشكر لله  و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. 

Kita bahas yang mendekati dan kebiasaan orang Indonesia (ini hukumnya akan dibahas tersendiri) tentang boleh tidaknya wanita berziarah kubur...

Wanita boleh menziarahi kubur tanpa membedakan apakah dalam keadaan haid, nifas, ataukah suci. Haid atau nifas bukan udzur yang menghalangi wanita untuk berziarah kubur. Ziarah kubur tidak bisa disamakan dengan ibadah seperti shalat, puasa, Thawaf, dan membaca Al-Quran yang disyaratkan suci dari haid/nifas.

Dalil yang menunjukkan kebolehan wanita berziarah kubur adalah hadis berikut :

عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

dari Ibnu Buraidah dari bapaknya ia berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda: “Dahulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur, maka sekarang ziarahilah. (H.R.Muslim)

Perintah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَزُورُوهَا  (maka sekarang ziarahilah) memakai Wawu Jama’ah, yakni huruf wawu yang menunjukkan Mukhothob (obyek seruan) adalah sekelompok orang yang bersifat umum, tanpa membedakan lelaki  ataukah wanita.  Oleh karena itu lafadz ini menunjukkan wanita boleh menziarahi kubur sebagaimana lelaki disyariatakan menziarahi kubur.

Riwayat lain dari Ibnu Majah, juga isinya semakna dengan hadis riwayat Muslim di atas. Ibnu Majah meriwayatkan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda: “Ziarahilah kubur, sesungguhnya ia dapat mengingatkan kalian dengan akhirat. ” (H.R.Muslim)

Adapun riwayat yang melarang wanita menziarahi kubur, misalnya riwayat berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ

dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  melaknat wanita peziarah  kuburan. (H.R. At-Tirmidzi)

Riwayat ini bisa difahami bahwa larangan tersebut yang dimaksud adalah larangan di masa-masa awal Islam, yakni ketika Niyahah (ratapan) masih menjadi kebiasaan masyarakat Arab dan masih dekat masanya dengan era baru kaum Muslimin, padahal Islam mengharamkan Niyahah. Islam mengharamkan ratapan, yakni kesedihan hati dan tangisan air mata akibat kerabat/orang yang dicintai meninggal yang disertai ucapan-ucapan yang menunjukkan tidak ridha terhadap ketentuan Allah. Setelah kaum muslimin jauh dari kebiasaan tersebut, maka hukum larangan menziarahi kubur itu dicabut (dinasakh) sehingga kaum muslimin boleh menziarahi kubur setelah sebelumnya sempat dilarang. Namun Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ketika membolehkan ziarah kubur, beliau tetap berpesan agar menjaga lisan ketika menziarahi kubur. Imam Malik meriwayatkan :

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ

أَنَّهُ قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَقَدَّمَ إِلَيْهِ أَهْلُهُ لَحْمًا فَقَالَ انْظُرُوا أَنْ يَكُونَ هَذَا مِنْ لُحُومِ الْأَضْحَى فَقَالُوا هُوَ مِنْهَا فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهَا فَقَالُوا إِنَّهُ قَدْ كَانَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَكَ أَمْرٌ فَخَرَجَ أَبُو سَعِيدٍ فَسَأَلَ عَنْ ذَلِكَ فَأُخْبِرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الْأَضْحَى بَعْدَ ثَلَاثٍ فَكُلُوا وَتَصَدَّقُوا وَادَّخِرُوا وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ الِانْتِبَاذِ فَانْتَبِذُوا وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

يَعْنِي لَا تَقُولُوا سُوءًا

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Rabi’ah bin Abu Abdurrahman dari Abu Sa’id Al Khudri Bahwa ia baru datang dari suatu perjalanan, lalu keluarganya menyuguhkan daging kepadanya. 
Abu Sa’id lalu berkata; “Lihatlah ini, apakah ini daging kurban?” 
Mereka menjawab; “Ya, ini adalah daging kurban.” 
Abu Sa’id berkata; “Bukankah Rasulullah صلى الله عليه وسلم  telah melarangnya?” 
Mereka menjawab; “Telah ada perintah yang lain dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم  setelah kepergianmu.” 
Abu Sa’id lalu keluar dan bertanya mengenai hal itu, kemudian dia diberi tahu bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda: “Saya telah melarang kalian memakan daging kurban setelah tiga hari, sekarang makanlah, sedekahkanlah dan simpanlah sisanya. Saya juga telah melarang kalian menyimpan perasan anggur, sekarang lakukan hal itu, dan setiap yang memabukkan itu haram. Saya juga telah melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang ziarahlah dan janganlah kalian mengatakan ucapan yang jelek (saat berziarah) .” (H.R.Malik)

Dalil yang menguatkan adalah kisah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang melewati wanita disisi kuburan yang sedangan bersedih kemudian menasehatinya. Bukhari meriwayatkan :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِامْرَأَةٍ تَبْكِي عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِي وَلَمْ تَعْرِفْهُ فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْ بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى

dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata,: Nabi صلى الله عليه وسلم  pernah berjalan melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kubur. Maka Beliau berkata,: “Bertakwalah kepada  اللّهُ  dan bersabarlah”. Wanita itu berkata,: “Kamu tidak mengerti keadaan saya, karena kamu tidak mengalami mushibah seperti yang aku alami”. Wanita itu tidak mengetahui jika yang menasehati itu Nabi صلى الله عليه وسلم . Lalu diberi tahu: “Sesungguhnya orang tadi adalah Nabi صلى الله عليه وسلم . Spontan wanita tersebut mendatangi rumah Nabi صلى الله عليه وسلم  namun dia tidak menemukannya. Setelah bertemu dia berkata; “Maaf, tadi aku tidak mengetahui anda”. Maka Beliau bersabda: “Sesungguhnya sabar itu pada kesempatan pertama (saat datang mushibah) “. (H.R.Bukhari)

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menasehati agar wanita tersebut tabah dan tegar (shobr), namun tidak menngingkari aktivitas ziarahnya. Oleh karena itu hadis ini juga menjadi dalil yang menunjukkan bahwa wanita boleh menziarahi kubur. Artinya, hukum larangan menziarahi kubur bagi wanita telah dinasakh (dihapus).

Lagipula, termasuk lebih dekat difahami bahwa laknat Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ terhadap  wanita yang melakukan ziarah kubur adalah jika wanita melakukannya  berulang-ulang. Hal itu karena lafadz yang dilaknat Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ memakai Shighat Mubalaghoh  زَوَّارَاتِ yang bermakna pekerjaan tersebut dilakukan berulang kali dan menjadi kebiasaan. Wanita yang banyak keluar rumah boleh jadi secara

Atas dasar ini, wanita boleh menziarahi kubur meski dalam keadaan haid, maupun nifas.

والله أعلم بالصواب


PERTANYAAN DAN JAWABAN:

MELAYAT DAN TAHLILAN

 Pak hukum melayat orang meninggal wajibkah? Kalau tidak melayat apakah dosa?

Jawab:
Bagi laki-laki lebih diutamakan Bunda.

Wanita lebih baik diam didalam rumah tidak mengantarkan ke pemakaman.


 Bagaimana dengan tahlilan, Bapak-bapak suka diundang untuk datang tahlilan?

Jawab:
1. Bahwa berkumpul-kumpul ditempat ahli mayit hukumnya adalah BID'AH dengan kesepakatan para Shahabat dan seluruh imam dan ulama' termasuk didalamnya imam empat.

2. Akan bertambah bid'ahnya apabila ahli mayit membuatkan makanan untuk para penta'ziyah.

3. Akan lebih bertambah lagi bid'ahnya apabila disitu diadakan tahlilan pada hari pertama dan seterusnya.

4. Perbuatan yang mulia dan terpuji menurut SUNNAH NABI صلى الله عليه وسلم  kaum kerabat /sanak famili dan para jiran/tetangga memberikan makanan untuk ahli mayit yang sekiranya dapat mengenyangkan mereka untuk mereka makan sehari semalam. Ini berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم  ketika Ja'far bin Abi Thalib wafat.

 Umumnya suka disuguhkan makan, jika tidak datang tidak enak rasanya, khawatir dibicarakan, dan jika suguhannya tidak dimakan juga tidak enak.
Bagaimana solusinya?

Jawab:

Datang saja sebelum acara tersebut dimulai untuk menjaga silaturahmi diantara tetangga.

Bantu dan Bantu apa yang bisa kita kerjakan : cuci-cuci piring, bersih-bersih dlsbnya.

Jadi itu sifatnya adalah  →  TAUSIYAH.

Dan sekali lagi... Jangan sekali2 merepotkan keluarga yang ditinggalkan.

Lebih baik kita yang memberi makanan yaaa.... Saya tidak pernah makan dan minum dirumah keluarga yang sedang berduka, kalau saya tidak tahu pasti bahwa itu kiriman dari tetangga.

Tolak saja dengan alasan sudah kenyaaang. Dan bawa tumbler dari rumah yang diisi kopi

 Berarti tidak perlu tahlilan ya pak?

Betuuull... Jangan disibukkan keluarga yang sedang berduka untuk menyiapkan segala macam bentuk hidangan bagi orang yang mau melayat. 

Untuk saya berhati-hati, permen juga tidak saya sentuh Bunda.

Para tetangganyalah yang berkewajiban untuk hal ini...

Bunda lain: 
Alhamdulillaah pak, di komplek saya itu sudah diterapkan. Selama 3 hari tetangga berbagi memasak untuk keluarga ahli mayit tersebut.

BERZIARAH KUBUR KE KIYAI / SYEH UNTUK SAFAAT


 Ketika kita ziarah pada kiyai atau syeh maka mereka akan memberikan syafaatnya pada orang-orang yang menziarahinya. Bagaimana pendapatnya?
Contoh: Berziarah ke makam abuya, agar bisa mengaji. Itu biasa dilakukan para santri, dan pada kenyataan yang suka ziarah itu mereka pada pinter-pinter ngajinya pak.

Jawab:

Itu termasuk TAWASSUL yang diharamkan dan termasuk Mengada-ada dalam Ibadah. Tinggalkan saja ya Bunda.

 Pak dody, kebiasaan ziarah ke makam syeh atau wali itu sudah sangat membudaya sekali, di daerah saya sekarang terutama, mereka seperti bangga melakukan hal itu, mereka bilang itu tanda syukur mereka dengan cara berdoa di atas kuburannya berharap usaha mereka tambah lancar rizky mereka tambah berkah mengharap syafaat dll. Apa yg seperti itu masih termasuk bid'ah atau malah sudah mengarah ke arah syirik?

Jawab:
Maaf Bunda  →  Bid'ah dan Syirik

Untuk memulai segala aktifitas, dipersilahkan dan diperintahkan untuk memulainya dengan BISMILLAHI

 Terus bagaimana menghentikan tradisi itu? ilmu saya masih terlalu lemah untuk berdebat sama mereka.

Jawab:
Jika kita belum mampu mendakwahi melalui mulut kita, jangan lakukan. Belikan saja buku-buku yang sesuai tema dan berikan kepada yang bersangkutan.

والله أعلم بالصواب


MEMBACA AL QURAN DI DALAM HATI (PELAN) / DIKUBURAN, BOLEHKAH...?

■ Apakah boleh membaca Al Quran di dalam hati?

Jawab:
Pendapat yang shahih adalah suaranya harus dikeluarkan dan minimal terdengar oleh diri kita sendiri.

■ Tapi pak ketika malam hari selesai tahajud mau tilawah tidak bisa, kalau harus mengeluarkan suara, karena di rumah terlalu sempit bersuara rengeng-rengeng saja, khawatir majikan mendengar dan di omeli.

Jawab:
Berikut dalilnya :

Nabi صلى الله عليه وسلم  melarang kita untuk membaca Alquran dengan cara membatin (di baca di hati) seperti yang Anda ceritakan. Dari Abu Hurairah, Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ

“Bukan termasuk bagian kami, orang yang tidak yataghanna terhadap Alquran.”
(HR. Bukhari no. 7089)

Sebagian perawi menambahkan:

يَجْهَرُ بِهِ

“Mengeraskannya”

Makna yataghanna:

Imam Nawawi mengatakan, “Makna hadis menurut Imam Syafi’i, ulama madzhab syafi’iyah, dan banyak ulama dari berbagai bidang ilmu, maknanya adalah memperbagus suaranya terhadap Alquran.” (Syarh Shahih Muslim, 6:78)

Kemudian makna tambahan: “Mengeraskannya”

Tetap harus dikeraskan minimal didengar oleh diri sendiri, seperti kita waktu sholat.

والله أعلم بالصواب

■ Boleh tidak membaca Al  Qur'an atau Yassin di kuburan?
Apakah ada larangan membaca surat Yassin di depan jenazah? Apakah ada dalil yang melarangnya?

Jawab:
Tidak boleh ya Mba...
Tidak ada dalil yang shohih untuk kita melakukan pembacaan ayat-ayat tertentu di kuburan.

Ziarah hanya satu saja keuntungannya, bahwa kita kelak akan menjadi member di lahan tersebut juga (mengingat akan kematian).

والله أعلم بالصواب

■ Apakah boleh mengantarkan jenazah ayah/ibu/anak ke liang lahat? apakah sama dengan ziarah kubur yang diperbolehkan?

Jawab: Diperbolehkan.

■ Ketika saya sedang sholat tiba-tiba majikan memanggil. Apakah harus mengambil air wudhu lagi?

Jawab:
Tidak perlu wudhu lagi, dapat langsung sholat. Kecuali saat membatalkan sholat terjadi batal wudhu juga, berarti harus wudhu lagi sebelum mengulangi sholat.

■ Apakah boleh menangisi jenazah sampai air mata mengenai jenazahnya? Ada yang bilang akan mempersempit kubur, apakah itu benar demikian?

Jawab:
In sha  اللّهُ Ta'ala tidak apa-apa... Karena bukan seperti itu maksudnya.

Jika mayit sedang menuju alamnya, lebih baik tidak ditangisi dengan menangis yang meraung-raung yang menyebabkan air mata tidak terkontrol.

■ 1. Membaca pertanyaan bunda emy td ust, apakah dalam keadaan tertentu tetap harus mengeraskan suaranya? misalnya sakit baik yg melibatkan saluran pernafasan atas atau bawah ataupun gangguan pd pita suara sehingga suara mjd mahal harganya.
Jika percuma membaca dg komat kamit dan parau, apakah sebaiknya diberhentikan (istirahat) membacanya dulu?
Wah tim ODOJ bakal banyak lelangan juz kalau musim radang
2. Apakah bs diberikan informasi adab ziarah sesuai syariat ust?
Misal tidak perlu pake bunga? Atau Air kendi? Dll.

Jawab:
1. Jika darurat dan terganggu diperbolehkan. 
Bunda lain: Orang sakit dapat ruksoh/keringanan seperti sholat jika tidak mampu berdiri dengan duduk, jika tidak mampu duduk dengan berbaring, sampai hanya dengan mengedipkan mata boleh, wallahua'lam.

2. Tidak ada urutan seperti tata cara ibadah sholat, wudhu, puasa dsbnya.

Ucapkan saja salam kepada ahli kubur begitu masuk ke area tersebut.

Mohon maaf... Saya juga nda hapal salamnya, karena jaraaaaannnng sekali saya ziarah.

3. Tidak ada riwayat yang valid dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم  khusus untuk ZIARAH (kedua dstnya) untuk melakukan tabur bunga dan air kendi tersebut.

Kebiasaan tabur bunga dalam ziarah hanyalah mencontoh kebiasaan orang-orang kafir saja dan kebiasaan Hindu air kendi dll juga ga 


 Jika sedang tilawah terus kentut boleh tidak tetap melanjutkan tilawah tanpa wudhu lagi? 

Jawab:
Bunda Ayu  →  Apakah itu sesuatu penyakit yang tidak bisa ditahankah...?
Para ulama sepakat menetapkan hukum bahwa RAGU-RAGU itu tidak merubah hukum, maksudnya, jika Bunda telah yakin sudah berwudhu, kemudian Bunda ragu-ragu, apakah kentut atau tidak, maka ragu-ragu Bunda tersebut tidak merubah status Bunda dari tidak batal menjadi batal, sampai Bunda yakin bahwa Bunda telah kentut (meskipun tidak bersuara atau tidak menimbulkan bau).
Dan bisa jadi, seringnya kita ragu-ragu atau waswas tersebut bagian dari gangguan syetan, untuk itu ada baiknya kita sering berta'awwud, atau ketika mau shalat atau tilawah bacalah ta'awwudz (membaca " A'udzubillahi minassyaitonirrojim) kemudian meludah ringan tiga kali ke arah kiri kita.

والله أعلم بالصواب

 Biasanya di bulan Ramadhan ada tadarusan di masjid, bagaimana dengan perempuan apakah bisakah ikut tadarus?

Jawab:
Ibadah yang paling baik bagi perempuan adalah didalam rumahnya masing-masing


HUKUM MENJAWAB SALAM

 Bagaimana hukum menjawab salam? Wajibkah? Benarkah  salam hukumnya sunah yang menjawab hukumnya wajib?

Jawab:
Salam seperti السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ gitu....?
Apa sih maksud dibalik salam tersebut....?

Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.”

Kalau dalil yang sudah saya ketikkan diatas, apa jawabannya....?

Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu’.

Berkata sebagian ulama bahwasanya salam adalah salah satu nama dari nama-nama Allah sehingga kalimat ‘Assalaamu ‘alaik’ berarti  اللّهُ  bersamamu atau dengan kata lain engkau dalam penjagaan  اللّهُ . Sebagian lagi berpendapat bahwa makna salam adalah keselamatan sehingga maknanya ‘Keselamatan selalu menyertaimu’. Yang benar, keduanya adalah benar sehingga maknanya semoga  اللّهُ  bersamamu sehingga keselamatan selalu menyertaimu

Jawaban yang benar  →  Doa

That's it  →  Menjawab salam yang sederhana itu saja bisa menghilangkan KEIMANAN seseorang, maka jawabannya adalah WAJIB.

Jika ada tetangga kita kasih kue, pasti ada keinginan juga kiya akan membalas hal yang sama terhadap tetangga tersebut.

Maka... Jika ada yang mendoakan kita, sudah sepantasnya kita mendoakan orang yang mendoakan kita.

Kita tidak dikatakan beriman jika kita tidak membalas salam sesama muslim.

 Pada saat Rasullulah saw mau meninggal Malaikat jibril datang memberi salam dan Rasullullah menjawabnya.

Jawab:
 Itu hanya keistimewaan seorang Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang tidak dimiliki oleh Umatnya.


 Saya punya kebiasaan pergi dan pulang meski rumah kosong selalu mengucap salam karena saya yakin malaikat yang. Bagaimana pendapatnya?

Jawab:
Betul Bunda

Ada selain bangsa Manusia yang diciptakan  اللّهُ Ta'ala di alam ini, yaitu Bangsa Jin.
Tidak diciptakan Manusia dan Jin hanya untuk beribadah kepada-Ku, kata  اللّهُ Ta'ala.

Berarti Bangsa Jin pun ada yang muslim.


Berikut dalilnya Bunda Prima :

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

إذا دخل البيت غير المسكون، فليقل: السلام علينا، وعلى عباد الله الصالحين

“Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin (salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang sholeh)” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17).

Hal di atas diucapkan ketika rumah kosong. Namun jika ada keluarga atau pembantu di dalamnya, maka ucapkanlah “Assalamu‘alaikum”. Namun jika memasuki masjid, maka ucapkanlah “Assalamu‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Sedangkan Ibnu ‘Umar menganggap salam yang terakhir ini diucapkan ketika memasuki rumah kosong.

 Bagaimana pendapat ustad setelah shalat mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri?

Jawab:
Kalau itukan urutan sahnya sholat, dan kita wajib memncontoh dan mengikuti apa yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم contohkan Bunda.

 Alm. Ustadz Jefry... selalu mengajarkan ini terhadap anak-anaknya jika melewati pemakaman dan berhenti sebentar lalu membaca "Assalamualayka yaa ahli kubur "

Jawab:
 والله أعلم بالصواب

Ada 2 pendapat dalam hal ini :

Pendapat Pertama  →  Orang mati dapat mendengar suara hentakan sandal ini merupakan pengecualian khusus dari keadaan asal, pengecualian ini dikarenakan terdapat dalil yang menyebutkannya. Dan ini menjadi landasan bagi yang mengatakan bahwa mayit bisa mendengar.

Pendapat Kedua  →  Keadaan asalnya, orang mati tidak dapat mendengar, berdasarkan firman  اللّهُ  Ta’ala:

إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى

“Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar” (QS. An Naml: 80)

Dan juga firman  اللّهُ  Subhanahu Wa Ta’ala,

فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى

“Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar” (QS. Ar Ruum: 52)

Juga firman-Nya:

وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِي الْقُبُورِ

“Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar” (QS. Fathir: 22)



Saya lebih cenderung ke pendapat kedua ya.


DOA UNTUK ALMARHUM / ALMARHUMAH & INVESTASI DUNIA AKHIRAT

 Ada yang pernah bilang : Orang yang sudah meninggal bisa mendo'a kan yang masih hidup tapi tidak bisa berdo'a untuk dirinya sendiri makanya yang sudah meninggal itu butuh do'a dari orang-orang yang masih hidup.

Jawab:
Jika orang sudah meninggal, cuma ada 3 hal yang bisa sampai amalan dan doanya :
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Sedekah
3. Anak yang soleh (Selama anak tsb soleh, semua tindak tanduknya memberikan amalan yang tidak terputus untuk kedua orang tuanya, jadi tidak hanya berdoa saja)

Jadi doa dari orang yang tudak ada hubungan darahnya, maka doa dan amalan tersebut tidak akan sampai kepada mayit.


Lebih baik memang para Bunda menyiapkan INVESTASI yang sangat berharga sekali... Yang tidak putus sampai kita berpindah alam sekalipun.

 Apakah maksudnya sebaiknya ibu menjadi penjaga, pengurus dan pendidik INVESTASI AKHIRAT tersebu dibandingkan mengejar investasi dunia?

Jawab:
Tidak usah bekerja lagi mencari rezeki diluar sana, urus saja pekerjaan rumah dan investasi tersebut.

Kan sudah cukup dari Suami

Seumur hidup anaknya. Jika orang tua masih hidup, pahala menambahkan untuk orang tuanya. 

Jika orang tua sudah meninggal, maka tetap saja amalan anak akan terkirimkan buat orang tuanya.

Bunda: Kalau kata bu Septi Peni Wulandari, daripada menjadi karyawan orang lebih baik menjadi karyawan Allah, gajinya lebih besar dibayar di dunia dan akhirat.

 Termasuk anak asuh kan pak? Jika anak asuh menjadi orang yang sholeh pahalanya mengalir sampai akhirat buat ibu asuhnya?


Jawab:
Anak kandung saja.

Tapi ada beberapa pendapat Ulama, pahala mendidiknya akibat ilmu yang kita berikan dan bermanfaat bagi dia dan orang lain sepanjang hidup anak asuhnya. Jadi bisa masuk ke kategori ILMU YANG BERMANFAAT.

والله أعلم بالصواب

Artinya  →  Ilmu kita kudu kuat dulu, sehingga bisa mengajarkan anak tersebut.

Salah satunya memperkuat ilmu adalah dengan mengisi kajian-kajian yang bermanfaat seperti dalam group ini.


 Pak dodi,.gelar yang mana yang lebih tepat diberikan kepada orang yang sudah meninggal...Almarhum Fulan atau Fulan rahimahullah..?

Jawab:
Syaikh Bin Baz mengatakan, “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah berkeyakinan, sesungguhnya tidak diperbolehkan memberikan persaksian atas diri seseorang -bahwa orang itu di syurga atau di neraka- kecuali yang telah dijelaskan dalam nash Al Qur’an, seperti Abu Lahb (sebagai penghuni neraka), dan orang yang dipersaksikan Rasulullah sebagai penghuni syurga, seperti sepuluh sahabat (yang diberitakan akan masuk syurga) atau yang semisalnya. Demikian juga (tidak diperbolehkan) persaksian atas seseorang bahwa ia maghfur lahu (mendapatkan ampunan) atau almarhum (mendapatkan rahmat). Oleh karena itu, sebagai ganti dari ucapan al marhum dan al maghfur, sebaiknya diucapkan:

غَفَرَالله لَهُ

Semoga  اللّهُ  mengampuninya, atau

رَحِمَهُ اللهُ

Semoga  اللّهُ  merahmatinya.

Atau ungkapan sejenis yang termasuk doa bagi si mayit.

Namun jika makna almarhum itu sebagai ungkapan optimisme atau harapan semoga si mayit mendapatkan rahmat, maka tidaklah mengapa mengucapkan kata-kata ini.

Untuk menghindari kesalahan dalam memahami, semestinya jika kalimat :
almarhum diganti →   rahimahullah, atau  →   ghafarallahu lahu, atau  →   Allahu yarhamuhu

atau sejenisnya yang merupakan doa.

والله أعلم بالصواب

 Kalau anak kecil meninggal muslim atau kafir disiksa akan menjadi wildan (pelayan) itu saya pernah dengar  tetapi kalau meningal dalam kandungan belum sempat lahir. Apakah anak saya juga termasuk wildan?

Jawab:
Jika anak tersebut didalam kandungan sudah menyentuh 4 bulan, maka perlakuan untuk menguburkan sama dengan orang yang meninggal pada umumnya.

Dan setiap anak-anak kecil yang meninggal langsung masuk Surga dan berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s seperti yang dilihat oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم sewaktu Isra Miraj

والله أعلم بالصواب

Kita tidak boleh memastikan seseorang masuk surga atau neraka, tanpa adanya nash yang menjelaskan hal tersebut.

Kecuali seperti :
- Neraka  →  Abu Lahb
- Surga  →  10 Sahabat Nabi yang akan masuk surga.
Dll.

Yang lain... Tidak boleh kita tentukan siapa masuk surga dan neraka.

kelak


Anak kecil yang meninggal akan memberikan syafaat kepada Orang Tua nya.
 Apakah ciri-ciri orang meninggal dalam keadaan khunul khotimah? Apakah harus orang-orang sholeh dan muslim yang mendapat gelar ini?

Jawab:
Semua Muslim Bunda Marpiah.

 Ada yang bilang orang hilang dia meninggal hari baik, keadaan khusnul khotimah????? Benarkah?

Jawab:
Semua hari baik ya Bunda untuk meninggal... Makanya saya belum masukin kategori di atas.

Soalnya kajiannya panjang lebaaarrr.


SABAR

 Bagaimana cara meningkatkan kesabaran seperti yang tertera di surat Ali Imron ayat 200?

Jawab:
Menurut tafsir didalam Ali Imran 200, adalah  "should try to be more patient than others, particularly when one is fighting his enemy"

Jadi memang ayat ini menuntut kesabaran kita dalam menghadapai peperangan ya Bunda.


Secara general, Sabar adalah amalan yang agung, sampai-sampai  اللّهُ  katakan bahwasanya Dia bersama orang yang sabar.

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan bersabarlah! Sesungguhnya  اللّهُ  beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)

Dari ayat ini dapat kita katakan, ketika kita memilih untuk tidak bersabar berarti kita telah memilih untuk melepaskan kebersamaan  اللّهُ  berupa rahmat dan perlindungan-Nya.

Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه